Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 26


__ADS_3

Didalam rumah yang terhubung dengan sebuah penginapan.


Banyak orang yang memandang anak laki-laki berambut hitam, mata hitam, pakaian hitam bercorak putih dan celananya yang hitam. Anak itu adalah Zyden, dia sedang dalam masalah yang tidak diketahuinya.


Zyden diam saja saat semua orang melihatnya, dan orang-orang itu juga menatapnya cukup lama. Tidak ada suara untuk beberapa saat, keheningan melanda tempat itu.


Zyden yang merasa aneh ditatap bodoh oleh kebanyakan wanita mulai berbicara. Benar! Tidak adanya suara karena mereka semua menikmati wujud dari anak itu.


"Aku sangat lelah, jadi besok pagi saja ya?" Ucap Zyden halus yang membuat beberapa wanita tersipu. Elsa, Sofia, Sarah, bahkan Laura yang tadi sedang berbicara santai dengannya pun tersipu melihat wajah Zyden yang sulit dikatakan selain tampan.


"Kami tidak punya waktu untuk menunggumu sampai pagi." Seru wanita yang berteriak tadi, dia Nika dan hanya dia dan Angela yang tidak terlalu memperdulikan ketampanan dari Zyden.


Suara Nika membuat wanita yang tersipu mulai melihatnya, mereka berfikir apakah Nika sudah biasa dengannya?, dengan ketampanan anak laki-laki tersebut?.


Nika tidak merespon tatapan yang dituju padanya, dia hanya fokus pada Zyden dengan tajam. Arnold pun melihat Nika yang sedang seriusnya menatap seorang laki-laki yang tidak tahu asal-usul nya itu.


Arnold memantapkan dirinya untuk apa yang sudah direncanakan oleh mereka sebelum datang langsung ke hadapan orang yang dituju. Lalu dia menatap ke arah Zyden dan mulai berbicara.


"Siapa sebenarnya kau?" Tanya Arnold dengan nada serius. Semua menatap Arnold tentang apa yang dia bicarakan.


"...Apa maksudmu?." Seru Zyden dengan nadanya yang biasa.


"Jangan pura-pura bodoh! Saat di guild, kau memunculkan mana mu? Dan anehnya, manamu berwarna hitam bukan biru." Ucap Arnold menunjuk Zyden. "Makhluk apa sebenarnya kau?" Lanjut Arnold tajam.


Orang yang mendengar hal itu sangat terkejut kecuali anggota partynya sendiri. Kenneth, Angela, Elsa dan Laura sangat dibingungkan dengan pernyataan itu, apalagi mereka yang sudah melihat dan mendengar jawaban Zyden saat duel kemarin.

__ADS_1


"A...apa yang kau bicarakan Arnold." Seru kenneth terkejut. "Bukankah itu adalah aura dari sihir khususnya?" Lanjutnya bertanya.


"Bukan Paman. Itu bukanlah sebuah sihir tapi mana." Ucap Arnold menggelengkan kepalanya.


Kenneth sangat shock mendengar apa yang dikatakan oleh Arnold, dia mempercayai apa yang dikatakan Zyden. Tapi, dia juga tahu bahwa Arnold tidak mungkin berbohong.


"Kenapa kau berfikir begitu?" Seru Zyden menyela.


"Beberapa elf dapat melihat mana seseorang, walau mana itu sudah kau sembunyikan sebaik apapun." Ucap Nika menjawab.


Zyden berfikir sejenak, hanya ada satu elf yang dapat dilihat disini dan dia adalah Sofia. Orang yang pernah di mintai semeja dengannya dan menangis tepat dihadapannya.


'ternyata salah saat aku membuat mereka terkejut dengan manaku. Seharusnya aku gunakan saja niat membunuhku saat itu.' pikir Zyden mengingat kejadian di guild.


Party Arnold yang melihat Zyden begitu tidak perduli akan hal itu sungguh kesal, terutama Sarah yang memiliki emosi serba otot.


"Apa maksudmu lalu? Tidak ada makhluk didunia ini yang memiliki sebuah mana berwarna hitam seperti milikmu. Makhluk apa kau ini?." Seru Nika dengan keras.


Masih tidak ada Jawaban dari Zyden, dia masih diam akan hal itu. Kenneth yang masih shock mulai sadar kembali, dan melihat Zyden penuh makna.


"Nak! Apa kau... seorang iblis?" Tanya Kenneth mengingat apa yang dikatakan oleh adiknya.


Semua orang yang mendengar itu kaget, mereka berfikir kemungkinan terbesar akan hal ini memang apa yang dikatakan oleh Kenneth.


Party Arnold yang memikirkan hal yang dikatakan oleh Kenneth benar, mulai bersiap bertarung dalam posisi mereka masing-masing. Kecuali seorang elf yang membuat hal ini terjadi, Sofia.

__ADS_1


Sofia sangat yakin bahwa Zyden masihlah manusia, tapi dia tidak mengatakannya karena sifatnya yang seharusnya begitu.


Sofia juga melihat sesuatu yang aneh tentang Zyden, dia melihat banyak sekali roh roh tingkat rendah berada disekitar Zyden. Roh roh itu seperti kunang-kunang, mereka berputar-putar mengelilingi tubuh Zyden.


Hanya Sofia yang dapat melihat itu semua, sedangkan yang lainnya tidak menyadari akan hal itu. Itulah sebabnya dia pernah mengajak Zyden untuk berparty bersamanya saat berada diguild.


Sofia tau atau lebih tepatnya, semua orang tau kalau orang yang dikelilingi oleh roh adalah orang yang sangat istimewa. Maka dari itu, hanya beberapa orang saja yang dikelilingi oleh roh roh walau itu tingkat rendah sekalipun.


Roh dikenal dengan kesuciannya, apalagi roh tingkat rendah. Itu bagaikan seorang bayi yang akan menangis atau tidak saat orang menggendongnya.


Semua orang masih menunggu jawaban dari Zyden sembari bersiap akan hal terburuknya. Kenneth agak ragu akan hal yang dia katakan, tapi itu juga untuk kepastian lebih mendalam.


Jika Zyden berkata benar, Kenneth yakin itu benar. Tapi, jika sebaliknya dia juga harus mencari jawaban akan hal itu, apalagi Kenneth yang sudah melihat dari kristal status bahwa ras dari Zyden adalah manusia.


Itu juga memiliki kemungkinan bahwa Zyden merubah hasil dari kristal status walau itu mustahil. Kenneth masih ingin tau akan hal itu, sama seperti mana, mustahil ada mana selain warna biru.


Tapi sekarang, ada mana yang berwarna hitam, itu berarti kemustahilan bukanlah hal yang sulit terjadi untuk anak didepannya.


Untuk Nika. Dia benar-benar marah, dia hampir meledak melihat laki-laki yang sedang ditanyai itu.


'Dia diam dan acuh dengan apa yang sedang terjadi disekelilingnya. Aku benci orang sepertinya.' pikir Nika.


Sedangkan untuk yang lainnya mereka memikirkan hal-hal yang menurut mereka benar. Saat semua orang sedang berfikir dan bersiap akan hal terburuk, Zyden membuka mulutnya berbicara dengan nada yang agak sedih.


"Kalian sama saja dengan orang-orang itu!"

__ADS_1


__ADS_2