
# POV Zyden
Sekarang aku sedang berada ditengah-tengah pertarungan melawan Kenneth, orang dari dunia ini.
Alasan lainku melakukan duel ini adalah untuk mencoba bertarung dengan orang kuat dan melihat cara bertarung didunia ini, dan hasilnya memuaskan.
Orang-orang kuat disini bisa menghancurkan kerikil dengan mudahnya dan menghancurkan pijakan tanpa bantuan apapun termasuk mana.
Jelas Kenneth tidak menggunakan mana untuk menghancurkan pijakanku tadi, dan dia melakukannya dengan mudah.
'Sepertinya aku harus lebih banyak berlatih.' batinku
Walau tubuhku sudah diupgrade tapi aku tidak terlalu yakin bisa melakukan seperti yang Kenneth lakukan dengan mudah. Aku bisa menghancurkan sesuatu dengan brutal itupun menggunakan mana.
'Aku harus mencobanya nanti dihutan.' pikir ku
Aku berhasil menghindari serangan tadi, ya...itu mudah bagiku. Tapi tetap saja serangan abal-abal nya sangat kuat dan sekarang debu yang bertebar disekitar lapangan sudah agak hilang.
"Kau benar-benar hebat bocah. Skill berpedangmu memang skill seorang ahli, jika kau menjadi menantuku aku akan sangat senang dengan itu." Ucap kenneth dengan gembira.
"Jika kau mengalahkanku hal itu akan terwujud." Seruku dengan nada dingin keluar dari mulutku.
'Tentu saja itu bohong, jika kalah aku akan melakukan rencana B. Kabur!!.'
Aku tidak peduli apa kata orang-orang jika aku kabur, aku tidak mau terjebak dengan kota ini. Bagaimana ekspresi ku saat aku menemui dewa itu lagi, jika aku gagal dalam melakukan misi. Aku mungkin akan masuk ke lubang keong.
Aku mungkin bisa menjadi kuat dikota ini, tapi aku tidak mau menghabiskan kehidupan ke-dua ku di satu tempat.
Bagaimana pun ini adalah dunia fantasi, tempat sesuatu yang tidak masuk akal menjadi masuk dinalar. Dan aku tidak mau membawa beban diperjalanan ku.
"Itu pasti akan terjadi nak! Kau hanya perlu bersiap menjadi menantu ku." Ucap Kenneth dengan serius.
Setelah Kenneth mengatakan hal itu dia mulai membaca sebuah mantra.
__ADS_1
"Wahai mana kuatkanlah diriku dengan keagungan mu, body strengthening." Seru Kenneth fokus.
Tubuhnya mulai diselimuti mana biru, yang menghilang setelah Kenneth selesai dengan mantranya. Aku melihat dengan skill eyesku, dia menggunakan sihir penguat tubuh untuk melawan ku.
'Sepertinya dia ingin membabi buta sekarang. Heh, aku terima tantangan mu. Ayo kita membabi buta.' aku tersenyum bersiap bertarung.
Aku mulai untuk fokus sekarang, aku mengaktifkan mode pemburuku(tau kan ekspresi orang yang lagi fokus dalam mengerjakan tugas MTKnya).
Aku menyelimuti tubuhku dengan mana dan terlihat kabut hitam mulai melapisi kulitku. Berbeda dengan Kenneth, manaku masih tetap terlihat menyelimutiku sedangkan dia menghilang. Ini adalah skillku 'Mana Reinforcement'.
Setelah aku mengaktifkan skill ku, aku melihat Kenneth dalam keadaan yang terkejut dan itu juga sesuatu yang dipasang diwajah bodoh orang-orang yang menonton kami. Aku sedikit kebingungan saat melihatnya, tapi aku segera tahu bahwa ini karena manaku.
'Aku sudah menduga-duganya dulu saat pertama kali mencoba manaku, dan sepertinya aku akan di serbu oleh banyak pertanyaan mulai sekarang, melihat reaksi dari orang dunia ini.' "Haaah....!" Lagi-lagi aku meratapi hidup ini.
Mereka terkejut karena manaku bukan karena sihir yang dihasilkan olehku.
Memang hasil dari sihir bermacam-macam warnanya, tapi penyebab dari sihir itu adalah muncul nya mana sebelum sihir itu terbentuk.
Misalkan saat aku menggunakan sihir air untuk mematikan api unggun, sebelum sihir air itu muncul dari tanganku, akan ada mana yang keluar terlebih dahulu sebelum air itu.
Itu tergantung pada sihir dan cara pengguna menggunakan sihirnya atau pengontrolan mana yang sangat hebat seperti sage atau petualang rank tinggi. Mereka hampir tidak akan memperlihatkan mananya.
Karena inilah aku harus lebih banyak berlatih baik tubuh, pertarungan sihir, ataupun mana itu sendiri.
Untuk sihir sendiri hanya skill Darkness Metal Manipulation saja tipe serangan yang ku bisa. Dan kurasa ini sudah cukup karena aku juga bisa menggunakan sihir serangan elemen dengan skill ini.
"Bocah, apa-apaan aura hitam yang ada ditubuhmu itu. Apakah itu benar sebuah mana?." Ucap Kenneth sambil menunjukku agak ragu.
'Itu memberikanku ide. Jika ini berhasil itu akan mempermudahku beberapa hari kedepan, sampai aku bisa menghilangkan manaku.' Aku tersenyum dalam hati
"Bukan, ini adalah sihirku. Atau bisa dibilang ini sebuah kemampuan khusus. Sama seperti pedangku ini. Sedangkan untuk manaku kau tidak akan dapat melihatnya." Seru ku dengan nada tegas dan mengayunkan sedikit pedangku.
'dan tentu saja itu bohong lagi. Aku akan banyak berbohong jadi jangan sungkan-sungkan. Berbohong kurang tepat untuk menggambarkannya. Mungkin setengah jujur, itu baru benar.' tawa kecil kupendam dihati kecilku.
__ADS_1
"Jadi kau pengguna sihir khusus. Ditambah dengan skill berpedang, kau memang permata." Ucap Kenneth sambil tersenyum lebar.
Kemampuan/sihir khusus itulah sebutan dari sihir yang tidak biasa dan tidak menggunakan sebuah rapalan mantra.
Ada banyak sihir khusus, tapi kebanyakan mereka hanya bisa menggunakan satu sihir khusus dan bergantung padanya tanpa sihir biasa lainnya.
Mungkin ini juga alasan kenapa aku tidak bisa menggunakan sihir serangan elemen. Aku juga agak ragu dengan itu, aku tidak bisa bukan tidak mau. Sedangkan, kebanyakan pengguna kemampuan khusus bergantung pada sihir khususnya dan tidak perduli dengan sihir biasa lainnya.
Ya.., itu wajar karena sihir khusus tidak perlu sebuah mantra hanya perlu meng 'imajinasi' kannya saja.
"Aku ingin tau seperti apa sihir khususmu?." Tanya Kenneth dengan menekuk alisnya dan tatapan tajam.
"Jika kau ingin tahu, aku akan memberitahumu dengan pertarungan ini. Jadi keluarkan semua kemampuan mu, Pak tua." Sambil melakukan kuda-kuda aku meledeknya.
"Hah! Aku akan melakukan nya, jadi jangan mengecewakanku. Bocah!!." Seru Kenneth dengan semangat.
Kami pun melakukan posisi bertarung kami masing-masing. Aku menyiapkan pedangku ditangan kanan dan siap menerjang.
Sedangkan Kenneth, dia memegang pedangnya dengan kedua tangan kearah depan siap untuk menyerang.
Aku menerjang terlebih dahulu dengan sebuah pijakan retak tempat aku berdiri tadi. Kenneth sedikit kaget tapi dia segera menghilangkannya, dan siap menerima seranganku.
'Boom'
Kenneth terlempar kebelakang karena tidak kuat menahan serangan pedangku dengan pedangnya dan berguling jatuh.
Sedangkan aku berlari ke arahnya dengan empat metal tajam yang siap menyerang disekitar tubuhku.
Ke-empat metal itu melesat kearah Kenneth yang masih berbaring ditanah, dia yang merasa bahwa ada bahaya mendekat langsung lompat bangun kesamping, menghindari metalku.
Lalu dia menyiapkan pedangnya dan melesatkan sebuah angin berbentuk sabit kearahku yang masih berlari.
Aku menerjang serangan kenneth tanpa ragu dan sebuah pelindung metal hitam melindungiku dari angin itu.
__ADS_1
Setelah menghilangkan metal yang melindungiku, aku melihat Kenneth sedang merapalkan sebuah mantra sihir.
"Wahai api 🔥 mengamuklah untukku dan bakar musuhku, fire stab." Ucap Kenneth bersiap.