![Dear, My Baby [Tamat]](https://asset.asean.biz.id/dear--my-baby--tamat-.webp)
Pagi harinya, setelah mendengar penjelasan dari keluarga Park. Tanpa mengulur waktu lagi. Raka bersama Naura bertolak ke negeri matahari terbit, Jepang. Menurut dektektif yang disewa Raka di Jakarta. Denny bersama Theresia sudah lebih lima belas tahunan menetap di Jepang. Terhitung semenjak Theresia keluar dari penjara.
Kota Osaka, di sebuah desa terpencil dan jauh dari pusat keramaian. Sangat pintar memilih tempat persembunyian. Benar-benar rubah. Pantas selama ini keberadaan Theresia tidak terlacak. Raka mencibir ketika melihat alamat yang dikirimkan oleh dektektif swasta tadi malam lewat email-nya.
Raka melirik ke samping. Naura tertidur sembari memeluk lengannya. Masih membutuhkan sejam lagi sampai ke alamat yang dituju. Lalu pandangannya beralih pada sepasang manusia lainnya, duduk di bangku paling belakang. Maura dan Lucas. Gadis itu tertidur dengan kepala menyender di bahu Lucas. Lucas melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Maura. Memeluknya dengan posesif.
Sedari semalaman gadis manis ini terus menangis setelah mendengar penjelasan Raka. Bahwa Theresia, yang baru saja diketahui adalah saudari kandung Naura yang telah menukar Maura dan Miura. Sebenarnya enggan Raka menjelaskan siapa itu Theresia pada ketiga anaknya. Terlebih Theresia sendirilah yang tidak mengakui mempunyai saudari seperti Naura. Tetapi karena terus didesak oleh Lucas, yang juga ingin mencari jejak orang tua kandung Maura, ia pun menceritakan semuanya.
Betapa tidak gadis manis ini menangis semalaman. Mungkin saja Theresia adalah ibu kandungnya. Dengan kata lain, dia masih punya hubungan darah dengan Lucas. Itu artinya mereka tidak bisa menjalin cinta. Begitupun dengan Lucas. Ia pun sama terpuruknya. Rasanya kebahagiaan yang baru saja diraihnya seakan ditarik paksa dari genggamannya. Sungguh menyakitkan.
Lucas termenung sembari menatap keluar jendela lalu menoleh ke depan manakala merasakan Raka memperhatikannya. Sama sekali dirinya tak menghindar dan melepaskan pelukannya dari tubuh Maura. Dan sepertinya Raka juga tak memberikan komentar apapun.
Ketika rombongan Raka sampai di tempat tujuan, hari masih pagi dan udara masih sangat segar. Para penduduk berlalu lalang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Banyak pohon-pohon tinggi menjulang di sisi kiri kanannya. Rumah-rumah penduduknya masih jarang-jarang.
Rumah ditinggali Theresia sangat sederhana dan dikelilingi pohon-pohon. Raka mengetuk pintu dengan agak kasar. Sungguh tak sabar bertemu dan melihat reaksi penghuni rumah ini. Terlebih reaksi Theresia. Selang beberapa detik terdengar suara pintu dibuka, lalu muncul wajah menua Denny yang terkejut melihat wajah Raka. Sebenarnya Raka mengharapkan yang muncul di depannya adalah Theresia, bukan Denny.
“Raka?” Denny nyaris tak percaya melihat siapa yang berdiri di depannya.
“Ternyata masih mengenalku,” sindir Raka tajam.
“Tentu saja ...” lirih Denny, lalu pandangannya beralih menatap wajah Naura. Pandangannya menyendu kala memandang wajah manis Naura, membuatnya merasakan pahit akan kehilangan sosok yang disayanginya. Kemudian beralih menatap wajah Lucas dan terakhir wajah Maura. Melihat Maura ekspresi Denny semakin berkabut.
“Amanda?”
Semua terkejut ketika tiba-tiba Denny memeluk Maura. Buru-buru Lucas menarik paksa Maura dari pelukan Denny, takut bila terjadi sesuatu padanya. Gadis manis itu segera bersembunyi di belakang Naura. Lucas melotot pada Denny dan menjadi perisai Maura, berjaga-jaga bila lelaki tua ini berbuat yang tidak diinginkan. Sedang Raka menyeringai puas melihat sikap Lucas, selalu bisa diandalkan.
Denny tersenyum pahit melihat reaksi pemuda tampan di depannya. “Tak usah cemas. Aku takkan melukainya,” ujarnya menatap sendu Maura dengan wajah ketakutan memandangnya. Mengembuskan napas. Dari ekspresinya jelas lelaki tua ini sangat merindukan gadis manis ini.
“Di mana Theresia?” Raka langsung menanyakan orang yang dicarinya. Sedari tadi Theresia tidak kelihatan batang hidungnya. Rahang Denny mengeras mendengarnya.
Alih-alih menjawab pertanyaan Raka, Denny berbalik dan membuka pintu lebar-lebar. “Silakan masuk dulu,” ucapnya dengan tenang setelah biasa menguasai perasaannya.
Setelah semuanya duduk di ruang tamu, Denny kembali berbicara, “Apa kalian tidak pernah mendengar kabar tentang Theresia selama ini?” tanyanya bersamaan asissten rumah tangga selesai menyajikan minuman dan berbalik pergi.
“Tidak. Selama ini kami tinggal di Seatle. Dan memang tidak ingin mencari kabar Theresia,” tekan Raka dingin. Kalau bukan seorang suster yang membuka rahasia besar ini, serta pengakuan mengejutkan dari keluarga Park, mungkin sampai detik ini ia dan Naura takkan sudi menemui Theresia.
“Oh, aku mengerti.” Denny menghela napas dalam. Tergambar jelas dari raut wajahnya yang menua rasa luka yang sangat mendalam serta beban yang masih harus dipikulnya diusia senjanya.
__ADS_1
“Jadi, di mana Theresia?” ulang Raka sembari menyipitkan mata pada Denny. Jangan bilang, Theresia kembali melarikan diri setelah mengetahui mereka akan kemari.
Denny menatap lekat wajah Raka. Tanpa menjawab, lelaki tua ini berdiri. “Ikut aku,” katanya singkat.
Raka menaikkan salah satu alisnya. Kemudian menatap istri dan dua anaknya, lantas mengangguk. Ia pun beranjak dari duduknya diikuti yang lainnya. Dengan beberapa pertanyaan di dalam benak, mereka pun mengikuti langkah alun Denny menaiki tangga menuju ruangan paling ujung. Denny membuka pintu lebar-lebar dan memperlihatkan pemandangan miris di dalamnya.
“Kak Tere.” Naura menutup mulutnya rapat-rapat, tubuhnya bergetar kala memandang sosok ringkih di depannya.
Theresia duduk dipojokan. Tubuhnya kurus. Rambutnya awut-awutan. Theresia menggendong erat boneka bayi di tangannya sambil terkikik tanpa mempedulikan sekitarnya. Kondisinya jelas jauh berbeda yang dilihat Naura beberapa tahun silam.
“Ya, Theresia gila,” ujar Denny memperjelas rasa tekejut empat orang di sampingnya. Naura tak mampu lagi menahan rasa sakit di hatinya. Ia menangis. Sungguh prihatin melihat kakak kandungnya. Begitu pun dengan Maura. Mata gadis ini berkaca-kaca. Ia sedih melihat keadaan Theresia yang mungkin saja itu ibu kandungnya.
“Kenapa Kak Tere bisa seperti itu?” tanya Naura ketika mereka kembali ke ruang tamu.
“Tujuh belas tahun lalu, Theresia diculik oleh sekawanan penjahat di Yokohama. Ia disekap selama satu bulan dan diperkosa. Mungkin karena itulah, ia menjadi gila. Karena tak sanggup menahan siksaan batin dan fisik,” lirih Denny menjelaskan.
Naura terkesiap. Sungguh tak menyangka bila hidup kakaknya menjadi sangat mengenaskan seperti itu. Lalu pandangannya tertuju pada Maura. Apakah mungkin Maura adalah anak hasil dari korban perkosaan yang terjadi pada Theresia? Ya, Tuhan.
Sama seperti yang dirasakan Naura. Maura pun demikian. Ia hanya tertunduk menahan buliran bening di pelupuk matanya. Tak sanggup ia membayangkannya. Tak peduli pada sekitarnya, Lucas memberanikan diri menggenggam erat tangan Maura. Saat ini Maura butuh kekuatan. Bahkan Lucas tak peduli pada Denny yang menatap sendu Maura. Sungguh dirinya sangat senang bisa bertemu bayi yang tidak pernah dilihatnya lagi selama tujuh belas tahun ini. Sangat bersyukur, bayi perempuan--yang sekarang ini telah menjelma menjadi gadis manis--itu diasuh oleh Naura dan Raka.
__ADS_1
“Andaikan saja Theresia tidak gila. Kami bisa menanyakan alasan kenapa dia tega menukar anak kandung kami dengan putri kandungnya,” sesal Raka setelah bisa mengendalikan rasa terkejutnya.
“Menukar anak kalian dengan putri kandungnya?” Dahi Denny mengernyit.
“Bukankah Maura anak kandung Theresia?” tanya Raka heran.
“Kalian salah. Selama hidupnya Theresia tidak pernah menikah dan tidak pernah punya anak, walau ia pernah diperkosa dan disekap. Ia tidak pernah hamil dan melahirkan,” terang Denny hingga membuat semua yang mendengarnya menarik napas lega. Terutama untuk Lucas dan Maura. Sangat bahagia mendengarnya.
“Bukan anak kandungnya? Lalu siapa Maura bagi Theresia?” Raka menatap lekat mata sayu Denny, meminta penjelasan.
“Nama asli Maura adalah Amanda Thalia. Tujuh belas tahun yang lalu ... usai keluar dari penjara, aku membawa Theresia liburan ke kota New York. Aku begitu senang ketika Theresia membawa bayi perempuan ke rumah. Kuharap dengan hadirnya bayi Amanda, Theresia benar-benar telah melupakan kalian berdua. Dan barulah kutahu alasan dirinya mengadopsi bayi setelah kedatangan kalian kemari. Untuk mengetahui siapa bayi yang diadopsinya,” urai Denny.
Ya. Hanya untuk menukar anak Naura,Theresia berani mengadopsi bayi. Astaga! Sampai kapanpun Theresia takkan pernah senang melihat Naura dan Raka bahagia. Dan karena dendam telah dipenjarakan, akhirnya Theresia nekad melakukan hal tersebut. Seminggu kemudian. Tanpa sepengetahuannya, Theresia membawa pergi bayi Maura yang ternyata telah ditukar dengan bayi Miura olehnya entah ke mana. Dua hari kemudian, ia pulang ke rumah tanpa membawa bayi. Saat ditanya Denny, Theresia mengatakan telah memberikan bayi itu pada sepasang suami istri yang kehilangan bayinya dan lebih membutuhkan.
Denny sangat menyesali keputusan Theresia yang tidak pernah stabil itu. Katanya ingin mengadopsi seorang bayi, tetapi kemudian begitu saja memberikan bayinya pada orang lain. Meskipun kecewa akan keputusan Theresia, Denny tidak berusaha mengambil kembali bayi itu. Ia rasa memang sebaiknya bayi itu diasuh orang lain ketimbang diasuh Theresia. Bila melihat sikap Theresia yang tidak pernah stabil itu, ia takut bayi itu akan menjadi sasaran pelampisan kemarahan Theresia saja.
Usai kejadian itu Denny membawa pergi Theresia ke Jepang. Dan menetap di desa untuk menyembuhkan jiwa Theresia. Setelah menetap di Jepang, Theresia tidak pernah bertingkah lagi. Ia benar-benar telah berubah. Hingga sebulan kemudian, ketika sedang jalan-jalan di kota Yokohama, Theresia mengalami penculikan dan disekap. Lebih tragis lagi, ia mengalami pelehan seksual selama disekap. Setelah berhasil diselamatkan dari penyekapan, jiwa Theresia benar-benar telah terganggu. Ia pun menjadi gila dengan penyesalan yang tersisa di benaknya, telah menukar bayi tak berdosa. Itu mengapa Theresia menggendong boneka bayi tanpa pernah melepaskannya.
“Dan di mana kedua orang tua kandungku?” tanya Maura penasaran.
“Orang tua kandungmu telah meninggal. Ketika dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, kau dan orang tuamu mengalami kecelakaan dan hanya kau yang selamat dari kecelakaan maut itu. Hingga akhirnya Theresia mengadopsimu,” jelas Denny. Meski alasan Theresia mengadopsinya membuat Denny menyayangkannya. Tetapi setidaknya, ia bahagia yang mengasuh Maura adalah Naura dan Raka.
“A-adakah peninggalan orang tua kandungku untukku?” harap Maura dengan suara bergetar.
“Ada. Tunggu sebentar.” Denny berdiri. Bergegas menuju kamarnya. Selang beberapa menit kembali ke ruangan dengan sebuah kotak tua berukuran kecil di tangannya.
“Untukmu.” Denny menyodorkan kotak kecil pada Maura.
Maura membuka isinya. Ada beberapa foto. Seorang wanita dalam foto tersebut benar-benar mirip dengannya. Juga beberapa foto saat Maura masih berumur satu sampai seminggu, sebelum dirinya diasuh Naura. Serta selembar sertifikat kelahiran. Tertulis jelas di sana, data lengkap Maura dengan nama aslinya Amanda Thalia serta data kedua orang tua kandungnya.
Air mata Maura tidak terbendung lagi. Ia menangis tersedu-sedu. Sulit membayangkannya, selama ini ia adalah seorang anak yatim piatu. Andaikan saja Theresia tidak mengadopsi dan menukarnya, mungkin saat ini dia berakhir di panti asuhan, serta tak pernah mengenal siapa Lucas.
\===========
Satu chapter lagi, extra chap cerita ini tamat. Jangan lupa guys, kakak-kakak yang cantik & ganteng, adik-adik yang emes 😍, kasih like dulu biar semangat nulis ceritanya 🤗😉, oke 👍.
Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya 🤗💜.
__ADS_1