Dermaga Cinta Aisyah

Dermaga Cinta Aisyah
Misteri Jodoh


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, kini Zafran sudah kembali bekerja di perusahaan sebagai CEO dan Akmal kembali menjadi COO.


Karena proyek yang sukses besar melalui kerja keras Akmal dan timnya di perusahaan, Zafran menghadiahkan adik sepupunya itu sebuah rumah mewah. Dan di sanalah Akmal dan Aisyah tinggal saat ini.


"Bang, pulang nanti kita nongkrong yuk?" ajak Akmal sembari duduk santai di sofa yang berada di ruangan Zafran.


"Nongkrong di mana? Kayak pria lajang aja kamu. Ingat, Mal, istrimu menunggu di rumah," ujar Zafran yang masih asik berkutat dengan pekerjaannya meski jam kerja sudah selesai.


"Tenang, Bang. Aisyah udah setuju kok, dia juga katanya mau nongkrong sama Ainun."


Zafran menghentikan aktivitasnya sejenak saat mendengar nama gadis itu, gadis yang dalam beberapa hari ini selalu mengganggu pikirannya dan membuat hari-harinya tidak bersemangat.


"Oh," jawab Zafran singkat lalu kembali fokus dengan pekerjaannya.


Akmal yang sejak tadi memperhatikan ekspresi dan gerakan Zafran hanya mencebikkan bibirnya.


"Sok cuek kamu, Bang, padahal aslinya penasaran kan?" Akmal merutuki sikap kakak sepupunya yang memaksa terlihat santai tapi sebenarnya gelisah. Sayangnya, ia hanya berani mengatakannya dalam hati.


Setelah semua pekerjaannya beres, Zafran bangkit dari kursinya lalu mengenakan jas sembari melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


"Udah mau pulang, Bang?" Akmal yang sejak tadi menunggu ikut beranjak dari duduknya saat melihat kakak sepupunya sudah berjalan lebih dulu tanpa bersuara.


"Nggak, aku mau nginep. Ya iyalah, kamu lihat sendirikan aku udah siap gini," jawab Zafran tak menghentikan langkahnya.


"Oke, Bang, let's go," ujar Akmal begitu semangat lalu mempercepat langkahnya hingga berjalan beriringan keluar dari perusahaan.


Mereka pun menaiki mobil masing-masing dan melaju menuju ke alamat Cafe yang telah disepakati.


Tak menunggu lama, dua pria itu kini tiba di sebuah Cafe yang cukup terkenal di kota itu. Keduanya langsung mengambil tempat yang berdekatan dengan jendela. Perbincangan santai pun akhirnya terjadi di antara mereka sembari menunggu pesanan mereka datang.


"Bang, gimana? Calon Mamanya Khaira udah ada belum?" tanya Akmal.


"Tuh bibir lentur banget yah kalau ngomong. Memangnya kamu pikir mencari istri sekaligus ibu sambung untuk Khaira itu gampang apa?" jawab Zafran sedikit kesal.


"Lah, kan cuma nanya Bang, sensi amat sih," ujar Akmal tapi tidak mendapat respon dari Zafran. Pria itu memilih menatap keluar jendela dan merasakan embusan angin sore yang menerpa wajah tampannya.


"Kalau wanita yang dekat sama Khaira ada nggak sih selain Aisyah?" tanya pria itu lagi.


Zafran sejenak terdiam, nama yang melintas di pikirannya saat ini hanyalah Ainun, karena nyatanya, sang putri hanya dekat dengan dua wanita itu selain ibunya, Aisyah dan Ainun. Bahkan Aira yang jelas-jelas adalah tantenya tak mampu mengambil hati Khaira.

__ADS_1


"Assalamu 'alaikum, Mas, Bang, kalian di sini?"


Kedua pria itu menoleh ke sumber suara dan mendapati Aisyah dan Ainun yang sedang berdiri di samping meja mereka.


"Eh kalian juga nongkrong di sini ternyata, yuk gabung," ajak Akmal begitu bersemangat.


Akmal berpindah posisi ke samping Zafran, kemudian Aisyah dan Ainun duduk di hadapan mereka, di mana Aisyah berhadapan dengan Akmal dan Ainun berhadapan dengan Zafran.


Zafran tampak begitu cuek, ia bahkan hanya sekali melihat ke arah Ainun, itu pun saat mereka baru tiba, selebihnya ia lebih memilih memperhatikan dahan pohon yang bergoyang ke sana-kemari karena tiupan angin.


Beberapa menit telah berlalu, Aisyah, Ainun dan Akmal tampak begitu asik bercerita, sesekali mereka tertawa bersama. Sementara Zafran lebih banyak diam sembari menyesap kopi yang telah tersedia di depannya, seolah ia tidak peduli dengan apa yang sedang dibicarakan oleh ketiga orang tersebut.


"Ainun, gimana ta'arruf kamu, lancar? Apa akan berlanjut ke pelaminan?" Akmal berpura-pura bertanya, padahal sebenarnya ia tahu jelas faktanya.


"Eh, memangnya Aisyah nggak bilang yah? Ta'arrufku kan udah berhenti di tengah jalan dan otomatis nikah pun tak jadi," jawab Ainun begitu santai.


Zafran seketika menoleh ke arah Ainun saat mendengar berita itu, di saat yang sama tanpa sengaja Ainun juga menoleh ke arahnya, kedua manik mata mereka sejenak saling bersirobok, tapi dengan cepat mereka mengalihkan pandangan mereka.


Entah kenapa ada rasa bahagia di hati Zafran. "Apa aku jahat dan egois jika merasa bahagia saat Ainun tidak jadi menikah?" Batin Zafran.


"Jadi gimana sekarang? Apa kamu udah ada lagi yang lamar atau ngajak ta'arruf gitu?" tanya Aisyah.


"Yaa mau gimana lagi, aku dan Mas Akmal kan udah saling tahu," jawab Aisyah.


"Iya, mana satu orangnya sok cuek lagi, boro-boro mau di ajak ngobrol, ngelirik ke kita aja gengsi dia," sindir Akmal kepada Zafran.


Semua mata kini tertuju pada Zafran.


"Apaan?" tanya Zafran ketus pada Akmal.


"Ayolah Bang, ikut cerita bareng kita dong, nggak asik banget diam-diam terus," ujar Akmal.


"Memangnya mau cerita apaan?" tanya Zafran sembari menatap Akmal dan Aisyah secara bergantian, tapi tidak dengan Ainun.


"Apa Abang udah punya calon Mama untuk Khaira?" tanya Aisyah, membuat pria itu membuang napas lesu.


"Tanya sama suami kamu sajalah, dia udah tahu," jawab Zafran malas.


"Lah, kan Abang ada di sini, jawab dong, Bang," pinta Aisyah sedikit merengek.

__ADS_1


"Belum," jawab Zafran singkat.


"Ih, kok pas banget sih, apa jangan-jangan kalian memang jodoh?" celetuk Akmal sembari menaik-turunkan alisnya menatap Zafran dan Ainun bergantian.


Lagi-lagi Zafran menatap Ainun yang kini tertunduk tak menjawab perkataan Akmal.


"Sudah-sudah, kalian jangan berpikiran yang tidak-tidak. Jodoh itu sudah di atur oleh Allah." Zafran segera menyahut agar tak muncul kecanggungan di antara mereka.


⚓⚓⚓


"Mas, kamu yakin Bang Zafran tertarik sama Ainun? Kok aku lihatnya cuek banget sih?" tanya Aisyah.


Kini ia dan sang suami sudah berada di kamar mereka. Dan seperti biasa, mereka akan melakukan pillow talk sebelum tidur. Dan kali ini mereka membahas rencana yang sengaja mereka buat sore tadi.


"Dari hasil pengamatanku, Bang Zafran tertarik, Sayang. Hanya saja dia sedang berusaha untuk tidak menampakkan perasaannya," terang Akmal.


"Jadi gimana, Mas? Ainun pun melakukan hal yang sama, dia selalu berdalih tidak pantas untuk Bang Zafran."


Akmal tampak berpikir sejenak. "Kita serahkan saja pada Allah, Sayang. Jika mereka berjodoh, mereka pasti akan bersatu, tak peduli sebesar apa pun rintangan di hadapan mereka," kata pria itu.


"Iya, Mas, kamu benar, jodoh itu seperti misteri, hanya Allah yang tahu, butuh usaha dan doa untuk bisa mengungkapnya, kadang ia bersatu secara tidak terduga, kadang juga ia bersatu setelah melalui serangkaian perjuangan," timpal Aisyah.


"Seperti kita, benar-benar tidak terduga, tapi aku sangat bahagia dan bersyukur," sambung Akmal lalu mengecup kepala Aisyah dan menariknya ke dalam dekapan yang hangat.


⚓⚓⚓


Keesokan harinya, Khaira sedang bermain bersama temannya di pekarangan sekolah bersama teman-temannya di jam istirahat.


"Ira, Ira, ada yang cariin kamu tuh di sana," ujar salah satu temannya sembari menunjuk ke suatu tempat.


"Siapa?" tanya Khaira.


"Nggak tahu, tapi aku lihat dia tante-tante cantik," jawab temannya.


"Tante-tante cantik?" Khaira mengerutkan keningnya. "Apa tante Ainun?" batinnya.


Gegas gadis kecil itu pergi ke tempat yang di tujukan temannya.


-Bersambung-

__ADS_1


Note: Pillow talk sering diartikan sebagai kegiatan saling bertukar cerita sebelum tidur antara suami istri yang dimaksudkan untuk menambah kedekatan pasangan secara emosional.


__ADS_2