Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 43


__ADS_3

"Apa ada orang yang melakukan sesuatu pada tubuhku saat aku sedang pingsan?" Tanya Zyden datar.


"Melakukan sesuatu? ... Tidak, aku tidak tahu hal seperti itu." Seru Erika menjawab.


"Bukannya Ratuku lah yang sudah melakukan sesuatu pada tubuh Tuanku saat dia pingsan?" Ucap Liya yang membuat Zyden mengernyitkan alisnya dan membuat Erika bingung.


"Apa maksudmu?" Seru Zyden dingin.


"Aku tidak tahu persis apa yang dilakukan Ratuku, karena dia melarang orang lain masuk ke kamarnya saat menemani mu sendirian selama tiga hari penuh." Kata Liya yang membuat Erika tertegun kaget.


"Kecuali menggantikan pakaianmu, aku tidak tahu apapun lagi." Lanjutnya.


"Li li li... LIYA! Apa yang kau katakan barusan! Kenapa kau mengatakan hal yang tidak-tidak padanya." Seru Erika cemas.


"Bukannya memang begitu Ratuku?" Ucap Liya dengan santainya.


"Aku memang bersamanya selama dia pingsan, tapi aku tidak melakukan hal yang aneh-aneh padanya." Ucap Erika membela diri.


"Aku... Aku menggantikan pakaiannya bukan karena dia tampan atau agar bisa melihat tubuhnya. Tapi i... itu..., itu hanya karena aku ingin melakukannya."


"Iya! Aku hanya ingin tahu rasanya menggantikan pakaian seseorang, tidak ada maksud lain dari itu dan aku tidak melakukan hal yang aneh-aneh walau aku inginpun." Lanjut Erika lega dengan alasannya.


"Pfft..., Ahahaha... Ratuku. Kau benar-benar tertangkap basah kali ini. Hahaha." Seru Liya tertawa.


'sepertinya dia salah paham dengan pertanyaan ku.' pikir Zyden mendengar percakapan ratu dan pelayan itu.


"Kenapa kau tertawa, Liya? Apa aku mengatakan sesuatu yang lucu atau ada yang aneh dengan wajahku?" Ucap Erika agak geram.

__ADS_1


"Ahaha... Tidak, tidak ada apa-apa Ratuku. Aku cuma senang kau bisa bersikap seperti ini, aku minta maaf karena menertawakan mu, Ratuku." Kata Liya menaruh tangannya didada.


"Baik, aku akan memaafkan mu kali ini. Tapi jangan lakukan lagi, aku tidak suka diolok-olok oleh mu." Seru Erika.


"Terimakasih, Ratuku." Jawab Liya tersenyum.


"Jadi Zyden, seperti yang Liya katakan tadi. Tidak ada seorangpun yang menyentuhmu saat kau pingsan kecuali aku." Kata Erika halus.


"Dan aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang aneh-aneh padamu, aku bisa bersumpah atas nama ayahku." Lanjutnya percaya diri.


Zyden melihat Erika dengan datar, lalu dia menutup matanya berfikir lagi.


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan menemui mu nanti saat kita akan pergi! Kalau begitu, aku akan ke kamar tadi dulu untuk beristirahat sebentar." Ucap Zyden pergi melewati Erika dan Liya.


"Ba... baiklah, beristirahat lah sebelum kita berangkat." Seru Erika agak ragu melihat Zyden pergi.


"Benar Ratuku. Sepertinya dia telah mengizinkan kita untuk berpetualang bersama." Seru Liya.


"Begitu ya! Lalu, bagaimana dia bisa tahu kalau kamarku ada disana. Bukannya dia baru saja tiba di istana ini?" Tanya Erika penasaran.


"Saya tidak tahu Ratuku. Mungkin dewa Asteria yang memberitahunya atau dia menggunakan sihir pencari agar bisa kembali ke kamar Ratuku tadi!" Jawab Erika.


"Benar juga, mungkin dia menggunakan sihir pencari untuk ke kamar. Tapi anehnya, kenapa mananya tidak muncul saat dia menggunakan sihir?" Ucap Erika menambah rasa ingin tahunya.


"Lupakan yang itu Ratuku. Tadi anda memanggilnya dengan namanya bukan? Apa Ratuku sudah mengakuinya sebagai pasangan anda sekarang?" Seru Liya menggoda.


"Hah? Tidak masuk akal! Jika aku memanggil namanya, apa dia akan menjadi pasanganku?" Ucap Erika membantah.

__ADS_1


"Ratuku..., Anda terdengar seperti ingin menjadi pasangannya." Kata Erika dengan nada aneh.


"A... a a apa yang kau katakan Liya! Jika kau mengatakan omong kosong lagi, aku akan menghukummu." Seru Erika marah.


"Maafkan aku Ratuku." Ucap Liya.


"Sudah! Persiapkan semua yang kita butuhkan dalam perjalanan ini, aku akan mengurus beberapa urusan terlebih dahulu." Seru erika. "Saat kau sudah melakukan nya, temui aku di ruangan kerja ku, faham!" Lanjutnya.


"Baik Ratuku. Perintahmu akan aku lakukan secepatnya." Ucap Liya mengangguk dan memberi hormat ala pelayan istana.


Mereka pergi keruangan kerja Erika yang berlawanan arah dengan arah yang Zyden ambil untuk ke kamar nya.


• • • •


Sedangkan dikamar yang luas dengan banyaknya furniture ruangan dan kasur super besar. Terlihat Zyden sedang duduk di kasur itu memikirkan sesuatu.


"Haah... Semuanya tidak berjalan sesuai rencana, sial. Ini semua karena dewa sialan itu." Ucap Zyden agak marah.


"Aku faham kenapa dia bisa tahu semua rencanaku. Tapi! Bagaimana bisa dia memberitahukan nya pada seseorang yang memiliki kedudukan paling tinggi dalam rencanaku."


"Apa dia sudah menjadi musuhku atau dia sengaja memberitahunya agar aku hanya berpetualang dengan Erika saja dan tidak bisa mendapatkan pasukan roh di istana ini?" Dia merenung beberapa saat.


"Hah... Semakin aku pikirkan ini matang-matang, semakin banyak kemungkinan yang dapat diambil dari tindakannya." Lanjut Zyden membaringkan tubuhnya.


"Semuanya terjadi begitu cepat padahal belum satu bulan aku didunia ini. Sudahlah, pikirkan hal itu nanti, untuk sekarang aku harus menggunakan semua yang aku punya."


"Bagaimana pun juga, aku harus membunuh Raja Iblis dan bawahannya. Aku tidak boleh gagal dalam misi ini, semua yang menghalangi jalanku pasti akan aku hapuskan!" Ucap Zyden serius dan mulai menutup matanya untuk tidur.

__ADS_1


*Chapter 43 end*


__ADS_2