
Di sebuah taman yang sangat indah, ada meja makan besar yang sudah diisi oleh banyak sekali makanan. Tidak jauh dari meja makan itu ada dua orang, yang satu sedang duduk ditanah satunya lagi berdiri dihadapannya.
Orang yang duduk itu berambut hitam, mata hitam dan berpakaian hitam bercorak putih, dia sedang melihat sekitar nya.
Sedangkan yang satunya juga berambut hitam, mata hitam dengan pakaian mewah berwarna putih sedang berdiri melihat orang yang sedang duduk itu.
Jika kalian perhatikan lebih teliti, kedua orang itu hampir mirip satu sama lain. Yang membedakan mereka berdua hanyalah perawakan dan usianya saja.
Orang yang sedang duduk itu berusia sekitar 17 tahun dengan tinggi 175 cm dan kulit seputih susu. Dia adalah Zyden, orang yang dihidupkan kembali dari bumi.
Lalu, orang yang sedang berdiri dihadapannya berusia sekitar 25 tahun, dengan tinggi 180 cm dan kulit yang tidak kalah putihnya. Dia adalah dewa yang sudah menghidupkan Zyden ke dunia Bessara.
"Selamat datang kembali. Pemburu profesionalku, Zyden." Ucap dewa itu dengan bahagia.
Zyden tidak langsung menjawabnya, dia masih melihat ke sekelilingnya. Tengok kanan, tengok kiri lalu berhenti dengan melihat tajam pada orang yang menyambut nya tadi.
"Kenapa aku disini? Dimana spirit itu?" Tanya Zyden dingin pada dewa didepannya.
Dewa itu terlihat gugup akan pertanyaan Zyden, dia memalingkan matanya kesamping. "... Apa kau sangat ingin bertemu dengannya?" Ucapnya ragu.
"Huuuh...! Bagaimana bisa aku disini dan apa maumu?" Tanya Zyden berdiri.
"Tenanglah, ayo kita makan dulu. Aku sudah menyiapkan nya khusus untukmu, kau pasti lapar bukan?" Serunya berjalan ke meja makan disusul oleh Zyden.
Mereka berdua duduk berhadapan dimeja panjang yang sudah diisi oleh banyak makanan, dan tentunya banyak anggur yang siap di minum sepuasnya.
Dewa itu mulai makan terlebih dahulu, sedangkan untuk Zyden. Dia masih melihat sekitar nya.
"Apa kau tidak mau makan?" Tanya Dewa itu pada Zyden.
__ADS_1
"Melihat taman ini, aku jadi rindu dengan bumi." Jawab Zyden melihat taman yang diisi oleh tanaman dan binatang binatang yang ada di dunianya dulu.
"Bukankah di Bessara kau bisa melihat taman seperti ini sepuasmu? Binatang dan tumbuhan disana juga mirip seperti dibumi, walau ada beberapa yang berbeda. Tapi itu tidak terlalu mengganggu bukan?" Ucap Dewa itu sambil makan.
Zyden diam saja tidak menjawab pertanyaan dari dewa itu, dia masih melamunkan sesuatu.
"Ah... Aku tau apa yang menggangu mu? Elf yang bernama Sofia itu bukan." Kata Dewa itu menggoda.
"Apa?" Seru Zyden kaget.
"Aku benar bukan? Ah... Zyden ku yang malang. Ciuman pertama nya dicuri oleh wanita yang tidak dicintainya, dia pasti selalu memikirkan nya. Hiks... Hiks... Sungguh dramatis." Ucap dewa itu berpura-pura menangis.
'brak..'
Suara tamparan dimeja terdengar. "Apa yang kau katakan!" Seru Zyden berdiri.
"... Apa aku salah? Kau merindukan nya kan, si elf itu?" Tanya dewa penasaran.
"Ciuman pertama yang dicuri begitu saja pasti berat bagimu. Tapi..., mengatakan nya penjahat sek-sual itu terlalu jahat untukku!" Ucap dewa itu.
"Apalagi yang mengatakannya adalah Zyden ku, yang berhubungan intim dengan saudari-saudarinya beberapa kali tiap minggu." Seru dewa itu berakting tragis.
"Karena sebuah ciuman pertama yang selalu dia jaga. Walau saudari-saudarinya memaksa, tapi tetap menolak dicuri begitu saja. Tega sekali dirimu memanggil orang lain dengan nama penjahat kelamin. Hiks hiks... Oh... Zyden ku yang malang. Dia tidak sadar diri." Lanjutnya bertambah tragis.
"HEI! Sekali lagi kau berkata tentang masa kelamku. Akan aku habisi kau!" Seru Zyden marah dan menunjuk dewa itu.
"Baik... Baik... Lupakan yang tadi!" Ucap dewa meminta damai.
Zyden masih memasang wajah marahnya. "... Bagaimana pun aku masih perjaka, itu tidak mengubah apapun." Seru Zyden duduk dikursi nya.
__ADS_1
"Ketidak tahuan akan hubungan intim dijadikan alasan agar terus menjadi perjaka. Sungguh harga diri jomblo sehidup semati." Ucap dewa itu menggelengkan kepalanya.
"Waktu itu aku masih 14 tahun, mana ngarti yang begituan. Jadi itu wajar." Kata Zyden mengelak.
"14 tahun dijadiin tameng, itu bahkan berlangsung selama dua tahun. Jika ibumu tidak memarahimu waktu itu, kau akan terus melakukannya sampai sekarang bukan?" Seru dewa itu.
"Sudahlah! Aku tidak mau berdebat denganmu! Apa yang kau inginkan dan bagaimana bisa aku tiba-tiba disini? Apa spirit itu mati?" Tanya Zyden tidak sabar.
'kenapa tiap kali aku bertemu dengannya selalu begini.' pikir Zyden
"Yang ada dalam dirimulah yang aku inginkan!." Ucap sang dewa menunjuk Zyden.
"...Apa maksudmu?" Seru Zyden mengernyitkan alisnya.
"Saat pertama kali kau menggunakan mana aku sudah curiga ada sesuatu, tapi aku biarkan saja dulu. Lalu saat kau bertarung dengan spirit itu, aku mulai yakin! Sesuatu dalam dirimu bisa membuat masalah nanti." Kata sang dewa.
"Katakan dengan jelas. Sesuatu apa itu? Dan apa hubungannya dengan manaku?" Tanya Zyden serius.
"Kau pernah bertanya bukan kenapa manamu berwarna hitam? Itu karena sesuatu itu, bukan karena skillmu." Seru sang dewa menjelaskan. "Kau tau apa saja skillmu saat pertama kali mendapatkan informasi tentang Bessara bukan?" Lanjutnya.
"Aku memberikan mu skill metal saja bukan Darkness Metal yang selalu kau bicarakan. Sesuatu itulah yang mencampur kan nama darkness pada skill metalku padamu."
"Dan untuk sihir elemen, kau seharusnya bisa menggunakan sihir elemen skala besar bukan sihir elemen yang selalu digunakan oleh anak-anak." Kata sang dewa yang membuat muka Zyden berubah masam.
"Sebenarnya sesuatu itu bisa menjadi kekuatan mu atau bencana yang menimpamu. Contoh nya sihir elemen, aku tidak percaya ada hal yang bisa mengubah seluruh elemen menjadi sebuah skill/kemampuan khusus."
"Bahkan untuk spirit paling banyak hanya 3 elemen saja sihir yang bisa dikeluarkan tanpa memerlukan mantra, tapi kau bisa menggunakan semua elemen tanpa mantra. Bukankah itu keuntungan dari sesuatu itu." Serunya.
"Jadi kau ingin aku untuk mengontrol sesuatu itu?" Tanya Zyden.
__ADS_1
"Benar! Kau memang Zyden ku, tidak salah lagi. Hehehe." Seru sang dewa tersenyum.