
"Tentu saja kalian berdua, Ratuku. Memang nya siapa lagi?" Ucap Liya menyentuh dagunya... lagi. "Apa aku mengganggu rencana perjalananmu, Ratuku?" Lanjutnya memiringkan kepala.
"Apa kau akan ikut dalam perjalanan ini, Liya?" Tanya Erika penasaran.
"Tentu saja, Ratuku. Dewa Asteria sendiri yang menyuruh saya untuk mengawasi kalian berdu... Eeh?" Ucap Liya yang dipeluk tiba-tiba oleh Erika.
"Aah... Syukurlah²! Kupikir aku akan terjebak berduaan terus dengan aerach itu, syukurlah ayah mengizinkan Liya untuk ikut menemaniku." Seru Erika merasa lega.
'apa dia jadi gila, bukannya marah karena dibanting tadi? Dia malah berterima kasih!' pikir Zyden sedikit terganggu.
"Hey, siapa juga yang mau be-pergian dengan mu. Jangan terlalu percaya diri, apa kau pikir akan ikut denganku?" Ucap Zyden.
Erika dan Liya mendengar itu dan langsung melirik padanya. "Dengar baik-baik ya, aerach! Aku tidak akan pernah mau berpetualang dengan mu." Seru Erika melepaskan pelukannya.
"Aku melakukan ini karena perintah dari ayah, dan juga sihir yang dipasangkan ayah pada kita berdua!"
"Jadi, jangan terlalu berpikir semua ini hanya karena mu atau aku sukarela melakukannya! Kau mengerti?" Lanjut Erika.
"Sihir?" Gumam Zyden melihat tangannya, dan matanya memunculkan titik merah menyala.
Setelah Zyden memperhatikan baik-baik tangannya, dia melihat Erika dan balik lagi melihat tangannya.
"Brengsek! Apa-apaan ini? A... apa, apa yang mereka lakukan pada tubuhku?" Ucap Zyden kaget. "...Dan apa-apaan dengan sihir terkutuk ini, bagaimana bisa mereka mengikatku dengannya!" Lanjut Zyden melihat Erika.
"Jangan bertingkah seolah-olah kau yang jadi korban disini, dasar aerach. Akulah yang paling dirugikan. Berada dalam tubuh ini membuat ku menjadi frustasi, ditambah selalu berdekatan dengan orang yang tidak tertarik padaku sama sekali. Aku bisa jadi gila nantinya." Seru Erika.
__ADS_1
"Benarkan kataku! Kau memang ja-lang, apa sebegitu nya kau ingin dilihat oleh orang-orang?" Kata Zyden menyindir.
"Walau itu membuatku jijik, itu mungkin lebih baik daripada dilihat oleh aerach yang bahkan tidak menyukai lawan jenisnya." Sahut Erika meninggikan suaranya.
"Berhenti memanggilku aerach, dasar ja-lang." Seru Zyden.
"Jadilah lebih normal, dasar aerach." Jawab Erika.
Dan mereka berdua pun memulai perdebatannya yang membuat Liya menggelengkan kepala.
'haah..., ini akan jadi tugas yang merepotkan.' Pikir Liya melihat mereka berdua. "Maafkan saya Ratuku, Tuanku. Tapi... bukankah hubungan ini saling menguntungkan kalian berdua?" Ucap Liya yang membuat mereka berhenti berdebat dan menatapnya.
"Tuanku! Saya tahu anda memiliki tugas untuk mengalahkan raja iblis serta pasukannya benar?" Seru Liya layaknya pelayan yang bisa diandalkan.
"Karena anda tahu kalau anda bukan hanya melawan raja Iblis saja melainkan pasukannya juga. Anda berencana mencari orang-orang kuat yang bisa membantu anda!"
"... Beberapa orang mungkin akan lebih mendengarkan wanita cantik daripada laki-laki tampan, bukan?" Lanjut Erika dengan senyum manisnya.
Zyden memikirkan hal itu, sementara Erika. Dia sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan Liya tadi.
"Lalu untuk Ratuku! Anda ingin berpetualang dan bertemu dengan banyak orang bukan?" Ucap Liya melihat Erika.
"Selagi kita mencari orang-orang yang bisa membantunya, Ratuku juga bisa pergi ke berbagai tempat yang berbeda dan bertemu dengan banyak orang yang akan membantu kita untuk mengalahkan raja iblis."
"Karena menurut ku, orang yang kita butuhkan tidaklah sedikit. Jadi, kita pasti akan pergi ke tempat yang berbeda, setidaknya mengelilingi satu atau dua benua."
__ADS_1
"...Ini adalah satu-satunya kesempatan ratuku untuk berpetualang karena dewa Asteria sudah menyetujui nya, dan ini bukan hanya petualangan pada satu tempat saja, melainkan banyak tempat berbeda."
"Ini petualangan yang cocok dengan keinginan Ratuku, dan ini adalah salah satu awal untuk rencana Tuanku." Ucap Liya menjelaskan panjang lebar. "Jadi saya mohon, bekerjasama lah untuk kepentingan masing-masing."
'dan bersenang-senang lah dalam acara perjodohan kalian.' seringai Liya dalam hati.
"Mm..., Liya?" Tanya Erika agak ragu.
"Iya, Ratuku?" Sahut Liya.
"Darimana kau bisa bicara seperti itu?" Ucap Erika penasaran.
"Maaf?" Seru Liya bingung. "Ah..., Maafkan saya Ratuku. Seharusnya saya mengatakan ini sebelumnya! Dewa Asteria lah yang memberitahu saya saat saya diperintahkan untuk mengawasi kalian berdua." Lanjut Liya.
"Ayah memberitahumu?" Seru Erika.
"Benar, Ratuku!" Jawab Liya.
"Baiklah... Terimakasih sudah mengingatkan ku, Liya." Ucap Erika lalu dia melihat Zyden.
"Aerach, mau tidak mau aku harus berpetualang dengan mu agar bisa melihat dunia. Aku juga akan membatumu mengalahkan Raja Iblis."
"Maka dari itu, perlakukan aku dengan baik dan jangan terlalu menjengkelkan! Kau mengerti?" Lanjut Erika memberi perintah.
" ... " Zyden diam saja menanggapi nya, dia habis memikirkan sesuatu. "Aku ingin tanya sesuatu dulu pada kalian." Seru Zyden memancarkan titik merah dimatanya yang membuat Erika dan Liya sedikit tertegun melihatnya.
__ADS_1
"Apa kalian tahu sesuatu saat aku sedang pingsan tadi?" Lanjut Zyden datar.