Darkness Metal Manipulation

Darkness Metal Manipulation
Chapter 36


__ADS_3

"Bayaranku." Ucap Zyden santai.


"Gulp..., Apa yang kau inginkan?" Seru sang dewa menelan makanannya.


"Ternyata kau baik juga yah. Kau bahkan tidak menanyakan bayaran untuk apa?" Kata Zyden bertanya.


"Kau baru tahu aku baik! Bukannya aku selalu begini. Kau sungguh brengsek, melupakan semua yang telah aku lakukan untukmu. Hiks hiks..." Seru dewa itu berpura-pura menangis.


'hah... dia mulai lagi.' pikir Zyden melihat dewa itu berpura-pura. "Aku ingin skill teleportasi." Lanjutnya berbicara.


"Skill teleportasi?" Ucap sang dewa heran.


"Ya! Aku ingin skill teleportasi bukan sihir teleportasi." Seru Zyden meminta. "Bagaimanapun menggunakan sihir dengan mantra sangat tidak efektif. Aku ingin sebuah skill/kemampuan khusus teleport." Lanjutnya santai.


"Kau juga bisa melakukan sihir tanpa rapalan jika kau berlatih lagi!" Ucap sang dewa.


"Itu memang benar, tapi itu membutuhkan waktu yang lama. Karena aku punya kesempatan, aku tidak akan menyia-nyiakan nya. Benar kan?" Seru Zyden seperti biasanya.


"Permintaan mu terlalu berat bagiku. Teleportasi adalah sihir tingkat atas, akan sulit untuk mengabulkannya." Kata dewa itu melipat tangannya dan menggelengkan kepala.


"Memang benar itu akan sulit hanya untuk satu dewa, tapi itu akan mudah jika ada dua dewa!" Seru Zyden dengan senyum manisnya.


Dewa itu diam sejenak, lalu dia pun ikut tersenyum. "Ha-ha-ha. Baiklah, aku akan melakukan apa yang diinginkan oleh Zyden ku tersayang. Aku akan meminta bayaran dari temanku juga..."


"...Tapi, kau belum tentu akan berpetualang dengannya kan?" Lanjut dewa itu serius.


"Lihatlah dia dan tentukan jawabanmu nanti, apapun hasil darimu aku akan selalu berada disisimu. Bahkan jika seluruh dewa menjadi musuhmu, aku akan ada dipihakmu. Ingat itu, OK?" Serunya tersenyum dan sedikit mengangguk.


"Heh..., Baiklah akan aku ingat perkataan mu." Ucap Zyden tegas sembari tersenyum.

__ADS_1


Dewa itu khawatir. Jika Zyden tidak berpetualang dengan putri temannya, tapi dia sudah mendapat bayaran dari pekerjaan yang tidak dia lakukan.


Temannya tidak akan tinggal diam dan akan membalas Zyden suatu saat. Apalagi sekarang dia sedang bertransaksi dengan seorang dewa.


Resiko yang didapat dengan bayaran tanpa hasil adalah hal terburuk.


"Baiklah, aku akan mengirim mu ke Benua Xyrus." Ucap dewa itu mengangkat tangannya. "Ah... Aku hampir lupa. Pergilah ke selatan saat kau sudah sampai Dibenua Xyrus, disana ada sebuah istana megah yang dihuni oleh orang yang akan berpetualang denganmu."


"Dia akan tahu siapa dirimu jika kau bertemu dengannya. Aku tidak bisa menjelaskan ciri-ciri nya, aku hanya bisa memberitahu mu namanya." Seru sang dewa menunjuk ke atas.


"Namanya adalah... ERIKA." Lanjutnya menegaskan kata-kata terakhir nya.


"Erika? Nama yang sering ku dengar di negeri sakura saat di bumi." Ucap Zyden mengingat nama yang sama.


"Kau benar! Aku juga tidak tahu mengapa? Ayahnya lah yang memberikan nama itu. Mungkin dia kenal dengan seseorang yang sama namanya, atau nama orang yang dia reinkarnasi kan dan dia berikan itu pada putrinya. Mungkin...?" Seru sang dewa mengangkat bahunya.


"Baiklah, skill mu akan ada tepat saat kau sampai." Ucap dewa itu mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


Tubuh Zyden perlahan-lahan menghilang, dari kaki sampai kepala.


"Semoga kau berhasil dengan misimu, Zyden ku." Lanjut sang dewa melambaikan tangan dibalas dengan sebuah senyuman oleh Zyden.


• • • •


Pagi hari dihutan yang dipenuhi oleh pohon-pohon yang indah dan cahaya mentari yang menyilaukan.


Terlihat seorang anak laki-laki yang muncul dari ketiadaan. Dia muncul sedikit demi sedikit dari mulai rambut hitamnya, lalu wajah tampannya, sampai tubuh ideal dengan pakaian hitam kebiruannya.


Anak itu mulai membuka matanya memperlihatkan iris mata hitam sehitam malam. Lalu dia mengangkat tangannya menutupi cahaya mentari pagi yang membuat matanya silau.

__ADS_1


Dia menengok ke kanan dan ke kiri melihat banyaknya pohon yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Setelah tahu dia berada dihutan, wajahnya berubah menunjukkan ekspresi menjengkelkan dan tidak suka.


"Tsk. Dewa kampret itu..., lagi-lagi dia menempatkan ku dihutan. Apa beneran tidak ada tempat yang lebih bagus daripada disini." Ucapnya melihat sekitar. Dia adalah Zyden, pemburu yang direinkarnasi kan oleh dewa.


"Hm... Bajuku baru dan sekarang sudah pagi? Padahal setengah jam yang lalu masih malam, apa ada perbedaan waktu atau dewa itu yang memindahkan ku langsung di pagi hari?" Ucap Zyden memikirkan nya.


"..., Selatan ya?" Lanjutnya melihat ke atas dan sedikit tersenyum.


'Srakk...'


Sepasang sayap hitam muncul dipunggung Zyden. Dengan sekali kepakan, dia sudah melayang beberapa meter lebih tinggi dari pohon yang ada.


Dia langsung mencari tempat yang sedang dia tuju, sebuah istana yang dibicarakan oleh sang dewa.


Setelah mencari-cari, dia menemukan sebuah bangunan besar yang lumayan jauh disebelah kanannya. Zyden tersenyum kembali melihat bangunan itu.


"Teleport" gumam Zyden lirih.


Setelah Zyden bergumam, dia langsung menghilang dan muncul didekat istana. Karena Zyden sedang melayang, dia melihat istana itu lebih jelas dari atas.


Sebuah istana dengan ukuran super besar, dengan menara dan taman mengelilingi nya. Ada 7 menara yang saling melengkapi istana dengan tinggi dan besar yang beragam.


Sedangkan untuk taman, itu berisi pohon-pohon besar disisi kiri dan bunga-bunga yang belum pernah dilihat oleh Zyden disisi lainnya.


'benar-benar istana fantasy asli. Monumen terbaik dibumi bahkan tidak bisa dibandingkan dengan ini.' pikir Zyden melihat betapa megahnya istana itu.


Selagi Zyden masih mengagumi megahnya istana fantasy, sebuah serangan api melesat cepat dari sisi kanannya. Dan...


'Boom...!'

__ADS_1


__ADS_2