Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 38


__ADS_3

"Sepertinya ayah serius kali ini." Ucap Erika saat Zyden melihatnya dengan tatapan dingin. Erika melihat Zyden untuk sementara waktu.


Lalu Erika berdiri dari singgasana nya dan berjalan ke arah Zyden sampai jarak mereka hanya beberapa langkah saja.


"Hm.., apakah ayah mengutus seorang wanita berwajah tampan kesini. Kau bahkan terlihat tidak tertarik pada ku!" Lanjutnya memperhatikan seluruh tubuh Zyden.


"Tidak. walau wanita sekali pun, pasti akan langsung jatuh cinta pada ku. Apa kau..., seorang aerach." Seru Erika yang membuat Zyden mengerutkan alisnya.


(Aerach berasal dari bahasa Irlandia. Artinya laki-laki yang tidak tertarik pada wanita, melainkan suka pada sesama laki-laki. Atau biasa disebut gay.)


Erika mengatakan hal tersebut bukan tanpa sebab, dikarenakan dirinya yang bisa membuat siapapun langsung terpikat akan kecantikannya.


Rambut ungu panjang yang berkilauan ibarat bulan purnama bersinar terang dimalam hari. Dan bentuk tubuh khas wanita yang bisa menggugah selera siapapun yang melihatnya.


Wajah cantik mulus bagaikan bunga yang tidak pernah disentuh, dan bibir manis menawan saat tersenyum.


Ditambah sebuah gaun mewah berwarna ungu dengan berbagai corak yang membuat nya lebih sempurna.


Itu sudah menjadi sebuah alasan untuk memanggil Zyden dengan sebutan aerach karena tidak terpikat akan kecantikannya.


Zyden mengerutkan kan alisnya agak terganggu, tapi dia masih menatap dingin tubuh sempurna Erika. 'apa wanita latchur ini beneran anak seorang dewa, mulutnya cukup sedap juga.' pikir Zyden terhadap Erika.


"Jangan terlalu percaya diri! Penampilan bukanlah segalanya dari wanita, sikap dan hati juga penting bagi seseorang untuk menjadi wanita." Ucap Zyden datar dengan wajahnya yang dingin.

__ADS_1


Tidak ada respon dari Erika, dia diam untuk sementara. "Tidak ada yang pernah mengajariku sebelumnya, kau cukup berani juga ternyata!" Seru Erika.


"Aku bukan berani, tapi ber pengetahuan. Itu akan menjadi hal yang mudah dimengerti jika kau memang seorang wanita." Ucap dingin Zyden memalingkan wajahnya.


Erika mendekati Zyden. "Kau mengatakan sesuatu, seolah-olah aku telah gagal menjadi wanita." Seru Erika hampir menyentuh wajah Zyden.


'grab'


Zyden menghentikan Erika yang ingin menyentuh wajahnya dengan tangan kirinya.


"Jika kau mengerti, lebih baik kau tidak melakukan hal yang tidak berguna." Seru Zyden dingin dengan titik merah dimatanya.


Erika sedikit tertegun melihat mata Zyden yang memiliki sebuah titik merah menyala.


"... Sebelum itu, bisakah kau melepaskan tanganku." Ucap Erika melihat tangannya yang di genggam oleh Zyden.


Zyden langsung melepaskan tangan Erika, lalu Erika memutar balik tubuhnya dan berjalan menuju singgasana.


"Apa kau tahu? Aku sudah disini lebih dari 500 tahun! Aku lahir disini, besar disini, dan melihat semuanya dari sini." Seru Erika duduk di singgasana nya.


"Tujuan ku berpetualang adalah untuk melihat banyak hal yang belum pernah aku lihat sebelumnya dan merasakan nya juga." Ucap Erika berharap. "...Bisa dibilang, aku ingin berkeliling dunia." Lanjutnya bersemangat.


"Tapi, ayah ku tidak mengizinkannya. Butuh seratus tahun agar ayah mengizinkan aku keluar dari istana ini dan melihat dunia, dan itupun masih ada syaratnya." Ucap Erika menunduk.

__ADS_1


Lalu, Erika melihat tajam kearah Zyden. "..., Aku harus berpetualang dengan orang yang diutus oleh ayahku!" Lanjutnya sedikit geram.


Zyden hanya diam mendengarkan jawaban dari Erika dan tidak terganggu akan nada yang dilepaskan padanya seperti anak polos atau seperti orang yang tidak perduli.


"Dan seperti nya kali ini, aku benar-benar akan pergi dengan orang yang di utus ayahku." Seru Erika lagi.


"Kali ini? Apa pernah ada orang yang diutus ke sini sebelumnya?." Tanya Zyden.


"Iya pernah, dia seorang pahlawan yang di panggil oleh ayahku di suatu kerajaan manusia. Tapi saat dia melihat diriku, dia langsung jatuh oleh kecantikan ku. Karena itulah aku harus menunggu utusan ayah yang lain, dan untuk pahlawan itu, dia dikembalikan ke kerajaan tempatnya dipanggil." Ucap Erika.


"Pahlawan itu normal seperti laki-laki lainnya, tidak seperti seorang aerach yang ada didepan ku sekarang." Lanjutnya mengejek.


"Ayahku tidak ingin ada orang yang dekat denganku, kecuali orang yang dia utus atau penghuni istana ini." Seru Erika.


"Mungkin dia ingin terus mengurung ku dengan seorang aerach dan para roh yang sudah membesarkanku." Lanjut Erika marah dan pasrah.


"Sebenarnya, apa tujuanmu melihat dunia? Apa kau ingin melihat banyaknya budaya dan hal-hal yang belum pernah kau lihat sebelumnya? Atau kau ingin bergaul dengan orang-orang diluar sana?." Seru Zyden bertanya.


"Jika kau memiliki alasan yang sepele hanya agar dapat menghujat hidup mu dimasa lalu, lebih baik kau diam saja disini sampai mati." Ucap Zyden sedikit meninggikan nadanya.


"Kau harus ikut dengannya Erika, ini perintah dariku bukan untuk memenuhi kemauanmu!" Suara berat tiba-tiba bergema ke seluruh ruangan.


"Ayah!"

__ADS_1


__ADS_2