Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 53


__ADS_3

Disebuah ruangan didalam guild, ada dua orang yang sedang duduk dikursi mereka dan mengobrol.


Seseorang dengan jubah hitam serta topeng hitam, dan seorang wanita bertelinga kelinci dengan pakaiannya yang rapi.


"Jadi..., Kau bilang ada 16 pahlawan yang dipanggil ke kerajaan ini?" Ucap orang berjubah itu, yang bukan lain adalah Zyden.


"Benar! Ada 16 pahlawan yang dipanggil. Aku tidak tahu mengapa banyak sekali pahlawan yang dipanggil. Tapi, ada rumor kalau kerajaan bersiap-siap untuk berperang." Seru Misha, beast kelinci plus resepsionis guild Darion.


"Berperang, ya?" Gumam Zyden lirih. 'apakah mereka akan berperang dengan para iblis?' Lanjutnya berpikir.


"Kalau boleh tahu, kenapa kau bertanya tentang hal ini. Aku pikir kau hanya bertanya tentang kota Darion?" Seru Misha.


"Namun kau juga bertanya tentang petualang rank tinggi di kota, sampai pahlawan sekalipun kau tanyai? Apa kau dari luar kerajaan?" Lanjutnya.


"Sebenarnya..., aku sedang dalam perjalanan untuk menjadi orang kuat. Aku akan menjadi petualang rank SSS dan mencari teman yang luar biasa kuatnya, lalu kita bisa berpetualang mengelilingi dunia bersama." Ucap Zyden riang dari balik topengnya.


"Mengelilingi dunia?" Seru Misha.


"Benar, aku ingin mengelilingi dunia! Melihat banyak hal baru, berteman dengan orang-orang baru dan melakukan misi bersama teman-teman ku. Hihihi." Kata Zyden bodoh.


"Eh...? Tidak kusangka kalau kau punya keinginan seperti itu?" Ucap Misha mengingat Zyden yang berkata dingin dan langsung menendang orang tanpa permisi sebelumnya.


"Begitulah, ah... Atau mungkin aku juga bisa menjadi pahlawan? Aku sering membaca buku tentangnya! Itu sangat keren." Seru Zyden bersemangat.


"Jika kau melawan monster dan menolong orang yang membutuhkan. Aku yakin, kau pasti bisa menjadi pahlawan yang hebat." Ucap Misha halus.


"Hehehe, tentu! Aku akan menjadi pahlawan yang hebat." Seru Zyden. 'Tentunya juga dalam hal yang menyenangkan.' Lanjutnya dalam hati.


"..., Apa ada yang ingin kau tanyakan lagi?" Kata Misha bertanya.


"Hm...? Siapa namamu?" Ucap Zyden.


"Namaku Misha, kalau kau?"


"Panggil saja aku Zyden. Senang bertemu dengan mu, Misha."


"Aku juga, senang bertemu denganmu." Seru Misha tersenyum.





"Sepertinya aku harus pergi sekarang, aku khawatir pada Erika." Kata Zyden dengan nada hangat.


"Kau sudah mau pergi? Aku pikir kau betah berbincang dengan ku?" Seru Misha tak tega ditinggal.

__ADS_1


"Ya... Aku senang bisa ngobrol dengan mu, tapi aku harus pergi. Kita bisa ngobrol lain waktu, dan terimakasih infonya. Aku sangat menghargai nya." Ucap Zyden.


"Tidak masalah, aku juga senang bisa mendengar cerita mu." Ujar Misha.


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampai nanti!" Seru Zyden berjalan ke pintu keluar.


"Ya, sampai jumpa." Sahut Misha menjawab.


'click.'


Setelah beberapa saat Zyden keluar, tiba-tiba muncul seseorang dari tembok. Seorang wanita muncul seperti baru saja menyatu dengan tembok itu.


"Bagaimana menurut anda wakil ketua, bukankah dia orang yang menarik." Seru Misha pada wanita itu.


"Hm... dia memang menarik. Membuat pingsan petualang rank A hanya dengan sekali tendang, dan menjawab pertanyaan mu dengan sifat naif yang tidak cocok untuknya saat bersama dengan anak perempuan tadi." Ucap wanita itu.


"Aku penasaran? Kenapa dia menanyakan tentang pahlawan? Bukankah itu sudah tersebar ke seluruh kerajaan!" Lanjutnya.


"Aku juga penasaran dengan itu, dia juga menanyai tentang petualang rank tinggi disini. Apa dia berniat jahat?" Kata Misha menebak.


"Apapun itu, kita harus tetap waspada. Apalagi bangsa iblis sudah terlihat disekitar pegunungan Gilian yang membuatku tambah resah." Seru wanita itu.


"..., Apakah! Kerajaan memang akan berperang dengan ras iblis, wakil ketua?" Ucap Misha agak kaget.


"Aku juga tidak tahu, kita hanya perlu melakukan apa yang harus kita lakukan." Seru wanita itu. "Dan bagus juga kau menjawab pertanyaan nya dengan jawaban umum, aku kira kau akan menjawabnya lebih detail." Lanjutnya memuji.


"Walau dia pembicara yang baik, tapi aku masihlah seorang resepsionis andalan. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang fatal." Kata Misha dengan percaya diri.


"Wakil ketua? Apa kau juga berfikir kalau dia itu sebenarnya tampan?" Ucap Misha penasaran.


"Aku sedikit berfikir seperti itu, melihat anak perempuan cantik yang bersama nya. Apalagi anak perempuan itu sangat akrab dengannya, aku berfikir kalau dia itu tampan dan aneh karena mengacuhkan anak perempuan secantik dirinya." Seru wanita wakil ketua itu.


"Kau benar, mereka sangat akrab sampai-sampai bertengkar ditempat yang penuh dengan orang jomblo seperti guild petualang. Hahaha." Misha tertawa yang dijawab dengan senyuman wakil ketua.


• • •


Ditempat lain di guild, Zyden baru saja keluar dari ruangan.


'Kalo dipikir-pikir lagi, kenapa aku mengkhawatirkan Erika? Bukankah itu tidak masuk akal.' pikir Zyden saat mencari alasan untuk pergi.


'Dia bebas melakukan apapun, setidaknya saat dia sedang tidak dibutuhkan. ..., Huh?' Lanjutnya yang merasa kalau dia dijadikan pusat perhatian oleh orang-orang.


"Jadi dia anak yang membuat Daniel pingsan, dia tidak terlihat begitu kuat." Bisik salah seorang kepada temannya.


"Kau tidak melihatnya! Dia menendang Daniel hanya dengan sekali tendang, dan membuatnya terlempar keluar." Seru temannya menjawab.


"Sepertinya dia adalah petualang rank S yang baru saja datang ke kota ini."

__ADS_1


"Jika itu benar. Daniel tidak beruntung, mencari masalah dengan petualang rank S, dan membuatnya marah."


"Hei, bukankah dari dulu dia memang tidak beruntung."


"Itu berbeda, jika petualang itu mencoba membalas dendam. Bagaimana nasib Daniel nantinya?"


"Itu urusan nya, kenapa aku harus memutar otak untuknya?"


"Walau dia menyebalkan, dia tetap petualang yang sudah lama ada dikota ini sama seperti kita. Apa kau tidak punya rasa empati?"


"Aku akan membantunya, jika dia mau membelikan minuman untukku. Jika tidak, ya sudah biarin saja."


"Kau mungkin benar, aku setuju denganmu."


Dan masih banyak percakapan yang baik dan buruk tentang nasib Daniel nanti. Sedangkan itu, Zyden mengacuhkan mereka dan berjalan ke tempat papan quest berada.


'ini masih siang dan aku tidak berniat berkeliling kota seperti Erika. Tapi, aku tidak punya rencana sampai besok pagi untuk melakukan quest.' pikir Zyden melihat-lihat papan quest.


'apa aku kerjakan saja beberapa misi untuk menambah poin kenaikan rank milikku sekarang?' setelah beberapa saat melihat quest yang bisa dia lihat, Zyden menemukan sesuatu yang membuat nya tertarik.


"Oh, lihat ini. Ekspedisi Dungeon!" Ucapnya melihat dipapan paling ujung, dan tidak ada tanda rank diatasnya.


Zyden mengambil quest itu, lalu memperhatikannya sebentar. "Ekspedisi Dungeon! ... Ini bagus, tidak ada tingkatan rank yang diharuskan untuk masuk kedalam Dungeon."


"Tapi juga tidak ada hasil kenaikan rank untuk nya? Kecuali batu sihir yang dapat ditukarkan? Itu lumayan bagus."


"Ini juga untuk menghabiskan waktu dan memperbaiki mood ku, lagipula aku sudah bilang akan mengerjakan quest nanti pagi."


'aku adalah orang yang menepati janji! Setidaknya dalam beberapa kasus.' lanjutnya tersenyum kecil dan berjalan ke arah meja resepsionis.


"Permisi, apa aku bisa pergi untuk melakukan Ekspedisi Dungeon?" Ucap Zyden pada resepsionis yang ada didepannya.


Seorang manusia laki-laki dengan pakaian yang sama dengan Misha dan dia sedang berada di meja resepsionis sendirian.


"..., Tentu saja kau bisa. Ekspedisi Dungeon bisa dimasuki oleh siapapun, dan kapanpun mereka mau." Seru resepsionis itu. "Selama kau bisa menjamin hidupmu, kau bebas keluar masuk ke Dungeon." Lanjutnya.


"Biasanya apa yang dilakukan seseorang saat berada di Dungeon?" Kata Zyden dengan polosnya.


"..., Apa kau tidak tahu apa yang ada di Dungeon?" Seru resepsionis itu bertanya.


"Ya... Aku tahu sedikit tentang apa itu Dungeon. Tapi, aku tidak tahu apa yang ada didalamnya?" Sahut Zyden dengan bodohnya.


"Be, begitu ya! Di dalam Dungeon, ada banyak monster tergantung dari lantai berapa kau berada." Ucap sang resepsionis menjelaskan.


"Dungeon di kota Darion baru saja sampai di lantai 31. Seminggu yang lalu, ada beberapa pahlawan dari ibukota yang membuka lantai 30 dan 31."


"Jadi, banyak juga petualang rank tinggi yang ikut berpartisipasi dalam Ekspedisi Dungeon untuk membuktikan diri, atau melihat monster baru dilantai yang baru." Lanjut resepsionis.

__ADS_1


"Ternyata begitu?" Ucap Zyden membalas. 'hah! Tidak kusangka dia memberitahu sesuatu tanpa ku tanyai. Dia benar-benar pengantar tamu yang baik dan bisa diandalkan. Dan dia lebih baik daripada si kepala wortel itu." Pikir Zyden tentang penjelasan yang diberikan oleh sang resepsionis.


"Hm...! Eh, tunggu? Pahlawan katamu?" Seru Zyden pura-pura kaget dengan pertanyaan nya.


__ADS_2