Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 62


__ADS_3

Disalah satu kamar mansion, Zyden sedang bergumam gumam marah tentang kecerobohan dan kebodohan yang di hasilkan dari kebohongannya pada pahlawan Asren.


Selagi marah-marah dalam gumaman nya, Zyden melihat tiga orang yang baru saja keluar dari pintu kamar mandinya itu.


Dua perempuan seusia anak SMA an, dan seorang bocah yang memakai handuk untuk menutupi badannya. Mereka berdiri didepan pintu memandang Zyden.


Bocah dan salah satu anak perempuan itu melihat Zyden dengan ekspresi melamun dan heran atas apa yang telah terjadi pada Zyden.


Sedangkan anak perempuan lainnya hanya melihat Zyden dengan ekspresi tidak tahu apa-apa.


Mereka adalah Lilith, Erika dan Eciela yang baru saja memandikan bocah itu. Bagi Lilith dan Erika, saat ini Zyden terlihat dalam keadaan kesal, marah dan sangatlah tidak menyenangkan untuk diajak bicara.


Mereka melihat nya seperti itu karena kunang-kunang yang ada disekitar Zyden tidak terlihat baik dan berkilauan seperti sebelumnya.


Sedangkan Eciela yang tidak dapat melihat kunang-kunang itu, tidak tahu apapun tentang kondisi Zyden yang sekarang.


Melihat tiga orang yang sedang berdiri di depan pintu melihatnya, Zyden langsung merubah posisi dan bersikap seperti tidak ada yang terjadi.


"Oh... Kalian sudah selesai?" Ucap Zyden santai dari balik topengnya.


Mendengar hal itu, Lilith langsung tersenyum dan bersemangat lagi. "Iya, Lilith sudah selesai. Kakak bintang, ayo bermain..." Seru bocah itu berlari dengan senangnya.


"Eit... Tunggu dulu! Kau tidak boleh memeluk nya lagi." Ucap Eciela mengangkat dan menggendong Lilith dengan erat.


"Aah... Kenapa Lilith tidak boleh bermain dengan kak bintang!" Seru Lilith meronta-ronta dan mencoba melepaskan diri.


"Tentu saja kau tidak boleh...! Kau kan belum memakai baju, dan dia juga belum mengganti pakaian. Jika kau memeluknya, kau akan basah dan harus mandi lagi." Kata Eciela menahan gerakan bocah itu.


"Tidak mau... Pokoknya Lilith mau main sekarang." Seru Lilith terus-menerus.


"Iya iya... Kau boleh main, tapi sehabis dia ganti pakaiannya." Ucap Eciela tegas. "Hei kau! Cepat mandi dan ganti pakaian mu itu. Aku tidak mau seperti ini terus." Lanjutnya pada Zyden dan berjalan ke tempat tidur.


Zyden tidak menjawabnya, lalu langsung pergi mandi seperti yang dikatakan oleh Eciela. Erika yang ada didepan pintu pun menyingkir kesamping memberikan jalan.


"Apa telah terjadi sesuatu tadi? Dan kenapa Asren tidak ada disini." Tanya Erika.


"Tidak terjadi apa-apa. Dan pahlawan itu baru saja pergi tadi." Jawab Zyden datar dan masuk kedalam kamar mandi.


Erika yang merasa kalau nada jawaban Zyden berbeda, mulai murung dan agak sedih mendengar nya. Erika pun berjalan ketempat Lilith dan Eciela sembari merenungkan tentang tujuan serta misi yang sudah diberikan oleh ayahnya sebelumnya.


"Oh iya Erika? Apa kau bisa panggilkan..." Ucap Zyden keluar pintu bertanya pada Erika. Erika yang dipanggil pun berbalik dan bertanya-tanya tentang apa yang akan Zyden katakan.


'e.... Siapa namanya ya?' Pikir Zyden mengingat-ingat. 'ah... Iya!' lanjutnya teringat sesuatu.


"Bisa kau panggilkan Liya kesini? Aku ingin dia untuk membuatkan minuman dari buah yang kau berikan tadi pagi." Ucap Zyden santai.


"Mi, Minuman? A... Aku bisa membuatkan nya untukmu?" Jawab Erika agak ragu.


"Kau bisa membuatnya? Baguslah, kalau begitu mohon bantuannya ya Erika." Seru Zyden. "Apa kau punya buah itu, Erika?" Lanjutnya bertanya.


"Aku tidak memegangnya, tapi tenang saja. Liya pasti punya banyak di sihir dimensi nya. Lagipula itu adalah salah satu bahan obat yang biasa dia pakai." Ucap Erika menjawab.


'dia membawa buah itu di sihir dimensinya? Lalu kenapa tadi malam dia repot-repot pergi kesuatu tempat untuk mengambil buah itu?' pikir Zyden heran akan keanehan semalam.


'terserahlah. Tadinya jika dia tidak membawa nya aku akan memberikan nya punyaku.' "Baguslah.... Oh! Jadi, apa kau akan menemui Liya dulu?" Kata Zyden bertanya.


"Iya, aku ingin menemuinya agar dia bisa tinggal disini juga." Sahut Erika.

__ADS_1


"Begitukah? Kalau begitu tolong ya..." Ucap Zyden halus. "Ah... Iya Erika?" Lanjutnya.


"Ya?" Jawab Erika.


"Kalau bisa, kasih buahnya lebih banyakan sedikit ya... Biar lebih terasa. Atau mungkin minta bantuan Liya untuk takarannya, kurasa dia tau berapa banyak buah yang harus digunakan untuk minumanku." Seru Zyden merekomendasikan bahan untuk minumannya.


"...., Baiklah. Aku akan minta saran pada Liya nanti." Jawab Erika penasaran atas apa yang baru saja Zyden katakan.


"Terimakasih." Seru Zyden kembali ke kamar mandi dan langsung membasuh dirinya.


"Iya..., Sama-sama." Kata Erika sedikit melamun sebentar ditempatnya, lalu pergi ke tempat Lilith dan Eciela berada.


Selepas sampai, Erika langsung dikasih pertanyaan oleh Eciela yang dari tadi melihat mereka mengobrol.


"Apa yang kalian berdua bicara kan tadi, Erika?" Ucap Eciela yang masih menahan Lilith ditempat tidur.


"Ehm?! Ah... Bukan apa-apa, dia hanya ingin dibuatkan minuman." Jawab Erika tanpa beban.


"Dibuatkan minuman? Berani sekali dia memerintahkan tunangan nya untuk membuat minuman. Memangnya kau itu pelayan apa?" Seru Eciela tinggi.


"Tidak apa-apa Ecil, ini juga keinginan ku sendiri. Tadinya Zyden meminta agar Liya yang membuatnya, tapi karena aku ingin membuat kan nya sesuatu. Maka biar aku saja yang membuat nya!" Ucap Erika.


"Liya? Siapa itu Liya?" Tanya Eciela penasaran.


"A... Aku belum memperkenalkan nya ya? Aduh, bagaimana ini?" Ucap Erika. "Ecil? Apa kau bisa membantu ku?" Lanjutnya meminta.


"Bantuan seperti apa?" Sahut Eciela.


"Dalam perjalanan kami, ada satu orang lagi yang ikut bersama kami." Seru Erika. "Dia adalah Liya, dia merupakan teman sekaligus maid yang sudah menjaga ku. Pagi tadi, aku memerintahkan Liya untuk mencari tempat tinggal di kota ini."


"Tapi aku lupa kalau untuk sementara aku akan tinggal disini. Makanya, bisakah kau membantuku untuk meminta ijin pada paman Oliver agar Liya juga bisa tinggal disini bersama ku." Lanjut Erika menjelaskan.


"Itu... Aku lupa, karena Zyden langsung meminta ku tinggal disini." Jawab Erika lirih.


"Karena dia? Karena laki-laki yang bahkan tidak menganggap mu sebagai tunangan nya, kau bisa melupakan temanmu itu?" Seru Eciela yang dijawab dengan diam.


"Erika biarkan aku memberikan saran padamu?" Ucap Eciela. "Lebih baik kau jangan terlalu tergantung olehnya, aku lihat kau sangat memperhatikan dia walau dia acuh padamu. Apa kau tidak sakit jika seperti itu?" Lanjutnya.


"Apa aku terlalu lembut padanya?" Kata Erika.


"Ya... Kau terlalu lembek padanya." Seru Eciela.


"Tapi Eciela! Sepertinya itu bukanlah masalah." Jawab Erika tersenyum.


"Tidak masalah? Mengapa, apa kau tidak merasa sakit hati atau apapun itu." Tanya Eciela.


"Ya, aku tidak masalah. Aku akan berusaha agar bisa lebih dekat dengan nya, lebih mengerti dirinya, dan lebih bisa diandalkan untuknya." Ucap Erika.


"Bagaimanapun, ini juga tugas dari ayahku dan juga keinginan ku untuk membuatnya menerima semuanya." Lanjut Erika dengan nada yang paling tulus.


"Hah...? Aku memang tidak mengerti pemikiran orang yang sedang jatuh cinta." Seru Eciela yang membuat Erika tertegun. "Namun Erika, sebagai sesama perempuan aku akan mendukung mu. Semoga tujuan mu bisa tercapai." Lanjutnya menyemangati.


"Terimakasih, Ecil." Ucap Erika tersenyum.


"Jadi? Kapan temanmu itu akan datang kesini? Diluar masih hujan deras lho." Tanya Eciela.


"Oh, tunggu sebentar." Ucap Erika menggunakan sihirnya. 'Liya, apa kau bisa mendengar ku?' lanjut Erika menggunakan sihir yang dapat berkomunikasi antar roh yang sudah dia kenal (Telepati spirit).

__ADS_1


„Anggap aja seperti itu 😉.„


'Iya Ratuku.' jawab Liya.


'apa kau sudah menemukan tempat tinggalnya?' tanya Erika.


'Sudah Ratuku. Saya sudah membeli salah satu mansion yang ada dikota.' Ucap Liya.


'kalau begitu, tinggalkan mansion itu karena kita akan tinggal ditempat para pahlawan untuk sementara. Datanglah kesini, aku juga membutuhkan bantuan mu secepatnya!' Seru Erika memberikan perintah.


'baik Ratuku. Saya akan kesana sekarang.' jawab Liya.


'dan juga, mulai sekarang jangan panggil aku ratu. Panggil saja nona atau yang lainnya, kau mengerti?' Ucap Erika.


'baik nona, saya akan kesana sekarang.'


Tidak lama setelah mereka berdua bertelepati. Liya tiba-tiba muncul dihadapan dua orang yang tengah diam dan seorang bocah yang sedang ditahan.


"Nona Erika? Apa yang bisa saya lakukan untuk anda?" Seru Liya sedikit membungkuk yang membuat Eciela dan Lilith kaget.


"Liya? Ah... Pertama, perkenalkan ini Eciela. Dia adalah salah satu pahlawan di negri ini. Sedangkan anak yang sedang dipeluknya adalah Lilith, dia putri bangsawan yang memiliki mansion ini." Ucap Erika menunjuk mereka berdua.


"Senang bertemu dengan kalian, Nona Eciela! Nona Lilith!" Kata Liya sopan nan ramah. "Terimakasih sudah menjaga nona ku sementara waktu." Lanjutnya.


"I... Iya, senang berkenalan dengan mu." Sahut Eciela.


"Woah... Kakak juga mirip sama kakak Erika. Sangat cantik..." Seru Lilith berhenti memberontak.


"Terimakasih nona atas pujian mu." Ucap Liya. "Lalu nona Erika? Apa yang bisa saya lakukan untuk anda?" Lanjutnya.


"Begini Liya? Aku ingin kau membantu ku membuat minuman dari buah Leanull untuk Zyden. Apa kau membawa buah itu?" Seru Erika.


"Iya nona, saya membawanya. Saya juga sudah menyiapkan minuman itu sebelumnya untuk jaga-jaga jika tuan menginginkannya." Jawab Erika.


"Kau sudah membuat nya?" Sahut Erika.


"Iya nona. Apa nona ingin menggunakan nya atau ingin membuatnya sendiri?" Ucap Liya seolah-olah tahu akan hal itu.


"Em... Aku ingin membuatnya sendiri. Apa kau bisa membantuku?" Seru Erika.


"Tentu saja nona, saya senantiasa ada untuk nona." Jawab Liya sebagaimana maid yang bisa diandalkan.


"Kalau begitu, ayo kita buat." Ucap Erika.


"Ya nona. Saya sudah menyiapkan semua bahan-bahannya, hanya saja. Kita memerlukan dapur untuk membuatnya." Seru Liya mencarikan solusi.


"Kita gunakan saja dapur disini. Ecil? Apa kau bisa membantu ku meminjam dapur juga? Jika kau mau, kau juga bisa membantu ku membuat nya." Ucap Erika pada Eciela yang dari tadi diam kebingungan.


"Erika? Sebenarnya minuman apa yang akan kau bikin dari tadi?" Tanya Eciela.


"Tentu saja, alkohol tingkat tinggi para dwarf."


*Chapter 62 end*



[*LIYA'S VERSION OF THE PALACE MAID By @SERCHAT #PIXIV. *]

__ADS_1



[*LIYA'S VERSION OF AN ANGEL IN HIGH SCHOOL STUDENT COUNCIL*]


__ADS_2