
Di taman perumahan abad modern. Banyak anak-anak sedang bermain dengan senangnya menikmati hari.
Canda tawa dan kegirangan anak-anak terdengar jelas saat mereka sedang bermain kejar-kejaran. Tapi! Ada satu anak laki-laki yang sedang dikejar oleh banyak anak-anak dibelakangnya.
Anak laki-laki itu terus berlari dengan senangnya tanpa memikirkan area sekitarnya. Sedangkan anak-anak yang mengejarnya, mereka terlihat sangat cemas dan khawatir akan anak yang mereka kejar itu.
Ada sekitar tujuh anak yang mengejar dan semuanya perempuan serta lebih tua daripada anak laki-laki itu.
"Zyden! Zyden! Berhentilah berlari seperti itu! Nanti kau jatuh." Salah satu anak perempuan yang mengejarnya berteriak memperingati.
"Ahahaha... Ayolah kak, tangkap aku! Ahahaha..." Anak laki-laki yang dikejar itu berseru dengan gembiranya tanpa memperhatikan kekhawatiran anak-anak dibelakangnya.
Saat anak laki-laki itu masih dalam kegembiraan nya berlari, tiba-tiba dia tersandung dan jatuh dengan cukup keras.
'bukh...'
"ZYDEN!!"
"Aw..., Hiks hiks..., Aaa....."
Anak laki-laki itu mulai menangis yang membuat anak-anak yang mengejarnya tadi gelisah dan langsung mendekatinya.
"Zyden, kau tidak apa-apa?" Ucap salah satu anak perempuan itu.
"Oh, tidak! Kau berdarah?" Seru yang lainnya.
"Aah... Tidak apa-apa². Kami akan membersihkan nya untukmu."
Mereka pun mulai membersihkan darah yang ada pada luka anak itu. Selagi mereka membersihkan lukanya, anak laki-laki itu masih larut dalam tangisannya.
Kebetulan atau kemalangan? Luka yang dialami anak itu berjumlah tepat tujuh luka yang masing-masing anak perempuan itu bersihkan.
Luka disiku nya, telapak tangannya, lututnya, serta dagunya. Semua itu dibersihkan oleh masing-masing satu anak perempuan dengan cara yang berbeda.
"Lihat! Sudah bersih. Lukanya sudah kami bersihkan, jadi berhentilah menangis ya!" Seru salah satu anak.
"Hiks, hiks. Tapi ini masih sakit..." Jawab anak laki-laki itu merengek.
"Kalau begitu, akan kami ambil juga rasa sakit itu agar kami juga merasakannya."
"Yap! Tidak akan kami biarkan Zyden kami tersayang menanggung nya sendirian."
"Jadi, berhentilah menangis dan jangan sampai menangis lagi..."
"Karena kami akan selalu ada untuk mu."
Anak laki-laki itupun mulai di peluk oleh semua anak disekitarnya secara bersamaan.
• • •
Dilain waktu, mereka semua sudah tumbuh besar.
Para anak perempuan itu sedang ragu didepan pintu sebuah kamar. Mereka ragu akan masuk sekarang atau tidak sama sekali.
__ADS_1
"Baiklah! Zyden... Kami masuk..."
'ckreek'
Pintu dibuka memperlihatkan sebuah kamar yang simple sebagaimana kamar anak laki-laki berusia 14 tahunan.
"Zyden? ..., Ah?"
Mereka terkejut karena menemukan seorang anak yang sedang duduk di kasur nya dengan wajah dan tubuh penuh luka serta mata yang terlihat akan mati.
Mereka saling memandang satu sama lain seperti sedang bertukar informasi hanya dari tatapan mata. Setelah mereka mulai memustuskan sesuatu, salah satu anak mulai berbicara.
"Mm... Zyden? Paman tidak melakukan hal ini karena kau berbuat salah."
"Benar, Zyden kami tersayang tidak akan melakukan kesalahan."
"Mereka pantas mendapatkannya karena mengatakan hal yang tidak-tidak pada Zyden kami."
"Jadi, jangan terlalu membenci paman untuk hal ini, mengerti?"
"Dia melakukan ini untuk kebaikanmu dan sebuah pengalaman untukmu."
"Bukankah Zyden kami kuat, kau pasti bisa menghadapi ini dengan mudah."
"Benar, Zyden kami pasti bisa, karena kau kuat dan kami akan selalu ada untuk mendukung mu."
Perkataan menenangkan dan dukungan dilontarkan oleh mereka. Sedangkan untuk anak laki-laki itu, dia melihat mereka dengan tatapan kosong.
Dilihat seperti itu, mereka mulai ragu lagi. Lalu, salah satu anak perempuan mendapatkan sebuah ide gila bagi orang-orang normal lainnya.
"Hei, pengalaman baru? Memangnya apa?" Bisik anak lainnya.
"Benar itu! Dan sesuatu yang enak itu juga apa? Memangnya kita punya manisan disini?"
"Apa kalian lupa? Bukannya kita ingin melakukannya? Dan kita juga sudah sering mendiskusikan ini untuk waktu yang lama. Apa kalian lupa dengan keinginan kita selama ini?"
Mereka saling memandang satu sama lain lagi. Lalu, mereka tersenyum bersama seperti saling mengerti atau memiliki pemikiran yang sama akan satu hal.
Mereka melihat anak laki-laki itu seperti sedang melihat kelinci yang siap diterkam. Dan...
"Benar Zyden! Ayo kita ke kamar kakak, kakak akan berikan sesuatu yang luar biasa pada mu." Bujuk salah satu dari mereka dengan semangat.
"Ya ya! Ayo ayo! Kau pasti akan merasa sangat senang."
"Ayo semuanya, kita akan bersenang-senang hari ini."
"Ya! Ayo bersenang-senang. Hahahaha."
Para anak perempuan itu menarik dan mendorong tubuh anak laki-laki itu dengan senangnya menuju kamar mereka dan melakukan sesuatu di luar nalar bagi keluarga biasanya.
Hal itu berlanjut selama 2 tahun lamanya, karena suatu alasan mereka berhenti.
Lalu, satu tahun telah berlalu. Anak laki-laki itu sudah dewasa dengan umur yang siap masuk SMA.
__ADS_1
"Zyden, apa kau mau berangkat sekolah sekarang?" Tanya seorang wanita pada anak laki-laki yang sedang duduk mengenakan sepatu nya di depan pintu rumah.
"Iya. Karena ini hari pertama ku bersekolah, aku harus datang lebih awal." Jawab anak itu halus.
"Wah..., Zyden kami akhirnya bisa bersekolah juga ya! Hehehe." Ucap wanita lainnya yang datang bersama rombongannya.
"Ya dong, siapa juga yang membujuk paman agar Zyden tersayang bisa sekolah untuk pertama kalinya. Gua gitu loh." Seru lainnya dengan gembira.
"Iya kak! Terimakasih karena sudah membatuku membujuk ayah agar aku bisa bersekolah." Kata anak laki-laki itu dengan senyuman yang membuat orang yang melihatnya tersipu.
"Aa... Zyden ku tersayang, kenapa kau bisa seimut ini?" Teriak salah seorang wanita dan langsung memeluk kepala anak itu yang sedang duduk.
"Hei! Siapa yang Zyden mu, dia adalah Zyden ku." Seru wanita lainnya merebut anak itu.
"Hah...! Kalian berdua bisa ngomong seenaknya ya? Dia adalah Zyden ku, benarkan Zyden?"
"Menyingkirlah kalian dari Zyden ku, jauhkan tangan kotor kalian padanya!"
"Apa? Kau saja sana yang menyingkir, kau membuat Zyden ku terganggu."
"Kau saja yang menyingkir!"
"KAU SAJA!"
"KAU SAJA!"
Mereka memperebutkan anak itu dengan usaha yang keras. Sedangkan untuk anak itu, dia hanya tersenyum pasrah diperebutkan oleh kakak-kakak nya.
"Hei kalian, BERHENTI! Kau membuat baju Zyden menjadi kusut." Teriak wanita yang menyapa pertama kali pada anak itu.
Semua wanita yang memperebutkan anak itu langsung terdiam akan suara yang mereka dengar. Mereka melihat anak itu yang hanya tersenyum dengan kaku karena mereka mengacak-acak pakaiannya.
"MAAFKAN KAMI, ZYDEN." Seru mereka semua bersamaan.
"Hahaha... Tidak apa-apa kak! Ini sudah biasa bukan, jadi tidak masalah. Aku sudah terbiasa. Hahaha!" Tawa kaku dikeluarkan oleh anak itu.
"Haah... Dasar kalian ini, selalu saja membuatnya kerepotan." Ucap wanita yang menegur tadi. "Zyden, berangkat lah sekarang! Kau tidak mau telat pada hari pertamamu bukan?" Lanjutnya.
"Baiklah, aku akan berangkat sekarang." Seru anak laki-laki itu berdiri dan membuka pintu.
'click.'
"Aku berangkat kak, sampai jumpa!"
"Iya berhati-hatilah di jalan, dan juga ingatlah selalu. Kalau..."
"KAMI SEMUA AKAN SELALU ADA DISISI MU DAN AKAN MELAKUKAN APAPUN UNTUK MU! HAHAHA..."
Semua orang berteriak bersama dan sangat bersemangat saat mereka mengatakannya.
Anak laki-laki itu hanya tersenyum mendengarnya. "Aku tahu itu, kalau begitu aku berangkat! Sampai jumpa nanti, kak!"
'creek... click'
__ADS_1
"Aa! Hah? Huft.... Tadi itu ternyata hanya mimpi!"