
Didalam hutan pagi hari
"Sial, aku tidak menyangka tubuhku tidak bisa mengikuti kecepatan elemen petir ini." Gumam ku yang sedang berhadapan dengan Monster fire wolf.
Para fire wolf bersiap untuk menyerang. Mereka mengeluarkan api dari mulut dan langsung menerjangku, aku menghindar ke-kiri dengan cepat lalu melesat ke arah fire wolf besar yang berada dibelakang.
Kali ini aku serius, aku menggunakan mana untuk mempermudah gerakan tubuhku dan menggunakan skill eyes ku agar lebih fokus.
'bzzrt.., sriing.., buk..,'
Satu kepala serigala jatuh ketanah terlepas dari tubuhnya. Para fire wolf lainnya tidak bereaksi sama sekali, mereka tidak tau apa yang terjadi pada pemimpin mereka dan bersiap untuk kabur.
Aku mengulangi hal yang sama pada semua serigala yang kubunuh itu. Memperkuat tubuh dengan mana dan mempermudah penglihatanku, dengan ini aku bisa menggunakan elemen petir lebih baik.
'Tapi, aku tidak bisa terus-terusan bergantung pada manaku. Aku harus berburu tanpa mana sampai bisa menguasai elemen petir ini.' pikirku sembari memasukkan mayat fire wolf ke space storage milikku.
'Srakk'
Kepakan sayap aku lakukan dan langsung terbang, sekarang aku sedang mencari monster lain untuk latihanku dan menyesuaikan tubuhku lebih jauh lagi.
• • • •
Tak terasa hari sudah siang, aku sudah bisa menggunakan elemen petir dengan tubuhku tanpa menguatkannya mana dan kekuatan tubuhku berlipat ganda. Aku bisa memukul batu besar hingga hancur hanya dengan pukulan biasa.
Sekarang, aku sedang memakan daging ba-bi hutan yang ukurannya sekitar tiga meter dari hasilku berburu. Puluhan monster sudah kukalahkan dalam setengah hari, seperti goblin, orc, ogre, dan beberapa jenis serigala.
"Aku sudah menyelesaikan latihan pertamaku untuk hari ini. Lalu untuk latihan kedua, menghancurkan jantung musuhku tanpa bergerak." Ucapku sembari makan daging dibawah pohon.
__ADS_1
"Aku punya rencana menggunakan penciptaan skill darkness metal untuk itu. Aku membutuhkan target. Tapi, sebelum itu." Lanjutku mengarahkan tanganku ke sebuah pohon didepan.
'Duarr...'
Pohon itu berlubang, dan ditengah-tengah lubang itu ada benda hitam berbentuk bola. Aku menciptakan metal tepat didalamnya yang membuat pohon itu hancur dari dalam.
Itu adalah hasil dari penciptaan skill darkness metal yang sudah mencapai hasil tercepat dalam pembuatannya, dan itu akan langsung tercipta saat aku mengaktifkan skill ini, aku juga bisa menghilangkannya dalam kedipan mata.
"Dengan ini, aku bisa membunuh musuhku tanpa ketahuan. Sekarang saatnya aku mencari target manusia." Ucapku tersenyum manis.
Aku terbang kearah timur dimana manusia yang akan kuburu tinggal, dan manusia itu adalah para bandit disekitar pedesaan daerah ini.
Kenapa bandit? Karena aku selalu membunuh seseorang dengan alasan yang logis, jika aku selalu membunuh orang tanpa alasan maka aku hanyalah pembunuh berantai. Aku adalah pemburu profesional bukan abal-abal.
'Tentu saja membunuh karena aku tidak suka adalah salah satu alasan yang logis.' pikirku sembari tersenyum dalam hati.
Desa ini berisi para pria paruh baya yang memakai pakaian seperti petualang, mereka adalah bandit yang akan kuburu saat ini.
Aku menelusuri desa ini dengan skill eyesku untuk kepastian lainnya dan tentunya jumlah orang yang akan berlubang ditubuhnya.
Disana juga ada banyak anak dan wanita yang diborgol disebuah penjara dan disamping penjara itu adalah tempat para bandit menyimpan harta.
'itu bagus, walau aku sudah kaya menambah kekayaan tidak ada ruginya bukan?.' pikirku mengamati desa.
"Ada sekitar 150 orang yang berada didesa ini. Termasuk para anak-anak dan wanita itu." Gumamku. "Hm... Sepertinya bos para bandit itu berada dirumah itu." Lanjutku melihat sebuah bangunan.
Didalam bangunan itu ada 20 orang, 4 orang menjaga pintu dari dalam, 13 orang berkumpul diruangan, dan 1 orang duduk disebuah kursi yang di kelilingi 2 wanita.
__ADS_1
"Untuk permulaan ayo kita buru yang ada diluar rumah itu." Ucap ku bersiap dan tersenyum senang.
Aku melayangkan tangan kananku kearah desa itu dan seketika.
'Argh.., ugh.., ark..,'
Suara teriakan kematian terdengar dan semua bandit yang ada diluar atau dalam ruangan kecuali rumah bos itu mati dengan tubuh berlubang.
'99 orang dalam sekejap, jika aku memiliki kekuatan ini dibumi aku bisa menyelesaikan ratusan misi dalam satu hari.' pikir ku mengagumi rekor baru.
Saat aku sedang melamun senang, sebuah suara mengagetkanku.
"Aaa...., Aaa....," Suara teriakan anak-anak dan wanita terdengar keras saat ini.
'Ah...aku lupa kalau mereka masih anak-anak. Aku terlalu bersemangat, Ini tidak baik..' pikir ku menggelengkan kepala.
Para bandit yang menjaga pintu dirumah bos itu keluar, dan alangkah terkejutnya mereka dengan pemandangan yang ada. 4 bandit itu gelagapan melihat apa yang terjadi. Teman, rekan, atau satu profesi kerja mereka sudah mati berlubang.
"Cepat panggil bos kesini. Dia harus melihat apa yang terjadi." Seru salah satu bandit.
Lalu ada satu orang yang lari kedalam rumah tadi. Dalam beberapa detik semua orang keluar termasuk si bos dan 2 wanita itu. Mereka terkejut dan bertanya-tanya apa yang terjadi, terlihat juga beberapa dari mereka yang takut akan kejadian ini.
"A...apa yang terjadi?" Ucap bos bandit.
"Kami tidak tahu bos! Tadi para tahanan berteriak dan saat kami ingin mengeceknya, semua ini terjadi." Seru bandit penjaga pintu.
"Sial, apa kita diserang?" Teriak salah satu bandit panik.
__ADS_1
"Ya kalian sedang diserang sekarang."