Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 58


__ADS_3

'Kilas balik yang singkat namun berarti. Dimulai sekarang...!'





Aku tidak terlalu yakin tentang kilas balik yang akan aku ceritakan.


Ini mungkin bisa menimbulkan beberapa pemikiran remeh tentang petualangan yang aku lakukan kedepannya. Namun, ini juga untuk rasa penasaran ku sendiri soal pertanyaan yang aku tanyakan tadi.


Jadi, silahkan baca dengan tenang dan jangan sampai kilas balik ini menjadi hambatan yang akan merusak kesenangan kalian tentang petualangan ku nanti.


«★•••••★»


Ingatan terakhir pada saat itu adalah, aku melempar seorang anak yang diteriaki oleh banyak orang ke trotoar jalanan.


Setelah itu aku merasakan tubuhku ditindih sesuatu, seakan-akan semua tulangku hancur dan tubuhku tidak dapat di rasakan lagi.


Lalu rasa kantuk yang tak terbendung mulai menerpaku, walau aku mencoba untuk terus membuka mata. Aku masih merasakan rasa kantuk yang amat besar melebihi efek obat tidur atau obat bius yang sering aku gunakan.


Aku tahu jika aku tertidur, aku tidak akan pernah bangun. Namun tanpa aku sadari, kenyamanan membuatku terlelap dalam tidur yang aku rasa tidak akan pernah aku terima lagi.


Perlahan namun pasti, aku mulai tidak mendengar teriakan dan jeritan orang-orang disekitar waktu itu. Aku menikmati kenyamanan ini, lalu aku pun tidak sadarkan diri.


Waktu demi waktu terus berlalu, pandangan pertama yang bisa aku lihat saat pertama kali siuman hanyalah kegelapan. Selain kata gelap, tidak ada yang bisa menggambarkan pemandangan saat itu.


Aku tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur, tapi yang pasti pemikiran ku waktu itu adalah 'Aku sudah mati.'


Aku tidak terlalu bingung aku ada dimana saat itu. Karena akhir dari orang breng-sek seperti ku, pasti hanya ketiadaan dan kesepian.


Itu pemikiran kedua ku, serta itu adalah pemikiran yang salah dan langsung dibuktikan dengan sebuah suara muncul disekitar ku.


"Selamat untukmu, sang terpilih."


Suara merdu namun tegas menggema keseluruh penjuru tempat gelap itu.


Aku tidak bisa memastikan kalau suara itu adalah suara laki-laki atau suara perempuan, tapi sesuatu yang aneh terjadi pada suara itu.


Benar-benar aneh! Baik pada nada, bunyi suara, atau pun pada notenya.


Aku tidak terlalu tahu tentang suara yang bisa dihasilkan, namun aku bisa tahu tentang keanehan suara itu yang tidak bisa di gambarkan.

__ADS_1


"Akhirnya, aku bisa menempatkan nya pada sang terpilih."


Suara aneh itu berkata seakan semua beban yang dia pikul terlepaskan, rasa gelisah dan khawatir bisa aku rasakan hilang saat mendengar nya.


Aku tidak terlalu yakin suara apa itu, aku hanya bisa diam mendengarkan suara itu yang terus bergema di telingaku.


"Sang terpilih, aku sudah menunggu untuk momen seperti ini. Seperti yang kau tahu, kau sudah mati di kehidupan mu sebelumnya. Dan sekarang kau berada diantara kematian dan jurang ketiadaan."


"Kau menjadi yang terpilih karena sebuah aturan oleh kekuasaan di suatu tempat disana. Kau akan bertemu dengan entitas yang biasa dipanggil dewa. Mereka adalah kekuasaan yang memilih mu sebagai seseorang yang terpilih."


"Dan pada saat itu juga, kau akan diberikan sebuah tugas yang harus kau lakukan untuk mereka! Wahai sang terpilih, ingatlah untuk menyelesaikan tugas tersebut apapun yang terjadi."


"Setelah kau menyelesaikan tugas tersebut, harapanmu akan terkabulkan. Apapun yang kau inginkan, apapun yang kau hasrat kan, semuanya akan terkabul saat itu juga."


"Menjadi yang terkuat? Hidup kembali di kehidupan mu sebelumnya? Menguasai semua makhluk hidup? Atau pun menjadi entitas dewa tersebut, kau akan mendapatkan nya."


"Sang terpilih, aku hanyalah pembawa pesan bagi semua makhluk hidup yang kau selamatkan. Aku mewakili semua makhluk disini mengucapkan terimakasih atas apa yang kau lakukan pada kami."


"Lalu ingatlah satu hal, dewa yang akan kau temui merupakan entitas yang memiliki kesamaan tinggi dengan mu. Berhati-hatilah dengan nya, karena dia mengerti seluruh seluk beluk dirimu."


"Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku berbicara seperti ini padamu! Walau ini merupakan ketidakadilan bagimu yang tidak mengetahui kebenaran nya."


"Tapi aku yakin kau pasti memahaminya suatu saat nanti. Aku tidak bisa melakukan apapun selain menyampaikan pesan dari keinginan seluruh makhluk yang kau selamatkan."


"Keinginan yang akan mengabulkan segala permintaan mu setelah tugas mu terselesaikan. Itu adalah balasan dari kami!"


"Selamat jalan, dan semoga kau memiliki kehidupan lagi yang menyenangkan. Setelah ini kau akan bertemu dewa itu, ingat... Berhati-hatilah dan selesai kan tugas itu untuk permintaan mu yang terkabulkan."


Suara itu memberatkan kalimat terakhirnya. Lalu aku pun mengantuk dan tertidur lagi...


Aku rasa tidur ku kali ini tidaklah terlalu lama, mungkin hanya satu sampai dua jam saja. Setelah itu, kalian bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya.


Aku terbangun di taman yang indah, dan seorang pria paruh baya yang hampir mirip denganku menyambutku.


Sebenarnya, aku tidak ingin menceritakan pertemuan pertama ku dengan dewa breng-sek itu dikarenakan ada beberapa hal yang menyakitkan. Jadi akan aku singkat saja.


Setelah terbangun, aku disuguhi makanan dan dijelaskan kenapa aku bisa ada disana. Aku diberikan sebuah misi dan diberikan kehidupan kedua.


Sejujurnya, aku tidak terlalu fokus untuk membunuh raja iblis. Saat itu aku hanya berpikir, kalau membunuh raja iblis merupakan penebusan terakhir ku.


Namun, baru-baru ini aku menyadari sesuatu. 'Kehidupan ku hanya untuk keluarga ku.' dan kembali ke bumi adalah jalan satu-satunya untuk itu.


*Chapter Classical End*

__ADS_1





'drip.' 'drip.' 'drip...drip...'


Hujan semakin deras disekitar kota Darion. Sedangkan dihutan belantara, seorang anak laki-laki berpakaian serba hitam sedang berdiri kehujanan sembari menutup matanya di sekeliling mayat iblis yang dia bunuh.


Setelah beberapa saat berlalu, dia membuka matanya melihat mayat para iblis yang berserakan disana. Anak itu adalah Zyden, Reinkarnator dan MC kita tercinta.


Zyden mengangkat tangannya sedikit, memunculkan sebuah api berwarna hitam. Lalu dia mengayunkan tangannya mengarah pada mayat-mayat itu.


Api hitam langsung muncul pada mayat-mayat itu dan menghanguskan mereka. Walau pun sedang turun hujan deras, api itu masih berkobar melenyapkan semuanya tanpa bekas.


Zyden kemudian melihat sekelilingnya lagi, memikirkan sesuatu.


'Mereka juga meneriaki ku sebagai monster seperti orang-orang di Larkxa. Sebenarnya apa yang mereka lihat dari ku?'


'Padahal aku hanya meluapkan amarah dan manaku sampai batas tertentu. Apakah aku terlihat seperti monster? Aku lebih menyukai sebutan iblis saat aku membunuh di bumi.'


Pikir Zyden mengingat sebutan sebutan yang dia terima. Setelah itu dia sedikit terhuyung karena merasakan rasa sakit ditubuhnya.


"Ugh... Aku rasa, aku terlalu berlebihan saat ini. Tubuhku lemas karena mana yang terkuras tadi, kupikir ini lebih buruk daripada saat meluapkan mana di penginapan Kenneth." Ucap Zyden tentang tubuhnya.


"Apa Erika berhasil mendapatkan tempat tinggal di kota? Aku ingin segera mabuk lalu tidur!" Serunya asal bicara.


"...Eh, tunggu? Bukannya aku jadi begini juga karena ja-lang itu ya. Terus kenapa aku malah mencarinya?"


"Yah, terserah lah... Aku masihlah diriku. Lagipula aku tidak punya orang yang bisa diandalkan disini, dan tidak masalah juga bukan, jika aku sedikit berharap padanya!"


'walaupun dia agak menjengkelkan sih...' Pikir Zyden terbesit tiba-tiba.


"Kalau tidak salah, si pelayan yang mencari tempat tinggal. Saat tiba disana, aku juga akan minta untuk dibuat kan bir dari buah yang dia kasih sebelumnya. Kurasa itu juga bagus."


"Aah....ah..," Lanjutnya sedikit meregangkan tubuh. "Setelah memburu beberapa tikus, mood ku menjadi baik, walau tubuhku agak lemas! Tapi ini jauh lebih baik dari tadi..."


"Bagaimana caraku tahu dimana tempatnya Erika? Aku agak malas untuk mencarinya lewat eyes of knowledge, Hm... Aku punya ide yang bagus." Ucap Zyden mendapatkan suatu cara yang mudah.


"Seperti saat di istananya, aku tinggal berniat teleport untuk kabur dari nya. Kupikir itu akan mempermudah ku menemukannya." Lanjut Zyden berteleport dengan niat pergi jauh dari tempat Erika.


(Catatan, saat Zyden ingin berteleport ke tempat Erika. Dia hanya perlu berteleport untuk kabur dari Erika...! Dia menambahkan sedikit kejengkelan nya sebelum berteleport dan langsung berniat kabur, lalu dia akan muncul didekat Erika.)

__ADS_1


Dan ini akan berlaku sampai seterusnya...., Mungkin juga...,!


*Chapter 58 end*


__ADS_2