
Malam hari di kota, walau malam kota itu sangat bercahaya.
Di tengah-tengah hamparan tanah yang lapang dikelilingi oleh tembok tinggi dan bangunan yang membelakangi lapangan itu.
Terlihat dua orang yang saling berhadapan siap melakukan pertarungan, anak muda dengan pakaian serba hitam dan pedang hitam digenggamannya, satu nya lagi orang berumur 30an dengan badan kekar dan sebuah pedang besar dipunggungnya.
Sedangkan dipinggiran lapangan banyak orang saling mengobrol ataupun diam untuk melihat pertarungan dua orang itu. Mereka adalah Zyden dan Kenneth yang akan berduel.
"Anak itu benar-benar akan melawan Kenneth. Sungguh berani." Ucap pria dikerumunan
"Ya kau benar..., Kenneth dikenal sebagai mantan petualang rank S dan orang yang gila dalam bertarung. Aku bahkan tidak mau meladeninya." Pria lain menyahut.
"Dia terlihat kuat dan tampan. Pantas saja Elsa diam saja saat Kenneth menjodohkannya. Kau beruntung Elsa." Seru perempuan didekat ibu dan anak itu.
"Ya.. kau benar-benar beruntung"
"Dia lebih baik daripada Arnold ya Elsa"
__ADS_1
"Hahaha.."
Mereka semua berbincang-bincang dan saling tertawa. Sedangkan orang yang dimaksud menunduk malu.
'Sepertinya aku sedikit faham kenapa Elsa itu diam saja saat ayahnya melakukan pertaruhan ini. Dialah yang paling diuntungkan disini dan dia tidak terlihat keberatan sama sekali. Kasihan sekali orang yang bernama Arnold itu, apa dia memang sejelek goblin sampai orang berkata begitu.' Ucap Zyden di pikirannya.
'Tapi rencanaku tetap sama, percintaan hanya menghalangi jalanku untuk menyelesaikan misi dari dewa itu kepadaku. Tidak akan aku biarkan siapapun menghalangi jalanku.'
"Baiklah duel antara mantan pahlawan kota Larkxa dengan pemuda kuda hitam akan dimulai." Seru Kene, pria berumur 20 an dengan rambut coklatnya mengumumkan.
"Peraturannya simple, siapapun yang tidak bisa melanjutkan pertarungan atau menyerah dialah yang kalah. Dilarang membunuh dan melanjutkan pertarungan jika ada seseorang yang sudah dianggap kalah. Hukuman berat bagi yang melanggar. Mengerti?." Lanjutnya.
Zydenpun mengangguk tanda mengerti.
"Siap mulai." Aba-aba kene.
Reaksi pertama dari suara tadi adalah Kenneth yang mengayunkan pedangnya setelah dia mengambil pedang dari sarung dipunggungnya menyebabkan sebuah sayatan angin berbentuk sabit kearah Zyden.
__ADS_1
Zyden yang melihat itu langsung menghindar kearah kanan dan melesat ke arah Kenneth setelah dapat pijakan. Kennethpun tidak mau kalah dia langsung maju kedepan siap-siap melancarkan serangan.
'Ting..., Ting..., Ting...,'
Suara benturan logam menghiasi ayunan pedang dari masing-masing serangan yang dilancarkan.
Keduanya mengerahkan semua keahliannya mengakibatkan sebuah pertarungan yang sengit, tapi terlihat jelas bahwa Zyden lebih unggul dalam keahlian pedang dan dengan tubuh serta pedang yang lebih kecil daripada Kenneth itu menambah keunggulannya.
Kenneth yang tau bahwa dirinya tidak diuntungkan, dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan mengayunkannya ketanah dimana Zyden berdiri.
'Boom...'
Suara ledakan terdengar jelas ditempat latihan, orang-orang yang menonton hanya bisa bisu melihat kekuatan ayunan Kenneth dan kepulan debu yang menutupi kedua orang itu.
Sedikit-sedikit debu yang berada ditengah lapangan mulai menghilang, memperlihatkan dua orang berdiri berseberangan. Kenneth tersenyum lebar sedangkan Zyden berdiri santai dengan raut wajahnya yang biasa.
"Kau benar-benar hebat bocah. Skill berpedangmu memang skill seorang ahli, jika kau menjadi menantuku aku akan sangat senang dengan itu." Ucap kenneth dengan gembira.
__ADS_1
"Jika kau mengalahkanku hal itu akan terwujud." Seru Zyden dengan nada dinginnya.