Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 41


__ADS_3

"Bagaimana Liya! Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Erika dalam bentuknya yang seperti anak 16 tahunan.


"Dia baik-baik saja, Ratuku. Ini hanya sebuah penolakan kecil karena penggunaan sihir penyembuh pada lukanya." Sahut Liya setelah memeriksa keadaan Zyden.


"Syukurlah." Ucap Erika menunduk lega. "Jadi Zyden, kau dengar apa yang Liya katakan bukan? Kau tidak bisa pergi untuk sementara waktu karena kondisi mu yang masih dalam pemulihan." Lanjut Erika melihat wajah Zyden yang sedang marah.


"Haah..." Erika menghela nafas lalu naik ke atas kasur. 'plak!' Seru Erika menepuk pipi Zyden dengan kedua tangannya.


"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, tapi semua itu salah. Keadaan mu seperti ini adalah kebaikan untuk kita semua saat itu."


"Walau aku tidak mengakui nya, namun aku bisa mengatakan bahwa kami semua ada dipihakmu! Baik dewamu, atau ayahku bahkan aku..., Kami semua akan selalu ada untuk mu."


"Jadi, jangan buat wajah menakutkan seperti itu, OK." Seru Erika imut yang ditatap dingin oleh Zyden didepan wajahnya.


"Menyingkirlah." Ucap Zyden datar.


"Haaah..., Seharusnya aku tahu. Hal seperti ini tidak akan membuat aerach seperti mu menjadi lebih baik." Seru Erika turun dari kasur dan berdiri disamping Liya.


"Beristirahat lah untuk beberapa hari, lalu kita akan pergi berpetualang. Jika kau menginginkan sesuatu, katakan saja. Pasti ada orang yang akan mendengarmu dari depan pintu." Lanjut Erika pergi yang diikuti oleh Liya dibelakang nya.


'creeek... bam!'


Suara pintu yang tertutup membuat kamar luas itu menjadi sunyi. Selang beberapa menit, Zyden langsung bangun dan mengganti pakaiannya dengan pakaian hitam serta jubah hitam.


Dia melihat ke arah jendela besar yang tertutup oleh kaca dan dia meng gumam kan sesuatu. "Teleport."


Zyden menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul ditengah-tengah hutan yang jauh dari istana milik Erika.

__ADS_1


"Sekarang, saatnya untuk mencari kot..."


Belum selesai mengucapkan kalimat nya, Zyden menghilang lagi dan muncul didepan Erika yang sedang berjalan didalam lorong istana. Zyden muncul dalam keadaan melayang dan...


'gubrak!'


"Akh...! Sialan, apa yang terjadi tadi?" Seru Zyden kesakitan karena dia terjatuh terlentang.


"Wah... wah... wah! Sepertinya aerach kita beneran mencoba untuk kabur ya!" Ucap Erika dengan nada mengejek.


Zyden menatap tajam Erika dan langsung berdiri menghadap nya.


"Hoi, ja-lang! Apa yang sudah kau lakukan padaku?" Tanya Zyden yang membuat Erika terkejap sebentar.


"A... apa kau bilang!" Ucap Erika siap meledak. "DASAR AERACH! Beraninya kau menyebutku seperti itu! Apa kau ingin mati?" Seru Erika sangat marah.


"Hah! Memang nya kau bisa melakukannya?" Sahut Zyden.


"Ayo sini, beri aku kematian. Jika kau bisa melakukannya, akanku lempar kau pada ba-bi² yang siap memakan mu!" Ucap Zyden.


"Kalau begitu bersiaplah untuk mati!" Seru Erika.


"Heh, menurut mu aku takut? Marilah."


"Eh?" Ucap mereka berdua dalam keadaan melayang di udara.


'apa?' pikir Zyden melihat sekelilingnya terbalik. 'wanita putih itu, apa dia yang melakukannya?' lanjut Zyden melepas jubahnya dan mendarat kebelakang dengan kakinya. Sedangkan untuk Erika...

__ADS_1


'brak!'


"Aw..." Teriaknya terbanting ke bawah.


Mereka berdua seperti itu karena Liya yang memegang tangan mereka dan membantingnya ke tanah. Liya sengaja melakukannya untuk menghentikan pertikaian Erika dan Zyden.


Beruntung bagi Zyden yang dapat mendarat dengan aman karena dia punya sense sebagai seorang pemburu.


Kecuali, kecelakaan tadi. Zyden tidak dapat bereaksi apapun karena kecepatan yang di sebabkan oleh sihir teleportasi adalah kecepatan cahaya.


Dan pemikiran akan melarikan diri yang mencakup 💯% keberhasilan nya. Itu semua menjadi penyebab Zyden melakukan kecelakaan kecil tadi.


Namun naas bagi Erika, dia terbanting sangat keras. Jika, bukan karena sihir pelindung yang ada dipunggungnya, tulang Erika dipastikan hancur lebur yang menandakan betapa kuatnya bantingan Liya.


"Hm... Kau cepat juga ya? Utusan dewa Asteria memang yang terbaik." Ucap Liya santai tanpa rasa bersalah.


"Apa maksudmu melakukan hal ini." Seru Zyden dingin.


"Aku hanya ingin memper-erai kalian berdua yang sedang bertengkar, hanya itu." Ucap Liya. "Ah... Dan juga mengawasi kalian jikalau hal ini terulang lagi." Lanjutnya.


"Kau santai sekali mengatakan sesuatu setelah apa yang kau lakukan padaku?" Tanya Zyden.


"Bukankah itu hal yang wajar bagi pengawas melakukan pekerjaannya?" Sahut Liya menunjuk dagunya dan melihat ke atas.


"Pengawas? Untuk apa?" Ucap Zyden datar.


"Tentu saja mengawasi perjalanan dan hubungan kalian berdua! Memangnya apa lagi?" Kata Liya.

__ADS_1


"HAH...? Mengawasi perjalanan dan hubungan kalian! Kalian yang di maksud bukan aku dan aerach itu kan, Liya?" Seru Erika dari belakang.


"Tentu saja kalian berdua, Ratuku. Memang nya siapa lagi?" Ucap Liya menyentuh dagunya... lagi. "Apa aku mengganggu rencana perjalananmu, Ratuku?" Lanjutnya memiringkan kepala.


__ADS_2