
Aku yang mendengar semua itu hanya bisa meringis kecut sambil melangkahkan kakiku menuju meja resepsionis.
• • •
Meja resepsionis memiliki tiga bagian, masing-masing bagian diisi oleh dua orang. Bagian-bagian nya adalah
Bagian paling kanan yang dekat dengan papan quest adalah bagian hasil. Semua quest yang sudah di kerjakan akan berada disini, baik laporan maupun penjualan bagian monster.
Bagian tengah adalah bagian pendaftaran. Baik pendaftaran menjadi seorang petualang atau mengerjakan sebuah quest akan dibereskan di bagian ini.
Sedangkan kasusku, karena aku memiliki kesepakatan langsung dengan orang penting diguild(kakak ketua guild) maka ketua guild sendiri yang membereskan nya.
Bagian paling kiri adalah tempat makanan dan minuman atau bar guild. Semua orang akan memesan ditempat ini atau resepsionis sendiri yang akan berkeliling meminta pesanan.
__ADS_1
(Setiap bagian memiliki ruang sendiri-sendiri untuk kepentingan mereka. Pintu masuk keruangan di pojok kiri setiap bagian.)
Aku langsung pergi ke meja bar yang kebetulan dekat dengan pintu belakang dan tangga lantai 2, jadi tidak terlalu jauh buatku sampai disana.
Terlihat 2 kursi dibalik meja bar tapi hanya ada satu orang saja yang mengisinya.
Seorang wanita berambut pendek warna merah muda dengan tinggi 165 cm dan badan rampingnya serta wajah cantiknya, menurutku dia sangat manis, aku suka dengan tipe seperti ini.
Tapi untuk sekarang aku tidak berniat untuk hal seperti ini, ada misi yang harus aku lakukan.
"Mungkin saat aku selesai dengan misiku, aku akan membuat harem dengannya." gumamku pelan dengan senyum tulus menyertainya. "Hehehe."
Akhirnya aku telah sampai didepan meja (calon) harem manisku. Dari dekat dia terlihat lebih imut dengan jepit rambut dikepalanya.
"Nona, bolehkah aku memesan makanan yang enak dan segelas bir.?" Tanyaku seperti biasa.
Dia memandangku sebentar dalam diam untuk beberapa saat. Aku yang melihat itu membangunkan dia dalam lamunannya.
"Ah... I..iya! A..ada yang bisa saya bantu?." Dia terbangun dari lamunannya, mukanya sedikit memerah.
'Siall...Manis banget., Aku harus menyelesaikan misiku dengan cepat.' pikirku bercanda.
'Aku lebih suka tipe sepertinya daripada Elsa. Dia terlihat lebih dewasa dan mandiri, aku suka orang yang mandiri.'
Bagaimanapun aku sering melakukan semuanya sendiri, baik dalam misi atau kehidupan sehari-hari. Kecuali pada saat kerjaan dari keluarga, aku harus bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya.
Aku adalah player solo saat berburu. Walau dulu.., waktu pertama kalinya berburu aku memang memiliki rekan.
Tapi, kebanyakan dari mereka mati atau berkhianat dan hal yang membuatku marah saat semua rekanku mati karena pengkhianat itu.
__ADS_1
Maka dari itu aku cenderung sendiri kecuali saat berpesta dimarkas, banyak anggota keluarga yang berkumpul.
(Darah lebih kental dari air). Itu adalah kata-kata yang sering muncul didunia bawah.
(Aku tidak boleh dingin kepada orang yang sudah membesarkanku kan?.)
(Jika aku tidak tau berterimakasih, aku lebih buruk daripada pencopet, iya kan?.)
"Aku ingin memesan makanan dan segelas bir. Apakah kau bisa menyediakan nya?." Tanyaku.
"Bisa.., silahkan tuan mencari meja dan tunggu. Saya akan segera menyiapkannya." Ucap dia dengan cepat.
"Baiklah." Jawabku dengan sedikit senyum.
'dia lebih kaku dari dugaanku.'
Dia langsung pergi kebelakang, dan aku yang melihat itu berbalik mencari tempat makan.
Banyak orang diguild ini jadi susah untuk mencari meja kosong, tapi ada satu meja dipojok kiri ruangan tidak ada se-siapapun yang menyadari ada orang disana.
Seorang wanita elf, terlihat sedikit rambut hujau panjang dan mata hijau yang menghipnotis semua yang melihatnya. Badan ramping tinggi sangat cocok dengan jubah dan tudung yang menutupi seluruh tubuhnya, serta busur bercorak cantik disampingnya.
Walau dia menutup telinganya, aku tau dia elf karena skillku, tapi aku tidak tau kenapa dia berpakaian seperti itu, yang aku tau ras lain dikota ini disambut hangat oleh penduduk setempat kecuali iblis.
Aku mendekati wanita itu, aku tidak tertarik dengannya tapi aku tertarik dengan kursi kosong dimeja yang sama. Kau tau! semua meja sudah diisi, hanya meja itu yang bisa dijadikan tempat untukku makan.
Jadi ya...
"Permisi, boleh aku duduk disini?." Tanyaku dengan senyuman hangat.
__ADS_1
Seketika setelah aku berbicara, guild itu menjadi sunyi.. benar-benar sunyi. Tidak ada gelak tawa, obrolan para petualang atau suara jangkrik sekalipun. Yang ada dia menatapku dengan tatapan yang terganggu.
'...sial. Aku menginjak ranjau, lagi-lagi aku berada dalam kondisi yang merepotkan. haaah..' helaan nafas kulakukan dalam hati.