Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 31


__ADS_3

Setelah Zyden mengarahkan tangannya kesamping, banyak benda hitam tajam muncul dari tanah menembus semua petualang yang mengelilinginya.


Para petualang itu kesakitan terluka bahkan ada yang mati, hanya sedikit orang yang bisa menghindari benda hitam itu. Tapi kebanyakan tertusuk satu atau dua yang menyebabkan kematian.


Kenneth dan orang-orang yang ada didekatnya benar-benar dibuat diam tak berdaya. Mereka tidak dapat bereaksi akan apa yang terjadi pada para petualang itu, mereka hanya bisa diam dan bersyukur tidak terkena benda itu.


Tapi ekspresi mereka berbeda dengan Nika dan Ritta. Roh dan kontraktor itu bereaksi berbeda dengan orang-orang yang ada dibelakangnya, mereka berdua marah, benci, kesal, serta niat ingin membunuh orang yang telah menyebabkan hal ini.


Ritta yang ingin melindungi manusia-manusia yang berada disekitarnya dan Nika yang melihat orang-orang yang berada dikota yang sama dengannya, dibunuh didepan mata mereka begitu saja.


Dibuat tak berdaya akan melindungi sesuatu, sudah pasti itu akan menimbulkan kemarahan dan rasa benci yang besar. Dan itu adalah tujuan Zyden melakukan hal ini.


'karena kau tidak mau bertarung denganku sebab orang-orang ini. Maka akan aku bereskan mereka untukmu.' pikir Zyden dingin melihat spirit itu.


"...RITTA! BUNUH DIA!" Seru Nika pada rohnya itu.


'La...aa...'


Ritta langsung mengeluarkan sihirnya. Sihir yang memunculkan gelombang suara langsung menuju ke arah Zyden. Gelombang itu muncul seiringnya suara yang dikeluarkan oleh Ritta. Sementara itu, Nika juga mulai merapalkan mantranya.


Zyden bersiap menghindari gelombang suara itu, tapi tiba-tiba muncul metal hitam yang menahannya.

__ADS_1


'Buu.. Uuu.. Uum..'


Gelombang suara milik Ritta menghantam metal hitam itu. Tapi, sayangnya metal itu tidak dapat ditembusnya.


'ternyata skill ini bukan hanya membuat metal apa saja. Ini juga bisa aku anggap sebagai pertahanan absolut, bahkan sesuatu seperti serangan benda non padat juga bisa ditahan.' pikir Zyden akan benda hitam yang melindunginya.


Setelah Nika selesai dengan mantranya, Ritta berhenti menyerang. Kemudian Ritta memegang tongkat yang di ujung nya ada sebuah lingkaran dengan cincin mengelilinginya. Metal hitam yang ada didepan Zyden juga sudah menghilang bersamaan dengan gelombang suara itu.


Ritta langsung terbang menerjang Zyden dengan tongkat ditangan kanannya. Sedangkan Nika, dia mengeluarkan bola api disebelah kanannya dan bola air disebelah kirinya.


'ternyata serangan tadi hanya untuk mengulur waktu, jadi dia adalah petarung jarak dekat ya?' pikir Zyden melihat Ritta.


'ting' 'ting' 'ting'...


Suara itu terus terdengar, menandakan kedua orang yang saling mengadu senjata mereka masing-masing. Walau Ritta memiliki tubuh dan senjata yang berukuran 3x lipat dari Zyden, tapi pertarungan itu terlihat seimbang.


Zyden dapat mengimbangi kekuatan Ritta karena tubuhnya yang sudah ditingkatkan dan latihan untuk mengoptimalkan nya pada titik tertinggi. Jadi beradu kekuatan bukanlah hal yang sulit bagi Zyden.


Saat Ritta dan Zyden masih beradu, bola api dan air melayang ke arah Zyden dari belakang Ritta. Zyden yang melihat itu, mengayunkan pedangnya kuat kuat membuat Ritta tersentak mundur.


Dan Zyden pun melompat kebelakang menjaga jarak, tapi bola api dan air itu masih mengikuti nya. Zyden mengarahkan tangan kirinya kedepan, memunculkan metal hitam kecil tajam dan melesatkannya menembus semua bola api dan air yang merupakan sihir Nika.

__ADS_1


'duar''duar' ...'duar'.


Metal tajam itu menghancurkan semua bola sihir dan langsung ke arah Nika dengan cepat.


'kcring' 'kcring' ... 'bsyuuur' ... 'trang**'


Ritta menggoyangkan tongkatnya, memunculkan pelindung angin yang menghempas kan semua metal milik Zyden. Dan angin itu mulai membesar merusak daerah sekitar.


'wuush'


"Akh...." Seru party Arnold yang terkena angin itu.


"Ah .. Ayah! Ibu!" Teriak Elsa khawatir.


"Semuanya bertahanlah!" Ucap Kenneth membadani Angela dan Elsa.


"Ugh.., kau yang menahan tekanan dan menghilangkan beban. Cén cosantóir." Seru Kene membuat sihir pelindung mengelilingi mereka dan Sofia.


' WUUUSH '


Angin itu terus membesar menghancurkan bangunan sekitar dan menghempaskan semuanya sampai membentur pelindung dari para petualang.

__ADS_1


__ADS_2