Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 65


__ADS_3

"Maaf ya... Sayangnya, aku bukanlah kakak mu." Jawab perempuan itu memainkan rambut Zyden.


Zyden agak linglung sebentar sebelum dia menyadari kalau ada orang asing didekat nya. Dia kaget dan berniat untuk menjauh darinya, tapi... Dia tidak bisa karena dia mati rasa.


Tubuhnya tidak dapat digerakkan sedikit pun, dia mencoba mengerahkan semua kekuatan yang bisa dia keluarkan. Tapi tetap saja, dia masih tidak dapat menggerakkan tubuhnya.


Zyden sangat terkejut dan bingung karena ada orang asing yang bisa lewat dari indera pemburu yang sudah ia latih selama bertahun-tahun.


Dia bertanya-tanya, bagaimana bisa dia berada di situasi seperti ini dan siapa orang asing yang ada di depan nya.


Selagi Zyden berfikir dan terus mencoba menggerakkan tubuhnya, perempuan yang memangku Zyden masih bermain-main dan terlihat sangat senang.


Dia tersenyum melihat Zyden yang masih diam walau dia tahu kalau anak laki-laki dipangkuan nya berusaha untuk bergerak tapi tidak bisa.


Perempuan itu sangat menikmati nya, bahkan saat anak laki-laki itu melihat nya dengan tatapan dingin dan titik merah menyala di iris matanya.


"Siapa kau?" Ucap Zyden datar setelah menggunakan skill eyes of knowledge yang tidak dapat melihat apapun dari perempuan didepannya.


"Aku bukan kakak mu, tapi aku adalah pasangan mu." Seru perempuan itu dengan nada percaya diri dan yakin akan hal itu.


"Bicaralah yang masuk akal, siapa kau dan apa mau mu pada ku?" Ucap Zyden masih dengan nada dinginnya.


"Hm..., Apa kau tidak percaya kalau aku adalah dewi mu serta belahan hidupmu?" Seru perempuan itu masih teguh dengan kata-kata nya.


Zyden mengernyitkan alisnya tidak suka, baik dari jawaban perempuan didepannya maupun kondisi tidak berdaya yang sedang dia jalani saat ini.


Kondisi mati rasa yang sedang Zyden lalui saat ini, mengingatkan nya pada hari dimana dia melihat bumi untuk terakhir kalinya. Zyden mencoba bergerak sekuat tenaga sampai sebuah kabut hitam keluar dari tubuhnya.


Kabut itu terus merembes keluar hingga menutupi mereka berdua. Namun, bukannya panik! Perempuan itu malah tersenyum dan mencium kening Zyden yang membuat kabut itu langsung hilang tak tersisa.


Zyden membelalakkan matanya melihat apa yang sudah dilakukan perempuan didepannya itu. Dia tak percaya kalau kabut yang dihasilkan oleh sesuatu yang ada didalam tubuh nya dapat dihilangkan begitu saja.


Perempuan itu terkekeh senang melihat anak laki-laki yang sedang dipangku nya membuat ekspresi yang lucu. Dia terus bermain-main dengan rambut Zyden dan sesekali tertawa manis saat menikmati waktunya.


"Jika kau ingin mengetahui semuanya, tunggu sampai Erika datang kesini ya!" Ucap perempuan itu yang membuat pertanyaan Zyden bertambah dan juga rasa ingin tahunya akan orang didepannya.


__ADS_1




Sedangkan di dapur mansion, Erika dan yang lainnya sedang sibuk membuat minuman dan sebuah kue yang terlihat sangat enak.


Minuman yang dibuat oleh Erika membuat semua pelayan yang ada disana terhipnotis oleh baunya. Dan untuk kue yang dibuat oleh Lilith serta ibunya, membuat mata termanjakan akan kemewahan manisan seorang bangsawan.


Orang-orang yang ada di dapur itu terlihat bersenang-senang baik yang membuat ataupun hanya melihat-lihat saja. Tapi..., Kesenangan itu langsung hancur setelah suara pecahan kaca terdengar keras disana.


Semua orang terkejut mendengar suara itu dan langsung melihat nya. Lalu, mereka melihat seorang anak perempuan berambut ungu yang sedang terdiam kaku dengan pecahan kaca diantara kakinya.


Anak itu membuat semua orang khawatir dan penasaran akan perbuatan yang dilakukannya.


"Nona, ada apa?"


"Erika? Kau tidak apa-apa?"


"Apa kau baik-baik saja Erika?"


"Kakak, apa kau terluka?"


Ayahnya Erika, dewa Asteria memberitahu perihal tentang dewi Freya yang meninggal kan posisi nya dan dimana keberadaannya sekarang.


Kabar itu membuat Erika berpikiran buruk tentang apa yang akan terjadi atas semua kekhawatiran nya pada hubungan Dewi Freya dan Zyden yang merupakan Reinkarnator dari dewa yang bermusuhan.


Erika langsung berlari pergi meninggalkan semuanya tanpa sepatah katapun, dia berlari dengan rasa cemas dan pucat yang terlihat jelas diwajahnya. Orang-orang yang ada di dapur terheran dan terkejut melihat Erika yang tiba-tiba lari tanpa alasan.


Mereka khawatir dan mencoba untuk mengejarnya, lalu... kehebohan pun terjadi karena pengejaran itu. Semua orang yang ada di mansion dibuat penasaran akan pengejaran yang dilakukan oleh seorang pahlawan dan dua orang penting yang ada di mansion itu.


Oliver dan dua pahlawan lainnya yang mendengar kerusuhan itupun pergi untuk melihatnya, mereka semua mengikuti Erika yang sudah lari dengan sangat cepat menuju sebuah kamar yang baru saja dia masuki tadi.


Tanpa kata-kata atau sebuah salam, Erika langsung mendobrak pintu kamar itu dengan kedua tangannya. Dan alangkah terkejutnya dia atas pemandangan yang ada didepannya.


Sebuah pemandangan yang jauh berbeda dari pertumpahan darah ataupun kekacauan merajalela yang sudah dipikirkan nya.


Pemandangan itu terlihat sangat menyejukkan dan damai seperti dua pasangan yang merasa kalau dunia adalah milik mereka berdua.

__ADS_1


Seorang anak laki-laki serba hitam yang diam tak bergerak seakan-akan menikmati pangkuan anak perempuan berambut pirang yang sedang bermain-main dengan tersenyum senang.


Melihat pemandangan itu, Erika terkejut diam tanpa kata-kata karena pemandangan itu tak pernah terlintas sedikitpun dibenaknya.


Dan tidak lama kemudian, orang-orang yang mengejar Erika sudah sampai tepat dibelakangnya.


Sebagian orang khawatir pada Erika, dan sebagian lainnya juga terdiam karena melihat dua orang yang ada diatas kasur kamar itu.


"Huft..., Erika? Kenapa kau lari seperti itu? Kau membuat kami semua khawatir, kau tahu?" Seru Eciela.


"Nona? Ada apa?" Tanya Liya heran melihat Erika terdiam. Lalu, Liya pun mengalihkan pandangannya ke arah yang dilihat oleh Erika.


Rasa terkejut dan kaget terlihat pada wajah Liya, dia terkejut karena melihat seseorang yang ditakutkan akan kehadiran nya tepat berada didepan nya sekarang.


Seorang dewi yang bisa membuat perjalanan nonanya hancur seketika.


"Oh! Lihatlah..., Ada banyak sekali orang di pintu?" Seru perempuan yang memangku Zyden yang membuat semua orang melihat ke arahnya.


Eciela, Lester, Gilbert, Oliver, Avina dan bahkan Lilith mulai memandangi nya.


"Hei ibu, lihat! Ada kakak cantik didekat kak bintang." Ucap Lilith keras menunjuk wanita itu.


"Siapa dia?" Tanya Eciela. "Erika, apa itu teman mu juga? Dia sedang memangku tunangan mu lho?" Lanjutnya yang masih dijawab diam oleh Erika.


"Sepertinya waktu untuk kita berduaan sudah habis ya, Cyanku sayang! Aku tidak berharap akan secepat ini." Ucap perempuan itu mengelus-elus rambut Zyden.


Semua orang pada kaget melihat perempuan itu memanjakan Zyden yang berstatus sebagai tunangan nya Erika. Mereka juga terheran, mengapa Erika diam saja melihat tunangan nya diperlakukan seperti itu tepat didepan matanya.


Eciela yang merasa kesal akan pemandangan didepannya mulai mengeluarkan suaranya menyatakan sesuatu.


"Hei kau, baju putih! Siapa kau? Mengapa kau memperlakukan tunangannya Erika seperti itu, dan kau juga baju hitam! Kenapa kau diam saja diperlakukan seperti itu oleh orang lain tepat didepan tunangan mu." Seru Eciela keras sambil menunjuk-nunjuk.


"Apa kau tidak punya hati sampai kau tega berselingkuh tepat didepan mata tunangan mu!" Lanjutnya terdengar sangat marah.


Semua orang memandang kagum Eciela setelah apa yang dia katakan, termasuk Erika dan Liya melihatnya juga. Sedangkan perempuan yang memangku Zyden terlihat agak terkejut mendengar perkataan dari Eciela, lalu untuk Zyden.


Dia melihat Eciela dengan ekspresi datar serta tidak suka akan apa yang didengarnya.

__ADS_1


'tch, semua perempuan sama!! Sama menyebalkan nya.'


*Chapter 65 end


__ADS_2