
*Chapter Spesial Start*
Di alun-alun kota Darion, Erika sedang menundukkan kepalanya merenungkan sesuatu di depan empat pahlawan dari 16 pahlawan yang dipanggil oleh kerajaan Otuhl ini.
Erika berekspresi rumit yang membuat ke empat pahlawan merasa canggung dengan hilangnya anak bertopeng hitam tadi.
Asren yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada Erika, dan apa hubungannya dengan hilangnya Zyden tiba-tiba.
Tapi, dia tidak terlalu memikirkan nya lalu mulai berbicara. "Erika, apa kau baik-baik saja?" Ucapnya dengan rasa penasaran dan cemas.
Erika diam tak menjawab yang membuat Asren semakin merasa cemas. Namun, tak lama kemudian seorang anak perempuan berambut abu-abu mendekati mereka berdua dan mendorong Asren kesamping.
"Apa yang kau katakan, otak rumput! Harusnya bukan itu yang kau katakan." Seru anak perempuan itu yang bernama Eciela. "Hei Erika, apa yang baru saja terjadi? Kemana hilangnya pria bertopeng itu pergi?" Lanjutnya bertanya pada Erika.
Masih tidak ada jawaban dari Erika, dia masih menunduk dan terhanyut dalam lamunannya.
Eciela yang tidak tahan melihat Erika diam saja, dia mencoba menyadarkan Erika dengan cara mengguncangkan tubuhnya. "Erika? Erika? Bangun, hei hei, cepat bangun!" Seru Eciela.
"..., Eh? Iya, ada apa?" Ucap Erika terkesiap dalam diamnya.
"Ada apa? Harusnya bukan itu jawaban mu. Apa yang terjadi pada pria bertopeng itu, kemana dia menghilang?" Seru Eciela bertanya dengan rasa penasaran yang besar.
Erika tidak langsung menjawabnya, dia berpikir sejenak dan berekspresi sedih. "Dia... Pergi." Gumamnya lirih namun dapat didengar oleh orang disekitarnya.
"Dia tidak pergi, tapi menghilang! Apa kau tau apa yang baru saja terjadi? Dan bagaimana bisa dia menghilang begitu saja!" Ucap Eciela. "Hei, jawab aku!" Lanjutnya dengan nada tinggi.
"Tenanglah, Ecil. Kau membuat Erika tertekan." Suara pria berambut biru dan berkacamata menenangkan Eciela, dia adalah Lester.
"Ya! Tenanglah, kita bahkan belum mendengar penjelasan dari Erika." Seru Asren menimpahnya.
"Bagaimana bisa aku tenang." Ucap Eciela resah. "Seseorang baru saja menghilang tepat didepan mataku. Aku bahkan tidak dapat merasakan kemana dia menghilang?"
"Dan lebih buruknya, aku tidak tahu bagaimana dia bisa menghilang? Lalu..., kau ingin aku tenang. Begitu!" Lanjutnya meninggikan kata-kata terakhir nya.
"Iya, aku ingin kau tenang. Dan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Erika." Jawab Lester sembari melihat Erika.
Mereka berempat serempak melihat Erika. Mereka meminta penjelasan tentang hilangnya pria bertopeng yang dianggap sebagai tunangan dari anak perempuan berambut ungu itu.
"Dia... Dia pergi. Aku tidak tahu dia pergi kemana, tapi yang pasti... dia pergi." Ucap Erika dengan nada rendah yang terdengar agak sedih.
"Zyden adalah pengguna kemampuan khusus. Kemungkinan juga, dia menggunakan kemampuan khusus nya untuk menghilang pergi dari sini." Lanjut Erika menjelaskan apa yang dia tahu tentang Zyden.
__ADS_1
Erika hanya di beritahu tentang masa lalu, misi dan sesuatu yang ada ditubuh Zyden. Erika tidak diberitahu tentang keberadaan SKILL yang dimiliki oleh Zyden.
Sebagai gantinya, dewa Asteria hanya memberitahu bahwa Zyden adalah pengguna kemampuan khusus, sama seperti yang diminta oleh dewa Cyan sendiri.
• • •
"Kemampuan khusus? Apa itu?" Tanya Asren penasaran.
"Kemampuan khusus adalah sebuah sihir yang dimiliki oleh seseorang tanpa menggunakan sebuah mantra." Seru Lester menjawab. "Sebuah sihir yang dapat digunakan sepuasnya oleh pengguna tanpa adanya kendala kecuali kehabisan mana." Lanjutnya.
"Sihir tanpa mantra? Apa hal itu memang ada di dunia ini?" Ucap Asren bodoh.
"Haah, sudah aku bilang. Baca semua buku yang aku rekomendasi kan untuk mu sebelumnya!" Seru Lester. "Beginilah jika kau tidak pernah memegang satu pun buku dalam hidup mu." Lanjutnya mengejek.
"Kau tau kan aku tidak pandai membaca." Sahut Asren yang membuat ketiga temannya kesal.
"Lalu Erika? Apa kau tahu kemampuan apa yang dimilikinya?" Ucap Eciela.
"Aku tidak tahu! Sejujurnya, aku tidak tahu apapun tentangnya." Jawab Erika dengan nada berat dan sedih.
"Apa maksudmu? Bukankah dia adalah tunangan mu?" Tanya Lester yang membuat Asren berkedut.
"Aku, aku tidak tahu apapun tentang nya." Seru Erika dengan nada berat. "Walau aku tahu apa yang pernah dia lalui, walau aku tahu apa yang sedang dia rasakan."
Ke-empat pahlawan yang melihat itu sangat keheranan dengan apa yang Erika katakan. Mereka heran dengan apa yang telah terjadi pada Erika dan Zyden.
Melihat Erika yang menangis, Eciela memeluk Erika untuk menenangkan nya. Sedangkan tiga orang lainnya hanya diam dan berpikir tentang hubungan Erika dan anak bertopeng itu.
•
•
•
Sementara itu ditengah-tengah hutan belantara.
"Bom!"
Suara ledakan terdengar sangat keras, membuat semua hewan dan monster berserakan kemana-mana. Penyebab ledakan itu adalah seorang pria yang berpenampilan serba hitam.
Dari rambut hitam, jubah hitam, sepatu hitam, topeng hitam, dan bahkan terlihat iris mata berwarna hitam dibalik topengnya. Dia adalah Zyden, dia ber teleport dari alun-alun kota ke pedalaman hutan belantara.
__ADS_1
"Hah hah hah. SI JA-LANG ITU!" Suara tegas terdengar seperti sedang menahan amarah dari balik topeng nya itu.
"Sial!" Zyden melepas topeng dan melemparnya kedepan. "Bagaimana bisa aku terjebak bersamanya, dia hanya penambah masalah saja. Dasar!" lanjutnya mengeluarkan amarahnya.
"Huuuh... Tenanglah diriku, tenanglah." Ucapnya menahan emosi. "Tck." Namun sekali lagi, Zyden mengingat perbuatan Erika yang menyulut kemarahan nya.
Kabut hitam menjalar muncul ke semua bagian tubuh Zyden, titik merah menyala terang tepat ditengah-tengah iris matanya.
Setelah menahan amarahnya yang sangat besar, Zyden sudah tidak kuat lagi lalu melepaskan nya dengan cara memukul kearah samping nya.
'Aaaa.... Boom...!'
Pukulan yang dilepaskan oleh Zyden menimbulkan angin besar yang mengakibatkan pohon-pohon yang dilaluinya hancur berantakan.
Burung-burung beterbangan, monster berteriak ketakutan, hutan itu menjadi sangat berisik. Bukan karena ledakan tadi, namun karena aura dari anak yang berpenampilan serba hitam itu.
Kabut hitam itu terus bertambah besar menutupi seluruh bagian tubuh Zyden.
Itu adalah penampilan yang sangat menakutkan, lebih tepatnya monster yang mengerikan.
Dan itu merupakan pemikiran dari beberapa iblis yang melihat Zyden tidak jauh dari sana. Iblis iblis itu mendengar sebuah ledakan dan mencoba untuk menyelidikinya.
Setelah sampai ditempat ledakan itu, mereka mengamati daerah sekitar dan menemukan seorang anak laki-laki yang sedang melempar topeng yang dikenakannya.
Mereka memperhatikan anak itu baik-baik sebelum mereka membunuh nya. Tapi, saat sebuah kabut muncul dan mulai menyelimuti seluruh tubuh anak itu.
Para iblis yang sudah memperhatikan anak itu langsung melebarkan mata dan menggigil ketakutan. Mereka melihat sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
"Tu... Tuan! A.. a.. apa itu? A... apa itu adalah seorang anak manusia?" Salah satu iblis bertanya dengan gagap dan keringat bercucuran diwajahnya.
"Hah... Hah... Hah..., Ak, aku tidak tahu apa itu. Sebaiknya, sebaiknya kita melaporkan hal ini pada semuanya." Ucap iblis yang ditanyai itu dengan suara berat akan ketakutan. "Ki... Kita pergi sekarang!" Lanjutnya memberikan perintah.
Iblis iblis itu langsung memutar badan mereka berniat meninggalkan tempat itu. Namun saat mereka akan pergi, mereka merasakan sebuah niat membunuh yang membuat tubuh mereka berat dan tidak bisa untuk digerakkan.
Beberapa iblis jatuh karena mereka tidak kuat akan tekanan yang dialaminya. Iblis yang dipanggil tuan tadi pun ikut merasakan nya, dia mencoba menengok kebelakang melihat anak laki-laki itu.
Tapi saat dia melihat nya, anak itu sudah tidak ada ditempat dia berdiri tadi. Hanya ada beberapa kilatan hitam serta beberapa retakan ditanah yang dipijak anak itu. Dan tiba-tiba...
'Kuhk.'
Iblis itu tercekik oleh tangan seorang anak yang dipenuhi oleh kabut hitam di seluruh tubuhnya. Anak itu mencekik nya sangat erat dan mengangkat nya keatas.
__ADS_1
"Aku kira apa, ternyata hanya tikus rendahan yang tidak memiliki sayap." Seru Zyden mengeratkan pegangannya.