Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 40


__ADS_3

Di sebuah taman yang indah, terdapat dua orang yang sedang duduk menikmati hari yang cerah.


Dua orang itu terlihat sebaya, sekitar 25 tahunan. Disisi kanan ada orang berambut hitam dan di depannya berambut pirang.


Dengan kicauan burung dan cuaca yang menyejukkan, mereka benar-benar menikmati minuman yang ada dimeja bundar itu.


"Apakah ini tidak masalah untuknya? Kau menekan penyegelan dengan paksa dan membuat nya pingsan selama tiga hari." Seru pria berambut pirang memulai pembicaraan.


"Itu tidak masalah. Dia berbicara tidak sopan pada calon istri dan calon mertuanya, bukankah itu hukuman yang pantas!" Sahut pria berambut hitam meminum teh miliknya.


"... Sekali lagi aku akan bertanya padamu Asteria! Apa kau yakin membiarkan putrimu dengan orang sepertinya." Lanjut pria berambut hitam berkata.


"Tidak apa-apa, lagipula aku berhutang padamu. Permohonan seperti ini bukanlah apa-apa, dan aku yakin Erika pasti akan faham dan menerimanya." Ucap pria berambut pirang, yang dipanggil dengan nama Asteria.


"Terimakasih karena sudah mengabulkan keegoisan ku ini, aku berhutang budi padamu!" Seru pria berambut hitam.


"Kesampingkan itu. Aku masih tidak percaya kau melakukan hal ini untuk orang yang kau reinkarnasi kan, biasanya kau tidak akan melakukan sesuatu yang merepotkan untuk mereka bukan?" Tanya Asteria dengan penasaran.


"Yah... Mungkin karena kebijakan baru ini." Ucap pria berambut hitam itu melihat pemandangan yang ada disampingnya. "Biasanya kita akan mereinkarnasikan manusia secara random, tapi sekarang. Kau diharuskan mereinkarnasikan orang yang mirip denganmu!" Lanjutnya.


"Begitu ya. Jadi kau kasihan pada dirimu sendiri sekarang." Seru Asteria.


"Itu juga mungkin. Karena dia sangat mirip denganku, aku sangat ingin menghilangkan lubang yang ada didalam hatinya. Atau mungkin juga ini sebagai pelampiasan pada diriku sendiri." Seru pria berambut hitam itu.


"Heh..., Sepertinya aku tahu apa yang kau rasakan! Orang yang aku panggil ke Bessara membuat diriku sedikit kecewa. Aku tidak pernah merasakan bahwa aku sangat mudah untuk jatuh cinta." Seru Asteria sedikit sedih.


"Itu bukan salahmu. Jika aku bertemu dengan ibunya Erika terlebih dahulu, aku juga pasti akan tergila-gila padanya." Ucap Pria berambut hitam itu menenangkan.


"Hahaha, Kau bahkan menolak dewi Freya, tapi kau mengatakan pasti akan tergila-gila pada ibunya Erika! Aku tidak bisa membayangkan hal seperti itu. Hahaha." Seru Asteria tertawa.

__ADS_1


Setelah Asteria tertawa, lingkungan itu terasa begitu sepi untuk beberapa saat.


"Hei. Cyan! Kenapa kau tidak memberitahu namamu pada Zyden?" Ucap Asteria yang dijawab diam oleh orang yang ditanyainya itu, Cyan.


"... Karena kau memiliki hak khusus untuk mereinkarnasikan manusia bukan memanggilnya. Kau mungkin tidak akan tahu rasanya ingin pulang ke dunia tempat tinggal mu sebelumnya..."


"...Bukankah memberitahu nama dari dewa yang sudah mereinkarnasikan mereka adalah suatu kebahagiaan?" Lanjut Asteria bertanya.


"Zyden lebih buruk dari orang yang kau panggil Asteria. Dilubuk hatinya, dia sangat ingin kembali ke dunia sebelum dia meninggal. Dia sangat menyukai kehidupan nya sebagai seorang pemburu..." Kata Cyan dengan nada kecil.


"...Orang yang kau panggil masih bisa kembali ke dunianya, tapi untuk orang yang sudah di reinkarnasi..., Itu sangatlah tidak mungkin." Lanjutnya agak sedih.


"Maafkan aku Cyan. Aku berkata sesuatu yang seharusnya tidak ku katakan.!" Seru Asteria menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, bukankah itu kewajiban kita merasakan semua perasaan manusia yang kita tanggung sebagai wali mereka." Ucap Cyan sedikit tersenyum.


• • • • •


Siang hari di kamar yang luas dengan kasur super besar dan beberapa furniture mewah menghiasi ruangan.


Terdapat seseorang yang sedang terbaring tidur di kasur, seorang anak berambut hitam dengan pakaian tidur berwarna putih bersih.


Dan disamping anak itu ada wanita berambut ungu yang sedang duduk menunggu anak itu bangun. Perlahan tapi pasti, anak itu sedikit demi sedikit membuka matanya memperlihatkan iris mata sehitam malam.


"Ugh... Dimana aku? ...Ugh Sial, kepalaku sakit sekali." Ucap anak itu masih terbaring dan memegang kepalanya. Zyden itulah dia.


'sial! Kepalaku serasa mau pecah' pikir Zyden kesakitan.


"Kau akhirnya bangun, kenapa kau pingsan lama sekali. Aku lelah menunggumu kau tahu?" Seru wanita berambut ungu dan berparas sempurna itu yang membuat Zyden melirik padanya.

__ADS_1


Dia adalah Erika dalam bentuk aslinya, karena dia sedang berduaan dengan Zyden.


"Ugh... Recovery." Gumam Zyden menggunakan skillnya dengan titik merah dimatanya.


Cahaya hijau bersinar terang menyelimuti tubuh Zyden, tapi itu tidak lama.


"Uhuk.... Khuk..."


Zyden batuk darah bertepatan dengan cahaya hijau yang menghilang.


"Hei! apa yang kau lakukan, dasar bodoh. Sihir tidak akan bisa menyembuhkan mu." Seru Erika khawatir.


"Dewa brengsek sialan itu. Dia tidak mengatakan apapun tentang segel ini, apa dia benar-benar dipihakku?" Geram Zyden sedikit marah.


'bagaimana dia bisa tahu kalau keadaanya ini karena segel yang ada pada tubuhnya.' pikir Erika mendengar apa yang dikatakan oleh Zyden.


Erika sudah tahu semua hal tentang Zyden karena ayahnya yang memberitahu nya. Tentang Zyden yang seorang reinkarnator, misi Zyden dalam membunuh raja iblis, atau tentang segel yang menyegel sesuatu dalam tubuh Zyden.


Dia juga tahu, apa tujuannya berpetualang dengan Zyden. Kecuali, tentang skill dan kehidupan Zyden sebelumnya sebagai seorang pemburu.


"Liya! Kemarilah." Teriak Erika yang sedang membersihkan darah pada tubuh dan mulut Zyden.


'creek... bam.'


"Iya. Ratuku!" Seru seorang wanita dengan rambut putih keperakan masuk lewat pintu.


"Cepat periksa dia, apakah dia baik-baik saja sekarang." Ucap Erika memberi perintah.


"Baik. Ratuku." Sahut Liya memeriksa keadaan Zyden.

__ADS_1


__ADS_2