Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 69 - kebenaran yang diungkapkan


__ADS_3

Setelah Erika memindahkan Zyden ke atas kasur menggunakan sihir nya. Dia kembali memandang Freya dengan ekspresi yang serius.


"Lalu dewi Freya, bisakah kau melanjutkan ceritamu tadi?". Ucap Erika.


"Yah seperti yang aku bilang tadi, kita akan menjadi rival untuk menentukan siapa yang akan tidur bersamanya." Jawab Freya dengan santai.


"Bu-bukan itu yang ingin aku dengar!" Seru Erika dengan nada tingginya. "Aku ingin dengar tentang monster yang ada di tubuh Zyden." lanjutnya menerangkan.


"Ah... Soal itu ya. Kau tahu? Aku adalah seorang dewi yang sangat disegani dan dihormati, bukan cuma oleh makhluk² fana yang ada di didunia. Tapi juga para dewa-dewi yang tinggal di atas Eden." Ujar Freya.


"Aku dikenal sebagai dewi perang dan Dewi yang melambangkan kemenangan. Aku adalah entitas yang bisa dibilang sebagai sesuatu yang tidak bisa dibayangkan dan dikejar oleh makhluk hidup bahkan para dewa sekalipun."


"Namun, pada suatu peperangan yang terjadi beribu-ribu tahun yang lalu. Terciptalah seorang manusia yang memiliki kekuatan melebihi diriku dan semua dewa yang ada, bahkan manusia itu setara dengan dewa tingkat teratas dan dapat di sandingkan dengan nya."


"Dia adalah manusia yang tercipta karena keinginan dan keindahan dari ketujuh dunia terbesar yang pernah tercipta. ketika itu, seluruh peperangan hanya menjadi bahan sasaran dari tercipta nya kekuatan manusia belaka."


"Bahkan diriku sekalipun, tidak dapat menghentikan kekuatan yang dikeluarkan dari seorang manusia semata. Dia benar-benar monster yang nyata. Dan manusia itu hanya memiliki satu tujuan, menyenangkan ketujuh dunia yang telah menciptakan nya."


"Tetapi setelah peperangan berakhir, ketujuh dunia itu secara misterius menghilang, lenyap tanpa ada bekas ataupun tanda-tanda kalau mereka pernah ada di alam semesta."


"Bertepatan dengan menghilangnya ketujuh dunia, manusia itu berubah menjadi salah satu dari dewa tingkat atas dan masih menjadi dewa tingkat atas sampai sekarang ini."


"Manusia yang menjadi dewa dan yang pernah mengalahkan ku sampai aku tidak berdaya adalah dewa yang dikenal sebagai dewa Cyan."


"Serta selama beribu-ribu tahun lamanya, aku selalu melihat kearahnya." Ucap Freya melihat Zyden dengan tatapan kerinduan.


"Dia adalah manusia pertama..., tidak! dia adalah makhluk pertama yang pernah mengalahkan ku dan telah membuat diriku jatuh cinta kepadanya."

__ADS_1


"Meskipun diriku melakukan berbagai macam cara agar dia memandang ku, bahkan hanya sebuah lirikan semata. Aku tetap tidak bisa membuat nya melihat ke arahku."


"Oleh karena itu, setelah mengetahui bahwa Cyan akan mereinkarnasikan dirinya sendiri. Aku tidak bisa menahan kegembiraan atas penantian yang telah lama aku pendam." Ujar Freya dengan raut wajah senang serta nada blak-blakan yang membuat Erika dan Liya tidak bisa berkata-kata.


"Kali ini, aku tidak akan melewatkan kesempatan emas ini dan aku tidak akan pernah melepaskan Cyan apapun yang terjadi."


"Namun, setelah mengetahui keadaan Cyan yang seperti ini. Aku merasakan perasaan yang sama seperti saat pertama kalinya melihat Cyan tercipta."


"Dia terikat oleh monster yang berada didalam tubuhnya sama seperti Cyan yang terikat oleh ketujuh dunia beribu-ribu tahun yang lalu. Serta sekarang, monster yang berada didalam dirinya melebihi ketujuh dunia itu sendiri."


"Aku takut monster itu bahkan bisa membawa kehancuran kepada seluruh alam semesta, bahkan aku dan seluruh dewa-dewi yang berada di eden tidak dapat berbuat apapun saat waktunya tiba."


"Termasuk Cyan yang ada di eden sekarang ini, aku pastikan dia tidak dapat mengalahkan monster itu." Ucap Freya yang ditimpah oleh Erika.


"Semua dewa di eden tidak dapat mengalahkan nya? Bahkan dewa Cyan sekalipun?" Ujar Erika mendengar hal itu.


'Dan juga makhluk yang menaruh entitas itu ke dalam tubuh Cyan, dia juga bukan makhluk yang bisa dianggap remeh.' lanjut Freya dalam hati.


"Lalu? Apa yang harus kita lakukan dengan monster itu? Apakah kita tidak bisa melakukan apapun?" Seru Erika bertanya.


"Tidak, kita memang tidak bisa mengalahkan nya. Tapi bukan berarti kita tidak bisa berbuat apapun." Ucap Freya berjalan menuju kasur tempat Zyden berada.


"Kita masih bisa menyegel nya, jauh didalam tubuh Cyan. Untungnya monster itu masih dalam keadaan terlemahnya. Kemungkinan, itu karena efek dari pereinkarnasian Cyan yang membuat nya seperti ini." lanjut Freya menaiki kasur.


'Jadi karena alasan itulah ayah dan dewa Cyan memberikan sebuah segel kepada Zyden. Aku pikir semua yang mereka lakukan hanya agar Zyden selalu bersamaku.' Pikir Erika.


"Dan kabar bagus lainnya adalah aku memiliki kekuatan untuk menyegel monster itu didalam tubuh Cyan." Ujar Freya mulai mendekap Zyden yang dilihat jelas oleh Erika dan Liya.

__ADS_1


"Selama aku bersama Cyan, monster itu tidak akan bisa melakukan apapun kepada Cyan tersayang ku." Lanjutnya menempelkan pipinya dengan pipi Zyden.


Erika yang melihat itu cukup geram, lalu bergegas kearah Freya dan langsung melempar Freya menjauh dari Zyden.


"Aku bisa memaklumi jika kau pengertian kepadanya karena dia adalah reinkarnasi dari dewa Cyan. TAPI! Zyden bukanlah dewa Cyan. Zyden adalah Zyden apapun yang terjadi!" Seru Erika memangku Zyden sambil memeluknya dengan raut wajah yang berani.


Freya cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Erika. Dia sadar bahwa anak laki-laki yang ada didepannya bukanlah orang yang sama dengan apa yang ada dipikirannya.


"Begitu ya... Zyden ya? Itu nama yang cocok dan sangat bagus untuk belahan jiwaku." Ucap Freya sambil tersenyum. " Sudah kuduga, aku tidak bisa melepaskan nya kali ini." lanjutnya bergumam.


"Erika! Aku tidak akan kalah dari mu untuk memperebutkan siapa yang akan tidur dengan Zyden untuk seterusnya. Tapi untuk malam ini, aku akan membiarkan mu meniduri Zyden."


"Ingat, hanya malam ini loh ya. Untuk seterusnya aku lah yang akan memimpin." Seru Freya menunjuk Erika sambil tersenyum penuh dengan arti.


Kemudian dia berbalik pergi ke arah pintu keluar. "Aku akan mengurus Oliver dan yang lainnya. Kau beristirahat saja disini menemani Zyden, kau pasti lelah bukan." Ucap Freya menengok ke arah Erika lalu kembali melanjutkan jalannya.


'mungkin bercerita sedikit seperti ini tidak ada masalah'. pikir Freya.


'Creeeak' click!


Erika yang ditinggalkan dengan kata-kata seperti itu, melihat Zyden dengan perasaan campur aduk. Dia tidak tega kalau melihat Zyden seperti ini lagi.


Walaupun pertemuan mereka hanyalah pertemuan yang bisa dibilang tidak terlalu mempesona. Tapi itu merupakan pertemuan yang sangat berarti bagi seorang gadis yang telah lama tidak merasakan arti sebenarnya dari perasaan yang saat ini dia rasakan.


"Apa yang harus aku lakukan, ayah..., ibu..." Seru Erika memeluk Zyden dengan erat.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan disisi lain hutan. Segerombolan kehidupan sedang menuju ke arah kota Darion....


__ADS_2