
Di sore hari berhujan menjelang malam, sebuah kamar terlihat sangat ramai. Di sekitar kamar itu, semua orang penting maupun tidak hampir ada disana.
Keluarga duke bangsawan, beberapa pahlawan, para maid yang berserakan, dan tamu yang diundang maupun yang masuk secara terlarang. Hampir ada disana berkumpul karena suatu alasan.
Alasan itu hampir tidak penting bagi beberapa orang, namun sangat penting bagi yang bersangkutan.
Alasannya adalah, seorang anak perempuan berambut pirang dan anak laki-laki berambut hitam yang ketahuan bermesraan.
Itu... Adalah pikiran dari orang-orang yang tidak penting di bagian paling belakang. Mereka mendengar suara keras Eciela dan berpikiran seperti itu.
Sedangkan perempuan yang menjadi sorotan dari semua orang, melihat Eciela dengan ekspresi berbeda setelah keterkejutan nya.
"Hahaha, kau masih cerewet seperti saat pertama kali aku memanggil mu!" Seru perempuan yang ada di kasur mulai bangun dan memindahkan Zyden ke samping dengan keadaan yang masih sama.
"Apa! Siapa kau? Apa... kita pernah bertemu sebelumnya." Ucap Eciela ragu akan penampilan perempuan itu.
"Oh? Sepertinya aku terlalu kuat memasang pelindung agar kabar perginya diriku tidak sampai pada kalian yah..." Seru perempuan itu.
"Aku tidak percaya pengganti ku tidak dapat menembusnya. Hm..." Lanjutnya berpikir dan sedikit tersenyum melihat Zyden.
"Aku? Em... Apa kau akan percaya jika aku mengatakan bahwa aku adalah orang yang merubah seluruh hidupmu sekarang, Eciela?" Ucapnya dengan penuh keyakinan.
Orang-orang yang mendengar hal itu merasa heran, terutama Eciela dan dua pahlawan lainnya. Lalu, perempuan itu pun tersenyum sinis sambil mengumumkan dirinya.
"Aku adalah Freya, orang yang dikenal akan kekuatan dan keanggunan nya oleh semua makhluk hidup." Seru perempuan itu keras yang membuat semua orang terkejut.
"Aku adalah orang yang sudah memanggil kalian, 16 pahlawan dari dunia lain. Dan aku jugalah yang telah memberikan kalian senjata, beserta kemampuan yang cocok untuk kalian masing-masing." Lanjutnya meyakinkan.
"Dewi... Freya!?" Gumam Eciela tak percaya.
"Tidak mungkin kau adalah Dewi Freya! Siapa kau? Apa kau iblis yang mengaku sebagai dia?" Seru Lester.
"Jika kau benar iblis yang mengaku sebagai Dewi Freya! Aku tidak akan mengampuni mu." Lanjutnya menghunuskan pedang.
Kata-kata Lester membuat keadaan semakin panas. Gilbert, dan Oliver juga terpengaruh akan kata-kata nya dan memulai posisi bertarung mereka.
Namun, Eciela berbeda! Dia berjalan ke depan dan mencoba mengatakan apa yang ada dipikirannya.
"Kalau kau adalah dewi Freya, maka buktikan lah pada kami! Tapi, kalau kau hanya mengaku-ngaku sebagai dia. Aku pastikan kau akan sangat menyesalinya." Ucap Eciela tegas.
"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaan dari Eciela yang manis ini." Seru perempuan itu yang mengaku sebagai dewi Freya.
Setelah dia mengatakan nya, tubuh perempuan itu mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat menyilaukan. Cahaya itu membentuk sebuah armor berwarna emas yang menutupi seluruh tubuhnya.
Lalu, muncul sepasang sayap putih bersih yang megah pada punggung nya dan menghembuskan angin yang cukup kuat.
Perubahan itu disaksikan oleh semua orang yang ada disana, semua nya terkejut, terkagum, dan terfokuskan pada keindahan serta keagungan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
Eciela dan dua pahlawan lainnya membeku tidak percaya karena seseorang yang mereka segani keberadaannya, berada tepat didepan mereka lagi.
__ADS_1
Lester dan Gilbert gemetar kaget, lalu menjatuhkan senjata mereka masing-masing. Sedangkan untuk Eciela, dia terpaku akan wujud perempuan itu.
"Kau..., Benar-benar, dewi Freya." Ucap Eciela dengan penuh ketidak percayaan.
"Akhirnya kau mengerti! Ya... Aku adalah Freya!" Jawab perempuan itu lembut sembari menghilangkan sayap serta armornya dan kembali menggunakan pakaian putih nya.
Setelah armor dan sayap itu hilang, semua orang yang ada dibelakang, termasuk anggota bangsawan.
Semuanya tunduk memberikan hormat kepada orang yang mengaku-ngaku sebagai dewi Freya. Mereka tunduk selayaknya rakyat dihadapan seorang raja.
"Kami memberikan hormat pada dewi!" Seru mereka semua bersamaan.
Lester sangat terpukul mengetahui kalau perempuan didepannya benar-benar Dewi Freya.
"Dewi Freya! It... Itu tidak mungkin. Apa yang anda lakukan disini? Bukankah... seorang dewi tidak boleh mencampuri urusan dunia ini? Me... Mengapa anda bisa disini?!" Ucap Lester kaku akan ketidak dugaannya.
"Aku disini untuk bertemu dengan seseorang, dan tentunya untuk terus bersama dia sampai akhir." Jawab Freya santai.
"Bertemu seseorang? Apa itu mungkin untuk dilakukan seorang dewi?" Tanya Lester lagi.
"Ya, itu mungkin dilakukan...! Karena dia lah orang yang ingin aku temui." Ucap Freya menunjuk Zyden.
"Dia? A, Apa anda ingin bertemu dengan dia?" Seru Lester melihat Zyden. "Memang nya siapa dia sampai-sampai seorang dewi menemuinya." Lanjutnya.
"Kau tanya siapa dia?" Ucap Freya sedikit tersenyum. "Dia... Dia adalah manusia yang terpilih oleh alam semesta"
Keterkejutan kembali terjadi dalam kamar itu. Semua orang tanpa terkecuali, termasuk Zyden sendiri.
Zyden sangat terkejut mendengar pengumuman Freya, apalagi pada saat kata-kata 'manusia yang terpilih oleh alam semesta'.
Dia sangat familiar dengan kata-kata itu, karena itu merupakan faktor yang merubah niatnya sekarang.
"Hei! Apa yang baru saja kau katakan!" Teriak Zyden dengan sangat kencang.
"Oh, memangnya apa yang aku katakan? Apa itu salah jika kamu adalah belahan hidupku?" Jawab Freya.
"Bukan itu! Tapi apa yang kau maksud dengan manusia yang terpilih oleh alam semesta! Apa kau tahu sesuatu!" Seru Zyden masih dengan nada kencang.
"Hey kau rambut hitam! Berani nya kau berteriak pada dewi kami. Apa kau ingin mati!" Kata Eciela mengeluarkan busurnya dan menargetkan Zyden.
"Diam kau ja-lang sialan! Aku tidak bertanya padamu." Seru Zyden menghembuskan kabut hitam ke seluruh ruangan.
Kabut hitam itu terombang-ambing mementalkan semua yang ada dikamar itu. Cemilan yang ada dimeja, hiasan dinding yang mewah, bahkan orang-orang yang ada disana pun terhempas mundur kebelakang.
Orang-orang yang ada disana langsung takut akan kabut itu, bahkan disana ada yang muntah ataupun lari terbirit-birit karena kabut itu.
Dan yang paling buruk dari semuanya adalah seorang anak yang menangis heboh dipelukan ibunya. Kamar itu di luluh lantah kan oleh kabut hitam yang Zyden keluarkan dari tubuhnya.
Melihat orang-orang kesusahan, Freya mengayunkan tangannya menciptakan sebuah dinding pelindung yang menahan dan memisahkan kabut hitam Zyden dengan semua orang.
__ADS_1
Setelah itu, Freya memulihkan semua orang yang terkena dampak kabut itu dengan sihirnya. Semua orang langsung kembali seperti semula, bahkan Lilith yang menangis pun dibuat tidur olehnya.
Rasa takut, waspada, jijik, khawatir, dan rasa bermusuhan pun diarahkan pada Zyden yang masih mengeluarkan kabut hitam dari tubuhnya dibalik pelindung.
Kamar itu... Tiba-tiba menjadi tempat yang mencekam akan sebuah pertemuan. Erika dan Liya tidak dapat melakukan apapun, mereka dibuat bingung oleh apa yang dilakukan dan pernyataan dari dewi Freya.
Mereka bingung, itu wajar. Karena apa yang mereka tau, dewi Freya adalah musuh dari dewa yang me-reinkarnasi kan Zyden. Namun, perilaku Freya saat ini tidak mencerminkan hal itu, malah sebaliknya.
Saat semua orang diselimuti oleh rasa takut, khawatir serta penasaran pada anak laki-laki di atas kasur. Freya mulai berbicara pada Erika bertujuan untuk mencairkan suasana.
"Erika, apa kau faham kenapa aku ada disini?" Ucap Freya bertanya.
"Aku... Tidak tahu!" Jawab Erika agak lirih.
"Dewi? Apa kau mengenal Erika?" Seru Eciela yang berada didekat mereka berdua.
"Tentu aku mengenalnya, dia adalah anak dari kenalan ku." Ucap Freya.
"Anak dari kenalan dewi? Berarti, kalian sudah cukup dekat bukan." Tanya Eciela lagi.
"Yah... Kami tidak terlalu dekat! Malahan, ini merupakan pertama kali kami bertemu." Jawab Freya atas pertanyaan Eciela.
"Begitu ya..." Sahut Eciela.
"Dewi Freya!! Sebenarnya, apa tujuanmu datang kesini? Aku lihat dari perilaku dan pernyataan mu tadi, kedatangan mu kesini bukan untuk bertarung ataupun menghancurkan Zyden." Seru Erika mengeluarkan unek-uneknya.
"Apa kau punya niat tersembunyi pada Zyden? Jika itu benar, maka ketahuilah bahwa aku akan selalu ada di pihak nya." Lanjutnya menyatakan perang.
"Erika..." Gumam Eciela yang sudah tahu perasaan Erika pada Zyden.
"Hm... Niat tersembunyi? Bagaimana ya!" Ucap Freya memegang dagunya. "Erika? Apa kau tahu, mengapa Cyan bersikeras untuk mengalahkan raja iblis?" Seru Freya yang membuat Erika tambah kebingungan.
'cyan? Bukankah itu nama dewa yang me-reinkarnasi kan Zyden. Apakah dia memanggil Zyden dengan sebutan itu?' pikir Erika. "Bukankah, karena itu merupakan misinya." Lanjutnya menjawab.
"Kau tidak salah, tapi kau juga tidak sepenuhnya benar." Ucap Freya. "Cyan bersikeras mengalahkan raja iblis, karena dia ingin kembali ke dunia aslinya." Lanjut Freya membuat semua orang yang mendengar nya terkejut.
*Chapter 66 end
#Kata author.
Maaf ya update nya lama. Author lagi berusaha nambahin genre romance nya, tapi... author hanya bisa memvisualisasi kan nya saja. Tidak bisa dicantumkan dalam tulisan.
Maka dari itu, kemungkinan author hanya menambahkan genre romance dalam keadaan yang memungkinkan. Author gak bisa fokus ke genre romance, karena ya... kalian tau lah...! Author gak pandai dalam hal itu.
Author hanya bakal ngebuat sebisa nya seperti sebelum² nya. karena jika author merubah cara pandang author tentang Zyden, malah nambah sulit buat nulis.
Untuk kalian yang sudah baca, like, komen and vote. Author berterimakasih karena kalian sudah mengapresiasi novel Darkness Metal Manipulation ini.
Untuk chapter selanjutnya dalam masa pembuatan... Sampai jumpa dan maaf sudah menunggu lama.
__ADS_1