Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 23


__ADS_3

Didalam hutan yang lebat terdapat sekelompok orang yang sedang berjalan, kelompok itu dipenuhi oleh wanita dan anak-anak yang dipimpin seorang anak lelaki.


Mereka menuju sebuah kota yang berada diselatan hutan.


POV Zyden


'Sudah satu jam kita berjalan ke kota dan kita baru setengah jalan, karena ada anak-anak jadinya kita lebih lama untuk sampai. Jika saja aku punya skill teleportasi, aku tidak akan repot-repot seperti ini. Sialan...' Hujatku dalam hati.


Saat ini kami sedang menyusuri hutan menuju kota, beberapa anak dan wanita sudah ada yang berkumpul dengan keluarga mereka di desa dekat sini.


Dan beberapa lainnya adalah anak bangsawan, pedagang, atau anak yatim yang desanya dihancurkan oleh para bandit itu.


Aku berencana membuang mereka pada orang-orang berwenang dikota, karena aku memiliki urusan sendiri jadi tidak bisa berbuat banyak.


'Setidaknya ini lebih baik daripada jadi budak atau tahanan para bandit, mungkin?' pikirku membanding-bandingkan.


Banyak monster yang menyerang kami, tapi untungnya skill Darkness Metal ku dapat membunuh mereka secara otomatis.


Aku menggabungkan kelebihan skill yang dapat menahan semua serangan otomatis dengan skill menyerang, jadi aku tidak perlu repot untuk membunuh mereka satu persatu.


'Ini benar-benar skill yang berguna.'


Untuk rencana lima hari kedepan, aku ingin mempelajari sihir teleportasi, karena aku tidak punya skillnya, sihir adalah jawaban yang tepat didunia ini.


Dengan bantuan mataku dan pengetahuan yang diberikan padaku, aku yakin bisa menguasainya secepat mungkin walau manaku tidak cocok dalam Sihir serangan.


Sihir teleportasi adalah sihir tingkat tinggi, didunia ini hanya beberapa orang saja yang bisa. Salah satunya spirit tingkat atas.


"Jika saja aku punya skill copy, itu akan lebih mudah..., Arkh.., kenapa banyak sekali 'jika' dalam kehidupanku kali ini. Sialan.." gumamku dalam beberapa hal yang tidak aku dapatkan.


"T..tuan?" Suara wanita membuatku berbalik melihatnya. "Apa tuan baik-baik saja?" Lanjutnya bertanya.


Wanita berambut pirang dan mata biru berbicara padaku!. Dia adalah salah satu tahanan para bandit, dia anak dari seorang count di ibukota.


Aku tidak tau kenapa seorang anak bangsawan kelas 3 berada disini. Tapi, menurut mataku dia baru saja ditangkap seminggu yang lalu.


Bangsawan didunia ini ada 6 tingkatan.

__ADS_1



Duke


Marquis


Count


Viscount


Earl


Baron



(Di atas nya ada Keluarga Kerajaan dan Keluarga Kekaisaran)


Setiap bangsawan memiliki daerahnya masing-masing, tapi kebanyakan ketiga bangsawan atas berada di ibukota kerajaan.


Sedangkan Viscount, Earl, dan Baron akan memerintah di sebuah kota besar atau kecil, kecuali di ibukota.


"S.. so.. soal itu...!" Jawab gugup wanita itu dan mengalihkan pandangannya kesamping.


"Yah...terserahlah itu bukan urusanku. Karena kau adalah salah satu orang penting di grup ini, jadi kau akan bekerja keras untuk teman tahananmu yang lain." Seruku berbalik berjalan melanjutkan perjalanan.


Wanita itu hanya diam berjalan dan sedikit menunduk, bangsawan yang lainnya juga melakukan hal sama.


Kami pun kembali berjalan ke selatan menuju kota Larkxa. Tidak banyak suara yang disebabkan oleh perjalanan kami, hanya suara burung, angin berhembus disekitar pohon dan suara hentakan kaki.


'Ini hampir malam dan kita belum juga sampai, sepertinya tidak ada pilihan lain.' pikirku agar kami cepat sampai ke kota.


'Syush... Kreeeek..., Kreekak..'


Muncul lempengan hitam lebar didepan ku yang menghancurkan pohon-pohon disekitarnya. Lempengan itu sedikit melayang di atas tanah dan ini adalah alat agar kami cepat sampai ke kota.


"Dengan ini seharusnya berhasil. Walau ini eksperimen pertamaku dan akan merepotkan untukku, tapi ini lebih baik daripada berjalan atau berkemah dihutan." Gumamku berjalan ke arah lempengan itu.

__ADS_1


Para wanita waspada saat lempengan itu muncul sedangkan untuk anak-anak, mereka kagum dan melihat lempengan metal itu seperti mainan.


"Naiklah kesini kalian semua, kita akan mempercepat perjalanan kita." Seruku yang sudah ada di atas lempengan metalku.


Semua wanita saling memandang satu sama lain, bertanya-tanya apakah itu baik atau tidak. Selagi para wanita ragu-ragu, anak-anak mulai lari kearahku dan langsung naik dengan senangnya.


Para wanita yang melihat anak-anak naik ke atas lempengan mulai mengikuti dengan rasa ragu, tapi ada juga yang senang akan hal itu.


"Kalian semua bersiaplah, saling berpegangan satu sama lain. Karena kita akan mulai..." Ucapku meletakkan tangan kedepan.


Tiba-tiba lempengan yang kami injak mulai naik ke atas sedikit demi sedikit. Ada yang senang dan gembira, takut dan berteriak, menutup mata dan menangis.


Aku tidak terlalu memperhatikannya, aku fokus untuk menerbangkan lempengan metal itu agar kami bisa terbang ke kota.


'berlatih dalam keadaan seperti ini. Tidak terlalu buruk!' pikirku yang sudah mulai terbang kedepan.


Kami terbang ke arah kota dengan metal hitam yang menjadi pijakan kami. Walau tidak terlalu cepat, tapi ini cukup untuk sampai ke kota sebelum malam.


• • •


Sepuluh menit sudah berlalu, ini sama dengan setengah jam berjalan.


Saat kami masih terbang di atas hutan, aku melihat rombongan kuda dalam jumlah besar menuju ke arah yang berlawanan dengan arah kami.


"Bukankah itu adalah ksatria. Apa yang mereka lakukan dalam jumlah yang banyak itu." Seruku melihat banyaknya orang yang menunggangi kuda.


Mereka berjumlah sekitar seratus orang, berpakaian armor putih, senjata-senjata yang menyertai armor itu, dan ada lambang di dada serta dipunggung armor mereka.


Lambang sepasang sayap berwarna emas.


'Sepertinya mereka bertujuan untuk menyelamatkan anak bangsawan yang ditahan oleh para bandit?.' pikirku terus melihat para ksatria itu.


"Tu..tuan! Itu adalah para ksatria milik ayahku." Seru wanita yang bertanya padaku tadi sembari menunjuk para ksatria.


"Ayahmu? Sebaiknya kita turun disini, agar mereka dapat menjemput kalian lebih cepat." Kataku menurunkan tumpangan yang kami naiki.


Kami turun dipinggir jalan yang biasa dilalui, jalan itu juga yang dilewati oleh para ksatria. Saat semua orang sudah turun, aku menghilangkan lempengan metal tadi lalu aku menggunakan topeng yang kubuat dari metal dan sebuah jubah hitam dari space storage.

__ADS_1


'Aku ingin meninggalkan mereka disini, tapi kalau di pikir-pikir lagi..., Bagaimana bisa para sandra dari bandit bisa bebas begitu saja? Harus ada yang jadi pahlawan bukan?' Pikirku matang-matang. 'Dan aku tidak masalah jadi pahlawan walau itu menyimpang. Hahaha!' lanjutku bercanda dalam hati.


Tidak lama kami menunggu, para ksatria sudah sampai di depan kami. "Semuanya berhenti." Teriak ksatria yang memimpin kelompok berkuda itu.


__ADS_2