Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 17


__ADS_3

Di guild petualang kota Larkxa


• • •


Arnold dan kedua wanita itu langsung berjalan kearah kami. Setelah sampai, dia menatap Nika dan Sofia lalu tatapannya berhenti kepada seorang laki-laki berwajah sangar dengan bekas luka disekitar nya.


"Selamat malam Paman Kenneth." Ucap Arnold sopan pada pak tua itu.


"Ya. Selamat malam Arnold." Jawab Kenneth mengangguk.


Arnold memalingkan wajahnya melihat Sofia yang sedang menangis lalu ia bertanya.


"Apa yang terjadi Nika? Kenapa Sofia menangis?." Tanya Arnold pada Nika yang sedang memeluk sofia.


"Aku tidak tau. Saat aku sampai disini, Sofia sudah seperti ini." Jawab Nika menggelengkan kepalanya.


"Sofia, apa kau baik-baik saja?." Tanya Arnold pada Sofia yang sedang menangis.


Masih tidak ada jawaban, tapi tangisan Sofia mulai mereda. Aku yang merasakan akan ada masalah yang menimpaku, langsung pergi darisana ke arah nona bar sebelumnya.


"Mau kemana kau, bocah?." Kenneth bertanya padaku saat dia melihat aku pergi.


Aku yang ditanyai tidak menjawabnya dan langsung berjalan pergi. Arnold dan para wanita itupun melihat aku yang pergi begitu saja tanpa kata-kata sedikitpun. Mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya aku itu dihadapan Kenneth yang memanggil ku bocah.


Semua orang melihatku pergi dengan tatapan aneh, termasuk orang-orang yang sudah melihat kejadian tadi sepenuhnya.


Aku menghiraukannya, setelah aku sampai didepan nona bar tadi, aku berbicara kepadanya.


"Nona, dimana makanan dan minumanku? Aku sangat lapar?." Tanyaku pada nona bar yang melihatku dengan pipi memerah.


Semua orang terkejut dengan perilakuku kecuali Arnold dan party nya yang tidak tahu apapun. Mereka menghujat ku dengan kata-kata yang agak menggelitik, sedangkan untuk Kenneth dia marah, tergambar jelas diwajahnya.

__ADS_1


Nona bar itu masih diam tak menjawab. Lalu aku melambaikan tanganku diwajahnya dan menepuk pundaknya, membangunkan dia dari lamunannya.


"Nona, apa kau disana?" Aku bertanya sambil menggoyangkan badannya.


"Ah.. i..iya tuan. Ma..makanan anda sudah siap." Jawabnya gagap.


"Bagus jadi dimana makanan ku! Dan apa kau punya tempat dibelakang untuk aku makan?" Tanyaku. " Aku tidak suka dilihat saat makan." Lanjutku mendekatkan ucapanku ke telingannya.


dia memerah dari wajah sampai telinga.


'wajah gugup dan malunya lucu, dia benar-benar manis.' pikirku.


Kenneth yang melihat itu langsung menuju ke arahku dengan tangan yang siap memukulku. Kali ini aku sadar dan menghindari pukulannya kesamping.


"Kau... Bocah! Kau berani sekali menggoda wanita lain setelah kau menolak dua wanita dan membuatnya menangis." Seru Kenneth nada tinggi.


Arnold dan party nya terkejut mendengar omongan Kenneth tadi. 'menolak?', 'menangis?', itulah kata-kata yang sedang mereka bingungkan. 'Siapa yang ditolak dan menangis.' Setelah beberapa saat mereka sadar apa yang terjadi.


Sontak party Arnold melihat kearahku dengan ekspresi marah dan bingung. Aku dan Kenneth yang mendengar itu langsung menatap Nika, setelahnya kami saling menatap tajam satu sama lain.


"Kau hanya memperburuk keadaan pak tua." Ucapku menatap kenneth.


"Bukankah itu benar? Kenapa aku yang disalahkan, bocah! Jelas-jelas kau yang salah." Seru Kenneth tidak mau kalah.


"Aku sudah bilang dia menangis sendiri. Kenapa kau terus mendesakku. Jika kau tidak percaya tanyakan saja pada orang-orang yang ada disini." Seru ku menunjukkan semua yang ada diguild. "Mereka melihat semuanya." Lanjutku.


Tidak ada jawaban sedikitpun dari orang-orang, bahkan jangkrik pun tidak menjawab.


'apa kalian sebegitu nya membenciku. Aku baru lho di dunia ini.' pikirku menghujat.


Setelah beberapa saat, ada orang yang berjalan menuju kearahku dengan cepat, dia langsung menarik kerahku tanpa peringatan.

__ADS_1


"Apa yang telah kau lakukan pada Sofia." Ucap orang itu menguatkan tarikannya dengan nada marah.


Dia adalah salah satu wanita yang memakai armor tangan yang berjalan bersama Arnold. Kenneth dan Ilsyah terkejut dengan perilaku wanita yang datang kepada ku. Sedangkan aku menatapnya dengan tatapan dingin.


"Jawab aku? Jangan diam saja." Ucapnya lagi.


Aku melirik ke arah Kenneth meminta bantuan, dan dia menatapku mengerti.


"Sarah. Jangan seperti ini, dia hanyalah bocah yang tidak berguna. Aku yang akan menghukumnya nanti. Jadi lepaskan tanganmu darinya. Ok!" Seru Kenneth meyakinkan.


Aku yang mendengar itu menyusutkan alisku tidak suka. 'Apa yang dikatakan pak tua ini. Dia benar-benar tidak membantu.' pikir ku.


Tapi aku salah, dia menurut dan melepaskan tangannya, lalu dia bersiap untuk meninjuku.


Kenneth, Ilsyah, dan partynya Arnold kaget, tapi mereka tidak sempat bereaksi apapun. Sebuah tinju siap mendarat diwajah tampanku.


'duar'


Suara terjadi akibat pukulan armor yang dilakukan oleh sarah dan sebuah pelindung metal yang menahannya. Sarah kaget, dia berfikir bagaimana bisa tiba-tiba muncul benda hitam yang menahan serangannya.


"Pak tua, apa kau tidak bisa membereskan hal ini untukku? Aku ingin segera makan dan mabuk." Ucapku dingin dan mengeluarkan beberapa mana.


Lagi-lagi keterkejutan terjadi didalam guild petualang malam ini. Semua orang membelalakkan matanya dan ada juga yang ingin muntah.


"Aku benar-benar tidak ingin melakukan hal ini." Gumamku, membuyarkan lamunan Kenneth.


Kenneth melihatku dan sekelilingnya. Semua orang terlihat buruk sekarang.


Dia merenung sebentar. "Baiklah nak aku akan membereskan hal ini. Jadi tarik lagi aura mu itu." Ucap Kenneth dengan nada halus.


Aku menarik kembali manaku dan menghilangkan pelindung metal itu. Sarah mundur beberapa langkah saat aku menghilangkan metalku.

__ADS_1


Sedangkan untuk party Arnold mereka melihatku sebagai ancaman. Itu juga berlaku ke beberapa orang.


__ADS_2