Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 12


__ADS_3

Malam hari di tempat latihan guild.


Beberapa orang berada ditengah-tengah lapangan sedang membicarakan sesuatu.


• • •


"Baiklah nak!, Ayo kita ke kantornya Kene." Dia berkata padaku dan melirik kearah Kene. "Kene..! Apa yang kau lamunkan?." Tanya Kenneth melihat Kene yang masih diam.


Kene yang mendengar suara kakaknya mulai sadar, Ia terlihat memikirkan sesuatu.


"Tidak ada apa-apa, kakak!" Jawab Kene pada Kenneth.


"Kalau begitu ayo pergi." Ucap Kenneth


"Tunggu sebentar." Seru kene melihat orang lain yang ada disana. "Laura, kau kembalilah ketempatmu dan yang lainnya juga bubar. Katakan kedepan kita sudah tidak membutuhkan seorang healer." Perintah kene kepada orang-orang yang terdiam.


"Baiklah ketua guild." Ucap Laura.


"Oke." Jawab pria didekatnya.


"Baiklah, dan sepertinya Kenneth juga tidak apa-apa!" Seru pria lainnya.


Semua orang mulai pergi ke tempatnya masing-masing. Sedangkan aku? Aku sedang mengikuti kedua bersaudara ini ke sebuah ruangan dilantai 2.


Ruangannya terlihat sangat simple untukku. Tumpukan berkas dimeja kerja, rak buku disisi kanan dan kiri, serta kursi dan meja tamu ditengah-tengah ruangan.


Aku masuk dan disuruh duduk berhadapan dengan kedua bersaudara itu. Aku merasa seperti sedang diinterogasi setelah terlibat dalam insiden kejahatan di kantor polisi. Sungguh nostalgia.


"Jadi.. bagaimana dengan petualang rank D ku.?" Tanyaku pada dua bersaudara yang masih terdiam.


"Sebelum kita membahas itu. Aku ingin tahu siapa namamu, nak?. Ucap Kenneth dengan penasaran.


"Hm..., Bukankah lebih baik sekalian mengisi formulir pendaftaran saja. Aku tidak mau mengulangi hal yang sama. Itu merepotkan!." Seru ku.


"Kau orang yang menyusahkan juga ya! Apa kau tidak suka basa-basi dulu?, Kita masih punya banyak waktu." Ucap kenneth.


"Aku ingin tidur dikasur yang empuk dan makan sesuatu yang enak." Kataku dengan nada malas.

__ADS_1


"Begitu ya." Kenneth mengangguk mengerti. "Namaku Kenneth panggil saja paman bukan pak tua, kau harus mengingat itu karena kau akan tinggal bersamaku untuk beberapa waktu bukan?. Dan ini Kene adikku serta ketua guild petualang dikota Larkxa." Seru Kenneth memperkenalkan orang disampingnya.


Sedangkan orang yang dimaksud hanya diam tidak bereaksi apapun dan menatapku serius. Aku yang sadar dia sedang menatapku aneh tidak memperdulikannya dan tetap mendengarkan perkataan pak tua didepanku ini.


"Wanita berambut biru tadi namanya Angela, dia adalah istriku. Dan anak yang berambut merah adalah anakku namanya Elsa. Kau harus akrab dengannya ya!. Kenneth tersenyum pada bagian akhir kalimatnya.


Bagaimana bisa dia mengatakan loli itu sebagai wanita sedangkan yang terlihat lebih dewasa dikatakan anak.


'Ya... terserah lah..'


harusnya aku mengatakan itu. Tapi...


"Ya... Baiklah." Jawabku tenang.


'Jadi anak baik sesekali tidak apa mungkin, untuk sekarang'. Pikirku.


"Paman, aku ingin cepat-cepat mengisi formulirnya, apakah bisa?." Tanyaku polos.


"Ah..benar, Kene! Apa kau bisa kasih formulirnya. Dia sepertinya sudah tidak sabar." Seru Kenneth melihat Kene yang diam saja.


Kene masih diam, tapi tidak lama dia menjawab. "Baik, akan aku ambilkan." Kenepun menuju meja kerjanya dan mengambil formulir di laci.


Aku mengisi formulirnya sembari membacakannya. Itu adalah hal yang mudah jadi aku lakukan agar diriku terlihat penurut, untuk saat ini.


"Nama : Zyden. Umur : 17 tahun. Sihir : khusus. Keahlian : berpedang. Dll."(Seperti nama wali atau semacamnya.)


Tidak ada tolak ukur kekuatan secara kasar didunia ini seperti level dalam game. Jika kau ingin mengukur kemampuan seseorang, kau harus banyak berlatih dan punya pengalaman segunung seperti Kenneth dan Kene yang menilaiku hanya dalam beberapa menit saja.


Ini adalah Dunia fantasi bukan dunia game jadi ke-realistisan dunia ini sama dengan bumi.


Didunia ini ada yang namanya job se-macam swordman, mage, atau suport, tapi itu hanyalah gambaran kemampuan mereka atau sebagai keahlian jarak dekat atau jauh saja.


"Ini.." aku memberikan formulir yang sudah kuisi kepada Kenneth.


"Bagus, dengan ini kau sudah menjadi seorang petualang. Tinggal menunggu kartu petualangmu, kau sudah bisa langsung menjalankan sebuah quest, Zyden!" Seru Kenneth dengan mengambil formulir itu.


Aku hanya cuek dia memanggil namaku. Sedangkan Kene masih diam saja tidak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Kartu petualang adalah salah satu kartu identitas seseorang bahwa dia adalah seorang petualang.


Kartu identitas memiliki kegunaanya masing-masing, misalkan kartu ini adalah bukti bahwa kau sudah terikat oleh guild petualang. Atau kartu pedagang juga bukti bahwa kau terikat dengan guild pedagang.


"Terus kapan aku bisa mendapatkan kartu petualangku?." Tanyaku.


"Kau sebaiknya menunggu dibawah sampai kartu petualangmu selesai dibuat. Kau lapar bukan? Kau bisa makan dulu dibar guild sambil menunggu!." Ucap Kene yang daritadi diam.


"Itu ide bagus, mari makan sebelum kita pulang ke penginapan. Kita makan disini saja, aku takut kita mengganggu istirahat istri dan anakku." Seru Kenneth sambil menangkupkan tangannya.


"Ah...Kakak? Ada yang mau aku bicarakan dulu denganmu, ini penting." Ucap Kene dengan menatap Kenneth memberi kode.


"Begitu ya.. baiklah! Jadi Zyden kau duluan saja makan dibawah dan tunggu aku untuk pulang ke penginapan bersama. Aku ingin bicara sebentar dengan adikku." Seru Kenneth memberi perintah padaku.


"Oke." Aku menjawab sembari langsung pergi kebawah.


Sekarang aku sudah menuruni tangga dan melihat masih banyak orang yang sedang makan dan mengobrol. Saat aku menuju ke meja resepsionis, semua orang melihatku dan berbisik tentang ku.


"Itu dia orangnya yang sudah mengalahkan kenneth dengan mudah." Ucap salah satu pria.


"Benarkah?. Bukannya dia masih anak-anak?." Tanya pria yang duduk semeja dengannya.


"Jangan melihat penampilannya. Dia mungkin masih anak-anak. Tapi dia sangat kuat."


"Benar. Jika kau melihat pertarungannya kau juga akan sependapat." Seru pria yang berhadapan dengan mereka.


"Jangankan melihat duelnya, hasilnya saja sudah kelihatan. Dia mengalahkan kenneth, Kenneth lho ini. Mantan rank S dan pahlawan kota. Apa kau mau melawan Kenneth?."


"Siapa yang mau meladeni paman loli itu dikota ini. Hanya orang yang tidak waras atau orang luar saja yang akan melakukan nya."


"Jadi dia bukan orang kota Larkxa ya?. Pantas saja dia berduel dengan paman loli itu."


"Kenapa kau juga memanggilnya paman loli. Jika ketua guild atau Kenneth mendengarnya habis sudah kau."


"Emangnya kenapa? bukankah itu sudah menjadi panggilan tertenar di guild petualang ini."


"Kau benar!."

__ADS_1


"Hahahaha"


Percakapan itu diakhiri dengan gelak tawa semua orang yang ada di guild.


__ADS_2