Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 46


__ADS_3

"Eh? Hm..., Mau kah Tuanku mengatakan nya lagi?" Ucap Liya heran dengan apa yang Zyden katakan.


"Apa kau punya bir di istana ini?" Jawab Zyden datar.


"A... E...? Bir Tuanku?" Tanya Liya tak percaya.


"Iya!" Zyden menjawab nya lagi seperti biasa.


"M... Maafkan saya Tuanku. Tidak ada yang namanya bir di istana ini." Kata Liya dengan nada bersalah.


"Begitukah? Baiklah, tidak apa-apa." Ucap Zyden mengalihkan pandangannya ke danau.


"Ta... Tapi, saya punya sesuatu yang mirip dengan bir, Tuanku." Seru Liya mencoba menenangkan Zyden.


"Itu ada di ruangan saya, saya akan mengambilkan nya untukmu. Saya segera kembali, tolong tunggu disini." Lanjutnya berdiri dan bergegas pergi ke ruangannya.


• • •


Beberapa menit berlalu, Liya kembali dengan berlari membawa sebuah kotak kecil yang ada ditangannya.


"Huft... huft... huft! Maafkan saya Tuanku, membuat anda menunggu. Ini... saya membawa sesuatu yang mirip dengan bir." Ucap Liya memberikan kotak itu pada Zyden yang masih duduk.


Zyden menerimanya dan langsung membukanya. Setelah kotak itu dibuka, isinya adalah beberapa buah anggur berwarna merah kehitaman tapi berbentuk seperti apel.


"Itu dinamakan Leanull, buah yang sering digunakan oleh ras dwarf sebagai bahan pembuatan bir atau alkohol mereka." Ucap Liya memberitahu.


"Sedangkan saya menggunakan itu sebagai obat sakit atau penenang bagi para roh. Karena saya lebih suka menggunakan obat dari pada sihir penyembuh, semua roh yang sakit akan mendapatkan obat sebagai penyembuhnya."


"Jika penyakit itu sangat buruk, saya akan menggunakan sihir sampai kondisi kritisnya lewat, lalu memulihkannya menggunakan obat sampai dia sembuh." Lanjut Liya panjang lebar.

__ADS_1


"Obat? Apa ini bisa dimakan langsung?" Tanya Zyden acuh akan efek buah itu.


"Bisa Tuanku. Tapi, anda hanya bisa makan dua sampai tiga buah saja agar anda tidak kehilangan kesadaran." Jawab Liya.


"Begitukah? Terimakasih untuk hadiah nya, kalau begitu akan aku makan." Ucap Zyden mengambil satu lalu memakannya.


" .... "


"Rasanya terlalu manis, tapi tidak memuakkan. Ini enak!" Lanjut Zyden terus memakan buah itu.


Dua buah, tiga buah, lima buah, sampai sepuluh buah Leanull pun Zyden masih memakannya. Liya melihatnya dengan gagap dan heran, dia tidak dapat berkata-kata saat Zyden memakan buah itu dengan lahap.


"Apa ini? Aku tidak merasakan rasa mabuk setelah memakannya!" Ucap Zyden. "Apa benar ini mirip dengan bir yang biasanya." Lanjutnya bertanya.


"I.. iya Tuanku. Seharus nya itu me...mang memiliki fungsi yang sama dengan bir, karena biasanya itu digunakan sebagai bahan utama membuat birnya para Dwarf." Jawab Liya ragu akan apa yang dia katakan.


"Tapi aku sama sekali tidak merasakan apapun. Rasa mabuk atau rasa kantuk, sama sekali tidak ada. Apa ini benar-benar bahan untuk membuat bir?" Ucap Zyden melihat kotak itu dengan memancarkan titik merah dimatanya.


"Apa maksudmu! Dan jangan panggil aku dengan panggilan itu. Aku bukan milikmu." Ucap Zyden dingin yang membuat Liya agak tertegun akan perubahan dan mata merah Zyden.


"Ma ma..., maafkan saya! Saya mohon, maafkan kelancangan saya." Seru Liya membungkuk. "Yang saya maksud adalah tubuh Tu...an memiliki kekebalan terhadap alkohol dan sesuatu yang bisa membuat kesadaran hilang."


"Karena itulah buah Leanull yang tuan makan tidak menghasilkan efek yang sebenarnya." Lanjutnya dengan nada hormat.


"Begitu." Ucap Zyden berdiri dan memberikan kotak itu pada Liya. "Katakan pada Erika, suruh dia bersiap-siap karena kita akan berangkat besok pagi! Lalu bawa buah itu sebanyak mungkin dan berikan padaku besok, aku akan membelinya." Lanjut Zyden memberi perintah.


"Besok pagi? Bukannya Tuan sedang tidak enak badan sekarang!" Seru Liya.


"Lakukan saja apa yang aku katakan tadi, aku tidak mau membuang-buang waktu lebih banyak." Ucap Zyden pergi meninggalkan Liya sendirian.

__ADS_1


'aku harus tahu bagaimana tubuhku bisa menjadi seperti ini?' pikir Zyden pergi ke kamarnya.


Sesampainya dikamar, Zyden langsung menggunakan skill eyes of knowledge pada tubuhnya.


"Benarkan! Skill Darkness Metal tidak bisa berkembang lebih jauh lagi, sial. Mengapa ini bisa terjadi?" Seru Zyden kesal.


"Mataku juga tidak mengetahui penyebab kenapa ini bisa terjadi. Satu-satunya yang bisa kupikirkan hanyalah dewa sialan itu dan..., ah!"


Lanjutnya mengingat suatu hal.


"Benar, segel bodoh itu...! Semuanya terjadi setelah dewa sialan itu memberikan sebuah segel pada tubuhku. Skill Darkness Metal adalah hasil dari 'sesuatu' yang disegel itu."


"Dengan membatasi pergerakan 'sesuatu' itu maka hasilnya juga akan dibatasi."


"Akh..., Semuanya jadi masuk akal sekarang. Apa dewa brengsek itu ingin menjatuhkan ku, atau... Tch! Ternyata dia ingin aku untuk mengontrol 'sesuatu' itu." Seru Zyden memikirkan semua kemungkinan yang ada.


"Tanpa kau lakukan hal seperti ini pun akan aku lakukan agar bisa mengontrol nya. Tapi, kenapa kau batasi perkembangan ku dengan hal yang tidak berguna ini." Hujat Zyden pada dewa yang mereinkarnasikannya.


"Haah..., Tidak apa-apa deh. Lagian malam ini aku tidak bisa tidur, gunain aja buat mencari tahu cara mengontrol nya." Ucapnya berjalan dan duduk bersila di atas kasur.


Zyden pun mulai menutup matanya dan berkonsentrasi merasakan suatu entitas didalam tubuhnya.


• • • • •


Pagi hari, Zyden sudah bersiap di aula istana. Dia memakai pakaian hitam, celana hitam serta jubah hitam yang membuatnya sangat mencolok.


Zyden sedang menunggu Erika yang sedang bersiap-siap. Tidak lama kemudian, dua orang wanita datang dari lorong yang terhubung dengan aula istana itu.


Seorang wanita berumur 16 tahun dengan pakaian seorang petualang yang membuatnya cocok dengan rambut ungu dan tubuh tomboi nya.

__ADS_1


Sedangkan seorang lagi mengikuti dibelakangnya, berambut putih keperakan dan menggunakan pakaian pelayan yang terlihat sangat biasa serta mudah untuk bergerak.


"Kenapa kau lama sekali, bukankah sudah kukatakan kita akan pergi saat pagi." Seru Zyden dingin pada dua wanita yang baru saja sampai didepannya.


__ADS_2