Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 57


__ADS_3

"Aku kira apa, ternyata hanya tikus rendahan yang tidak memiliki sayap." Seru Zyden mengeratkan pegangan nya.


Benar. Para iblis itu adalah iblis tingkat rendah, mereka tidak memiliki sayap dan hanya punya sepasang tanduk didahi mereka.


Tanduk itu pun bukanlah tanduk yang dimiliki oleh iblis tingkat atas, cuma sepasang tanduk yang dijadikan sebagai ciri-ciri ras iblis.


Para iblis yang terjatuh dan ketakutan itu, dikejutkan oleh Zyden yang muncul tiba-tiba serta langsung mencekik pemimpin mereka.


"Kuhk... Apa yang kalian tunggu! Cepat lari...!" Seru iblis yang dicekik oleh Zyden menyuruh semua bawahannya untuk kabur dari sana.


Para iblis yang tadinya diam ketakutan, langsung tunggang langgang lari secepat yang mereka bisa. Mereka tidak memikirkan apapun selain lari sejauh mungkin dari Monster itu.


Zyden yang tidak ingin membiarkan siapapun pergi, memunculkan metal pada telapak tangan yang mencekik pemimpin para iblis itu.


'jleb.'


Metal panjang menembus leher iblis yang dicekik oleh Zyden. Dia melihat para iblis yang sedang lari dan mengarahkan tangannya kedepan tepat ke semua iblis itu. Lalu...


'duar.' 'duar.' 'duar.' 'uakh...' 'akh!'


Metal runcing muncul dari tanah tempat mereka berlari membunuh semua iblis itu. Tidak ada yang berhasil lolos dari serangan metal yang baru saja Zyden keluar kan.


"Hm... Aku merasakan sesuatu yang aku rasa sudah hilang begitu lama." Ucap Zyden memancarkan titik merah dimatanya dan sedikit tersenyum.


'srakk.'


Sepasang sayap hitam muncul dipunggung Zyden, lalu diapun melesat terbang keatas. Dia terbang dengan kecepatan tinggi menuju perkemahan yang tidak jauh dari tempatnya tadi.


'wuush.... Bum...!'


Zyden mendarat dengan sangat keras membuat tanah yang di pijak nya hancur menimbulkan banyak debu berterbangan.


Orang-orang yang ada disana pun dibuat terkejut dan heboh akan kedatangan Zyden yang menggemparkan.


"Hei, apa yang terjadi." Seru salah seorang berteriak.


"Ada sesuatu yang baru saja jatuh." Sahut orang lainnya yang melihat kegemparan itu.


Orang-orang itu berkumpul untuk melihat sebuah benda yang baru saja jatuh tepat ditengah-tengah perkemahan mereka.


"Apa itu..., Seorang manusia?" Ucap seseorang yang samar-samar melihat apa yang ada di dalam kepulan debu itu.


"Apa! Manusia! Berani sekali seorang manusia masuk ke perkemahan kita."


"Kita akan lihat, siapa yang berani menyerang perkemahan dari prajurit raja iblis."


Ternyata, orang-orang itu bukanlah manusia. Mereka adalah iblis yang diperintahkan untuk menaklukkan kota Darion.

__ADS_1


Beberapa iblis mendekati tempat berdebu yang dikira sebagai seorang manusia dengan senjata mereka masing-masing. Tapi, setelah beberapa langkah...


'slash...' 'bukh!'


Kepala berjatuhan terlepas dari tubuh mereka yang membuat semua yang melihatnya kaget tak percaya.


'woosh!'


Angin hitam kencang muncul dari tempat manusia itu, menghempaskan debu yang menutupinya dan iblis yang kepalanya terlepas dari tubuhnya jauh kebelakang.


Selepas debu yang menghalanginya hilang tanpa sisa, memperlihatkan anak laki-laki berambut hitam, berpakaian hitam, bersayap hitam dan iris mata hitam dengan titik merah menyala tepat ditengah-tengah nya.


Semua iblis yang melihatnya terdiam membeku, manusia yang dikira mereka hanya makhluk rendahan. Merupakan monster berwujud manusia dengan kabut hitam yang membentuk sesuatu.


Kabut hitam itu membentuk suatu tubuh mirip manusia, tapi semuanya terlihat hitam pekat. Kabut itu memiliki tangan, badan, dan kepala dengan mata terbuka lebar serta senyum menyeramkan.


Iblis iblis yang melihat itu, secara insting mundur dan jatuh ketakutan.


"M Mo... Mo... Monster!! Aa...!"


Semua iblis yang ada lari terbirit-birit membuang senjata yang mereka pegang, serta menabrak kemah yang menghalangi jalan kabur mereka.


Sangking takutnya akan monster yang ada dihadapan mereka, iblis yang memiliki sayap pun berlari kencang dan tidak ingat bahwa dia bisa terbang.


Tak peduli ada yang tertinggal atau tidak. Semuanya menyelamatkan diri mereka sendiri.


Alhasil, para iblis terjatuh dengan keras karena berlari sangat kencang untuk kabur dari Zyden.


Zyden menciptakan pedang dari ketiadaan ditangan kanannya, lalu berjalan menuju mereka semua dengan senyuman yang membuat semua iblis semakin histeris.


"Hiiik... Tolong, tolong aku! Aku tidak mau mati." Seru salah satu iblis yang didekati Zyden dan meronta-ronta melepaskan dirinya.


Zyden mempercepat jalannya menjadi berlari kecil, berlari, lalu menghilang meninggalkan kilatan kilatan hitam disekitarnya. Dan...


'slash.' 'uaakh....'


Satu iblis mati, membuat semuanya semakin ketakutan.


'aakh...' 'slash.' 'uaa...' 'Tidak! aa...'


Lagi dan lagi, suara teriakan kematian terdengar ditempat itu.


"Hahaha.... Mati! Mati! Mati! Hahaha."


Kesenangan akan mengayunkan pedangnya tanpa henti terlihat jelas di wajah Zyden.


Itu merupakan pembantaian sepihak yang sangat menakutkan.

__ADS_1


Beberapa iblis mencoba menyerang Zyden dengan sihir yang bisa mereka pikirkan.


Tapi, semua itu tidak berpengaruh padanya. Setiap kali sebuah sihir akan mengenai Zyden, dia berhasil menghindarinya atau sebuah metal muncul dan menahan sihir itu.


Tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka semua, ataupun tidak ada yang bisa kabur selamat dari pembantaian itu. Semua iblis itu, mati.






'drip...' 'drip.' 'drip...'


Suara gemericik hujan turun membasahi sekitar daerah kota Darion. Semua orang segera berteduh menghindari hujan yang semakin deras itu.


Lampu-lampu dijalan menyala secara selaras, para pedagang mengemasi barang-barang mereka dari hujan, dan orang-orang sekitar masuk kedalam rumah mereka masing-masing.


Kesibukan orang-orang dikota Darion terlihat begitu menyejukkan. Tapi..., Dari semua kesibukan itu, tidak ada satupun yang sadar akan sebuah pembantaian yang terjadi di dalam hutan di luar sana.


Sebuah pembantaian sepihak yang dilakukan oleh seorang anak pada pasukan invasi para iblis. Baru saja berakhir.


'jder!'


Langit berawan terlihat sangat gelap, hujan yang turun juga semakin deras, dan beberapa guntur menghiasi siang yang mencekam.


Ditengah hutan belantara, Zyden sedang berdiri melihat ke arah langit yang memiliki warna yang sama dengannya.


Berpenampilan serba hitam dengan makhluk hitam dibelakangnya, sebuah pedang ditangan kanan yang berlumuran darah, dan puluhan mayat berserakan dimana-mana.


Pemandangan yang penuh horor dan tidak ingin dilihat oleh siapapun terjadi. Zyden melihat sekeliling nya, dia melihat banyak mayat berserakan dengan ekspresi dingin, seolah-olah itu hal lumrah baginya.


Zyden menghilangkan pedang ditangan nya, sepasang sayap dipunggung nya, dan makhluk hitam dibelakangnya. Lalu, dia pun memejamkan matanya...


'Setelah melihat ceritaku, apa kalian pernah bertanya-tanya kenapa aku mengikuti takdir bodoh ini?'


'Setuju untuk membunuh raja iblis? Sukarela membiarkan seorang ja-lang diikat bersama ku? Dan kenapa aku begitu naifnya memohon-mohon pada manusia yang lebih lemah dariku?'


'Jika kalian pernah menanyakan hal itu setelah melihat ceritaku sebanyak ini. Aku akan mengatakan hal yang bahkan dewa tidak mengetahui nya.'


'Alasan aku melakukan semua ini, dikarenakan ambisiku untuk hidup kembali. Cerita berawal sesudah aku mati dan sebelum aku diberikan misi!'


'Kilas balik yang singkat namun berarti bagiku. Akan dimulai....!'


*Chapter Spesial End*

__ADS_1


*Chapter Classical Start*


__ADS_2