
Kami sampai di depan guild, terlihat sebuah bangunan besar dengan sebuah tulisan yang terpampang tepat diatas pintu dua sisi itu.
GUILD PETUALANG KOTA LARKXA, itulah tulisan yang ada disana dengan lampu kristal ikut menghiasi tulisan.
Aku pun masuk mengikuti rombongan pak tua itu, dalam guild ini hampir sama dengan banyaknya guild yang pernah aku lihat di anime-anime.
Tempat makan disamping kanan-kiri dan meja resepsionis yang langsung dilihat saat pertama kali masuk kesini. Disamping kanan meja resepsionis itu ada papan yang dihiasi dengan kertas-kertas tersusun rapi.
Sedangkan sebelah kiri meja resepsionis ada sebuah tangga yang menuju ke-lantai 2 berdampingan dengan sebuah pintu menuju kebelakang.
Banyak petualang dari berbagai usia, tua, muda, laki-laki, perempuan, bahkan kakek-kakek pun ada disini.
Kebanyakan orang sedang makan dan beberapa mengobrol atau melihat kertas dipapan itu. Tempat ini adalah tempat teramai yang ku kunjungi di kota ini, lebih ramai dari pada penginapan.
"Angela, Elsa dan kau bocah. Pergilah ke-tempat latihan dan tunggu aku, aku akan bertemu dengan seseorang untuk membicarakan sesuatu." Ucap Kenneth pada Angela dan Elsa.
"Baik Sayang", "Baik Ayah". Seru mereka dengan sebuah anggukan. Sedangkan aku diam saja tidak menjawab.
"Nak, ikutlah mereka dan persiapkan dirimu!, Aku tidak akan menahan diri kau tahu. Hahaha..." Dia tertawa lalu pergi menuju tangga.
__ADS_1
Orang-orang yang mengikuti kami mulai berbaur dan ada juga yang langsung bergosip tentang apa yang terjadi di bar penginapan.
Akupun mengikuti ibu dan anak ini, melalui pintu disamping tangga kami sampai ditempat latihan. Tanggapanku tentang tempat latihan adalah luas dan besar, alat-alat latihan juga tersusun rapi disamping seperti pedang, tombak dan beberapa panahan.
Sebuah tempat yang cocok untuk mengamuk dengan tembok tinggi mengelilingi tempat ini, tidak perlu dikhawatirkan akan serangan yang keluar dari tempat ini.
'Yah.., tembok-tembok itu juga dipasang sebuah penghalang. Selain tempat latihan,tempat ini juga jadi tempat berlindung mungkin?.'
Setelah sekitar 10 menit menunggu pak tua itupun kembali, sekarang dia tidak sendiri ada orang berumur sekitar 20 tahunan mengikutinya.
Dengan rambut coklat, mata coklat, tinggi 170an, badan agak kurus tapi terlihat sangat terlatih. Mereka menuju kesini sambil tersenyum saat melihatku.
'Sial, masa habis di upgrade mukaku nambah jelek. Emang bener sih aku belum melihat wajahku akhir-akhir, tapi aku yakin wajahku masih tampan.'
Saat aku memikirkan ketampananku kedua orang itu sudah berada di depan kami. Mereka melihatku dengan tatapan yang berbeda, yang gede dengan tatapan bodoh yang kurus dengan tatapan tajam.
'Dia sedang mengevaluasi diriku, type orang yang berhati-hati.' itulah hal yang terbesit dipikiran ku.
"Kakak, kau menemukan seseorang yang hebat. Matamu memang yang terbaik dalam menilai seseorang." Ucap pria yang dibawa pak tua itu.
__ADS_1
"Benarkan! dengan tubuh dan penampilan itu sudah dipastikan dia orang yang kuat." Jawabnya dengan bangga diri.
Aku menganggap pak tua ini orang yang bodoh. Aku belum pernah melihat seseorang yang membanggakan anak yang tidak dikenal seperti dirinya.
Bahkan orang tuaku tidak seperti ini, mereka berfikir aku adalah orang yang pantas menjadi orang hebat. Yah mereka orang tua yang baik, memanjakanku dengan pelatihan dan kehidupan dunia bawah. Aku tidak membencinya.
"Baiklah Kakak, aku menyetujuinya." Ucap pria berumur 20 tahunan itu.
"Bagus." Jawab pak tua itu diselingi anggukan kecil.
Lalu dia melihat ke arahku. "Nak, ayo kita bertarung sekarang. Jika kau menang, kau akan menjadi petualang rank D dan bisa melakukan quest rank C. Jika aku menang kau harus belajar menyukai putriku dan siap-siap hidup dengannya." Senyuman terlihat jelas diwajahnya.
"Baiklah." Jawabku beserta anggukan.
Aku pernah berfikir sebelumnya, bagaimana bisa orang tua yang memberikan putrinya ke orang baru tidak dikenal. Apakah dia tidak berfikir jika orang itu brengsek (sepertiku) gimana nasib putrinya nanti.
Lebih buruknya dia memberikannya kepadaku, aku tertawa dalam hati saat memikirkan hal ini. Sungguh!
Bagaimanapun aku tidak akan kalah demi misiku. Jika aku kalah, aku akan pergi dari sini. Aku bisa pergi kapanpun yang aku mau dengan terbang, walaupun ada penghalang aku bisa menghancurkannya. Itulah yang aku tau dari skill eyes of knowledge. Tapi itu tidak diperlukan karena aku akan menang.
__ADS_1