Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 21


__ADS_3

"Ya! Kalian sedang diserang sekarang." Suara anak laki-laki terdengar oleh para bandit yang panik.


Para bandit mencari asal suara itu, tapi mereka tidak menemukan nya.


"Lihat diatas." Salah satu bandit berteriak dan menunjuk sosok yang dimaksud.


Semua bandit langsung melihat sosok yang dimaksud itu. Seorang anak laki-laki dengan sayap hitam dipunggungnya, dia menggunakan pakaian biru kehitaman, mata hitam yang menyala merah dan sebuah pedang hitam ditangannya.


"I..iblis!" Seru seseorang.


IBLIS


Iblis adalah salah satu ras yang ada di Bessara, mereka mirip seperti manusia atau elf. Ciri-ciri iblis adalah memiliki tanduk di kepalanya, telinga runcing tapi lebih pendek daripada elf, mata merah dan sepasang sayap merupakan ciri khas mereka.


Kata-kata itu membuat semua orang yang melihatnya tertegun takut dan menggigil.


"A..a..apa y..yang dilakukan iblis.. disini!"


"Kita..akan ma..ti!"


"Aku belum mau mati.."


Masih banyak lagi ucapan putus asa dari para bandit, sedangkan untuk anak yang dimaksud, dia turun kebawah sembari tersenyum.


"Ah... Ekspresi yang nostalgia. Sudah berapa lama aku tidak melihatnya." Seru anak itu, dia adalah Zyden.


Semua orang takut melihat senyum dari anak itu, mereka seakan melihat senyuman monster yang melihat mangsanya tak berdaya.


Bos bandit dan dua wanita itupun tertegun melihatnya, tapi ada rasa ingin melawan dari mereka bertiga.


"Tenanglah kalian semua. Walaupun dia adalah iblis, dia masih anak-anak. Kita bisa mengalahkannya." Suara serak membuat semua orang melihat kearahnya.


Para bandit itu mulai menunjukkan ekspresi yang berbeda dari rasa takut tadi setelah mendengar suara pria paruh baya itu. Senang, percaya diri, dan rasa ingin membunuh musuhnya.


"Be..benar benar. Ada bos bersama kita, kita pasti bisa membunuh iblis ini." Seru bandit menyemangati.


"Iya, ditambah nona Elisa dan Arisa disini, kita pasti menang." Ucap yang lain.


Para bandit sekarang semakin percaya diri bahwa bisa membunuh orang yang dikira iblis itu. Mereka bersiap untuk bertarung dengan senjata mereka masing-masing. Pedang, tombak, panah, sihir, semua siap bertarung.


Sedangkan disisi lain, Zyden masih tersenyum melihat mereka.


'Rasa ingin hidup sungguh menakjubkan, bahkan beberapa kata bisa memutarbalikkan hati seseorang.' pikir Zyden.

__ADS_1


"Sepertinya kalian sedang keliru disini!" Seru Zyden. "Aku bukanlah iblis. Tapi..., aku adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawa kalian!." Seru Zyden menekan kalimat terakhirnya dan melesat ke beberapa bandit.


'sriing' 'sriing' 'sring..'


'Argh...,' 'tidak...,' 'to.. tolong..argh...'


Satu persatu kepala bandit berjatuhan, menyisakan 7 orang termasuk bos bandit itu.


"Beraninya kau..." Seru bos bandit itu melepaskan mananya. "Fire ball".


'Wuush..., Boom!'


Sebuah bola api besar menuju ke arah Zyden dan sebuah ledakan pun tak terhindarkan. Asap tebal menyelimuti anak yang dikira iblis itu, para bandit yang tersisa tersenyum senang akan serangan bos mereka.


Tapi, senyuman itu tidak bertahan lama. Asap pelan-pelan menghilang, memperlihatkan seorang anak yang masih berdiri tanpa adanya luka. Dia masih tersenyum, yang membuat para bandit kembali takut.


"Aku akan jadikan kalian samsak tinjuku." Seru Zyden bersiap menyerang sembari tersenyum puas.


"Elisa, Arisa, bersiaplah dia akan datang." Ucap bos bandit itu pada ke-dua wanita disamping nya.


Ke-dua wanita itu bersiap dengan senjata mereka masing-masing, Elisa memegang sebuah sabit besar ditangan kanannya. Sedangkan, Arisa mengambil pedang gergaji dipunggungnya.


Mereka sudah siap menerima serangan. Tapi, mereka tidak menduga, satu persatu para bandit terpental dari tempatnya berdiri tanpa mereka sadari alasannya dan menabrak beberapa bangunan.


Bos bandit yang tidak tahu apa yang terjadi melihat Zyden kembali. Zyden masih tersenyum dengan beberapa sengatan hitam kecil berada ditubuhnya. Bos bandit marah dengan hal itu dan menyiapkan sihirnya lagi.


"Air patuhilah diriku, jawablah panggilanku, dan remukkan musuhku. Water booming..!" Seru bos bandit itu mengangkat tangannya ke atas.


Seketika udara menjadi dingin, dan sebuah ombak besar muncul diatas bos bandit itu. Ombak itu langsung menghantam tempat yang dituju, yaitu tempat Zyden berdiri.


'Boom'


Ledakan diiringi sebuah hujan karena ombak yang menghantam tanah terjadi. Pandangan semua orang agak kabur sebab hujan yang deras itu, tapi ada suara seseorang saat hujan itu masih mengguyur.


"Apakah kalian yakin dengan serangan seperti ini." Seru Zyden yang masih berdiri ditempatnya, tapi sekarang terlihat sebuah benda hitam yang melindunginya.


"Sial, Elisa! Arisa! Maju..." Perintah bos bandit.


Dua wanita itu langsung maju tanpa basa-basi, mereka membabi buta pada musuhnya yang dilindungi oleh sebuah benda hitam. Elisa menghantam pelindung itu dengan sabitnya terus menerus, sedangkan Arisa mencari celah bersiap menyerang.


Zyden masih diam tak bergerak, dia melihat serangan wanita sabit itu yang sia-sia dengan santainya. Seketika, ada sebuah pedang yang berbentuk seperti gergaji panjang melayang dari belakang siap mencabik Zyden.


Zyden masih santai dengan serangan dari belakang itu, sebuah pelindung muncul dan menangkis pedang gergaji itu lalu pedang itu kembali kepemiliknya. Arisa kesal karena serangannya dapat dipatahkan dengan mudahnya. untuk Elisa, dia masih menghujani pelindung itu dengan sabitnya.

__ADS_1


"Stone crush"


Sebuah mantra terdengar, setelah itu muncul gempa berukuran kecil berada dibawah kaki Zyden, dia masih diam berdiri santai. Elisa dan Arisa yang merasa akan ada sebuah serangan mundur ke tempat bos bandit itu berada.


Sebuah tanah setengah bulat siap menghimpit Zyden dari arah depan dan belakang nya. Bos bandit meringis lelah karena sihir yang dia gunakan.


"...Ini adalah sihir tingkat menengah atas. Aku harap ini bisa menghancurkan iblis kecil itu." Gumam bos bandit dengan nafas berat.


'bom...'


Suara tanah yang saling bersentuhan terjadi, sebuah tanah berbentuk bulat besar dapat dilihat jelas dengan mata telanjang. Itu adalah hasil dari sihir bos bandit yang mengeluarkan sebagian besar mananya.


Bos bandit puas dengan hasil sihirnya, dia merasa berhasil membunuh musuhnya. Tetapi...


'Kreek, krekek, kreekek'


Retakan muncul pada tanah besar itu membuat bos bandit dan dua orang terakhir disampingnya membelalakkan mata.


'ckreek! Boom!'


Tanah itu hancur menjadi batu-batu kecil yang berserakan kemana-mana, memperlihatkan seorang anak yang sedang mengarahkan tangannya kedepan.


"Sepertinya kita akhiri saja sekarang ya?." Ucap anak itu.


'duar! Buk!' suara ledakan dan sesuatu terjatuh terdengar.


Betapa terkejutnya ke-dua wanita itu yang melihat bos mereka jatuh ketanah dengan kepala hancur. Dia mati mengemaskan tanpa kepala, ke-dua wanita itu masih kaku melihat pemandangan itu dan...


'jleb'


Sebuah pedang menusuk perut Elisa dan Arisa. Mereka tersungkur kebawah menahan rasa sakit yang disebabkan pedang itu. Zyden berdiri tepat dihadapan Elisa dan Arisa, dia melihat itu seakan-akan tidak merasakan rasa kasihan.


"Kalian berdua sangat bagus untuk pajanganku? Apa kalian berkenan akan hal itu?" Tanya Zyden dengan nada dinginnya, memperlihatkan mata hitam dan titik merah menyala menyertainya.


Elisa dan Arisa masih diam tak menanggapi, entah karena rasa sakit atau rasa takut. Itu tidak bertahan lama sampai Elisa berbicara.


"A..aku dan a...dikku tidak mungkin melayani iblis sepertimu." Seru Elisa.


"Kakak benar..., kau adalah monster berwujud manusia. Tidak mungkin kami akan sujud pada makhluk seperti mu." Lanjut Arisa meneruskan.


"Hm.., Kalian mungkin benar. Aku juga tidak mau bekasan." Ucap Zyden berpura-pura berfikir "Maka matilah!." Lanjutnya sembari tersenyum dan mengulurkan tangan.


'Bsyurr...' 'Arkh...' teriakan kakak beradik itu terdengar sangat keras, mereka dibakar oleh api hitam milik Zyden.

__ADS_1


Sehabis membakar kedua kakak beradik itu, Zyden juga membakar semua mayat bandit yang ada disana menjadi debu.


__ADS_2