Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 47


__ADS_3

"Kenapa kau lama sekali, bukankah sudah kukatakan kita akan pergi saat pagi." Seru Zyden pada dua wanita yang baru saja sampai didepannya.


"..., Jangan marah-marah begitu, kita juga butuh waktu untuk menyiapkan semuanya. Itu juga salah mu karena mengatakan nya tiba-tiba. Bukankah kita akan berangkat beberapa hari lagi setelah kau lebih sehat." Jawab Erika.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk dibuang dan aku tidak perlu istirahat." Ucap Zyden. "Jadi? Apa kau membawa nya?" Lanjutnya meminta pada Liya.


"I, iya Tuan!" Sahut Liya memunculkan beberapa kotak besar dari sihir dimensinya. "Ini semua buah Leanull yang anda minta." Tunjuk Liya ke kotak itu.


"Berapa harganya?" Ucap Zyden bertanya.


"Kau tidak perlu membayar!" Seru Erika cepat. "Buat apa juga kau membayar, jika itu adalah milikmu." Lanjutnya.


"Maksudmu?" Tanya Zyden penasaran.


"Apa aku harus menjelaskan sesuatu yang sudah jelas padamu?" Ucap Erika.


"Ya. Aku lebih suka kau menjelaskan nya!" Kata Zyden acuh.


"Ingat ya... Mulai detik ini, semua yang ku miliki adalah milikmu. Dan semua yang kau punya, itu adalah punyaku. Faham?" Seru Erika mendekat dan bersuara keras.


"Hah? Bagaimana bisa seperti itu. Aku lebih baik membayarnya, daripada seperti ini." Ucap Zyden tak terima.


"Kau tidak boleh menolak nya! Itu adalah ketetapan yang harus kita lakukan, walau itu merepotkan bagi kita berdua." Seru Erika berjalan ke pintu keluar yang diikuti oleh Liya.


"Sebaiknya kita pergi sekarang, kereta kudanya juga sudah siap didepan." Lanjut Erika pergi keluar pintu.


Zyden memasukkan kotak-kotak itu ke dalam skill penyimpanan ruangnya, lalu sedikit berlari mengejar keluar.


"Hei! Buat apa kita pakai..." Ucapan Zyden terhenti karena pemandangan didepannya.


Puluhan, tidak! Ratusan roh berkumpul ditengah-tengah taman untuk memberikan ucapan perpisahan pada Ratu mereka.


Sorak sorai dan tangisan terdengar sangat meriah di taman depan istana yang membuat Zyden bertanya-tanya.


'apa-apaan ini? Dari mana semua spirit itu muncul?' pikir Zyden melihat banyaknya spirit didepannya.

__ADS_1


"Terimakasih para roh penghuni istana ini karena telah berkumpul dalam hari kepergian ku untuk berpetualang di dunia luar." Suara Erika terdengar keras ke seluruh penjuru istana yang membuat semuanya terdiam.


"Seperti yang sudah kalian tahu. Hari ini, aku akan pergi sementara waktu untuk melakukan sebuah perjalanan. Saat itu juga, aku ingin kalian menjaga istana ku dengan baik seperti biasanya."


"Walau aku akan pergi, tapi aku juga akan sering berkunjung kemari untuk mengecek keadaan istana ini, dan tentunya para roh yang sudah tinggal sangat lama bersamaku."


"Aku akan menceritakan petualangan ku pada kalian saat aku sudah selesai. Maka dari itu, tunggu aku dan rawatlah istanaku. Aku sangat senang dengan perayaan dan sambutan perpisahan yang kalian lakukan."


"Sungguh! Aku sangat bersyukur karena kalian sudah menjagaku dan membuat hidupku selama di istana ini tidak sendirian."


"Terima kasih semuanya. Aku sangat senang bisa mengenal kalian semua." Seru Erika mengakhiri pidatonya.


"Berbahagialah Nona Erika." Sorak sorai salah satu spirit.


"Nona Erika! Selamat bersenang-senang." Seru yang lainnya.


"Jangan lupa kan kami, Nona Erika. Aku mencintaimu...!"


"aku sangat ingin ikut denganmu Nona Erika. Tapi sayangnya, istriku tidak mengizinkan nya!"


"Sering-seringlah pulang. Kami akan membuatkan banyak makanan yang enak untuk anda."


• • • • •


Kereta kuda yang ditarik oleh empat kuda yang tidak biasa itu pun mulai pergi meninggalkan istana yang dipenuhi oleh banyak roh.


Kuda yang menariknya itu bukanlah kuda biasa, itu adalah roh yang berwujud seperti kuda dengan bulu putih seputih kertas, tubuh kekar seperti kuda perang dan sepasang sayap putih dipunggung mereka.


Dengan tambahan..., Kuda itu tidak memerluka seorang kusir untuk mengendalikan nya. Walau mereka hanya kuda, mereka tetaplah seorang roh yang tingkat menengah yang memiliki kesadarannya sendiri.


Setelah beberapa saat kereta kuda itu berjalan pergi, kepakan sayap sayap kuda dihempaskan yang membuat kereta itu terbang ke langit.


Kereta kuda itu menuju ke arah utara, arah pesisir benua Xyrus dan akan melewati laut yang memisahkan benua Xyrus dan benua Xyzia (benua manusia).


Didalam kereta kuda itu, ada 3 orang yang sedang duduk santai menunggu sampai tiba ke tujuan mereka. Dua perempuan yang duduk bersebelahan dan seorang laki-laki didepannya.

__ADS_1


Mereka adalah Zyden, Erika dan Liya yang sedang menuju benua Xyzia. Tepatnya di kekaisaran Aguilar, kekaisaran terbesar no 3 di benua Xyzia.


"Hey Zyden? Kenapa kita ke benua manusia? Bukannya manusia itu lemah-lemah ya?" Tanya Erika dengan nada jelek.


"Jika kau mencari orang yang kuat, lebih baik kau mencari roh tingkat atas atau ras dragoon yang terkenal dengan kekuatan nya, bukan?" Lanjutnya heran.


Zyden mengalihkan pandangannya ke jendela, lalu berkata. "Ras dragoon terkenal dengan kekuatan dan juga kesombongan akan kekuatan itu. Mereka tidak akan pernah mau mendengarkanku walau aku hanguskan ras mereka sekalipun."


"Sedangkan untuk roh..." Ucap Zyden mengingat roh bernama Ritta saat di kota Larkxa. "..., Mereka tidak akan pernah menerimaku." Lanjutnya malas.


"Huh? Apa yang kau bicarakan! Kau mengatakan hal itu seolah-olah kalau kita berdua ini bukanlah seorang roh." Seru Erika menunjuk dirinya dan Liya yang berada disampingnya.


Zyden hanya diam saja tidak menanggapi, dia masih melihat keluar jendela.


"Yah..., Kita berdua memang setengah roh. Aku setengah roh, setengah dewa. Dan Liya, setengah roh setengah manusia. Tapi itu tidak menjadi alasan kalau kami sebagai roh akan membencimu juga." Seru Erika membela dirinya sebagai seorang roh.


Zyden mulai menatap Erika dan berbicara dalam hatinya. 'itu karena kau sudah tau, apa yang menjadi alasan ku akan dibenci oleh para roh.'


"Kalian berdua! Bisa melihat roh roh yang mengelilingi ku, benar?" Ucap Zyden bertanya.


Erika dan Liya mulai ragu dengan apa yang dikatakan oleh Zyden barusan.


"I..ya itu benar! Memangnya kenapa?" Seru Erika.


"Kalau begitu, kau juga bisa melihat ini juga kan." Ucap Zyden mulai serius.


Asap hitam keluar dan menyelimuti tubuh Zyden, yang membuat Erika dan Liya membelalakkan matanya.


Namun, itu bukan semuanya. Kunang-kunang yang dilihat oleh mereka berdua itulah yang membuat Erika dan Liya benar-benar tak bisa apa-apa.


Kunang-kunang yang tadinya berwarna indah dan mengeluarkan aura yang menghangatkan, kini telah berubah menjadi kunang-kunang berwarna merah menyala dan mengeluarkan aura yang tidak mengenakkan.


Erika pernah melihat itu sebelumnya, tapi dia belum pernah melihatnya sedekat itu, dan itu membuatnya tak bisa berkata-kata.


Sedangkan Liya! Dia benar-benar dibuat waspada, dia mulai bersiap untuk melindungi ratunya dari orang didepannya. Orang yang sangat berbahaya dan orang yang sangat memuakkan untuk dilihatnya.

__ADS_1


Manusia yang dilihat oleh kedua roh itu benar-benar bukanlah manusia! Itu..., sudah seperti iblis yang sebenarnya.


"Kalian berdua berekspresi sangat bagus."


__ADS_2