
"Maaf Pak Zafran, karena beberapa alasan yang membuat saya merasa kecewa, saya akan menarik semua investasi saya dari perusahaan Bapak," ujar seorang pria paruh baya melalui sambungan telepon.
"... "
"Atur pertemuan kita besok untuk membahas masalah ini, saya ingin masalah ini selesai tanpa masalah lain," ucap pria itu lalu mengakhiri teleponnya secara sepihak.
"Bagaimana, Pak?" tanya seorang wanita yang kini sedang memijit lengan pria paruh baya itu dengan begitu lembut.
"Tenang saja, Sayang. Mereka akan tahu akibatnya karena telah memenjarakan kekasihku, mereka tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa," jawab pria itu sembari menarik wanita yang sejak tadi memijitnya ke dalam pangkuannya.
⚓⚓⚓
"Maaf, Pak. Kita mendapat masalah besar," ujar Agus setelah memasuki ruangan Akmal.
"Ada apa Agus?" tanya Akmal.
"Investor terbesar di perusahaan kita berencana akan menarik semua investasinya," ucap Agus.
"Apa?"
Belum sempat hilang keterkejutan Akmal akibat berita itu, suara deringan telepon kini membuatnya semakin gusar tatkala melihat siapa yang sedang meneleponnya saat ini.
"Halo, assalamu 'alaikum, Bang," ucap Akmal.
"Wa'alaikum salam, apa yang terjadi, Mal. Kenapa Pak Andreas ingin mencabut semua investasinya?" tanya Zafran di seberang telepon.
"Sepertinya ini karena masalahku dengan sekretarisnya, Bang," jawab Akmal jujur.
"Memangnya apa masalahmu dengan sekretaris Pak Andreas?"
"Ceritanya panjang, Bang."
"Baiklah, temui aku di rumah pukul 6 pagi besok, kau harus menjelaskan semuanya kepadaku."
"Baik, Bang."
Setelah saling mengucapkan salam, panggilan mereka pun berakhir. Akmal memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
Apa ini hadiah yang dimaksudkan Via? Jika memang iya, berarti dia dan Pak Andreas masih memiliki hubungan.
__ADS_1
⚓⚓⚓
Keesokan harinya usai melaksanakan sholat subuh di masjid. Akmal segera bersiap dengan pakaian kantornya. Ia berjalan ke dapur untuk sarapan lebih awal.
"Loh, kok cepet banget siapnya, Mas?" tanya Aisyah yang baru saja menyelesaikan masakannya.
"Aku dipanggil Bang Zafran ke rumah pagi ini. Ada masalah perusahaan yang harus kami bahas," jawab Akmal sembari duduk di kursi meja makan.
Aisyah segera menyajikan makanan di atas meja dan menyendokkan nasi ke piring sang suami. "Masalah? Bang Zafran udah kembali yah?" tanyanya kemudian setelah semua urusannya beres.
Akmal terlihat mengembuskan napasnya kasar. "Nanti akan kuceritakan padamu setelah semuanya beres yah, Sayang," jawabnya.
Aisyah menganggukkan kepalanya maklum. Ia tak ingin memaksa Akmal menceritakan masalahnya karena ia tahu betul karakter pria yang sangat berbeda dengan wanita jika dihadapkan dengan sebuah masalah.
Jika wanita akan memilih menceritakan masalahnya dan berharap mendapat dukungan dan perhatian dan sesekali membutuhkan solusi, berbeda dengan pria yang lebih memilih memendamnya terlebih dahulu, setelah semuanya beres barulah akan ia ceritakan. Selain karena tak ingin memberikan beban pikiran kepada pasangannya, ia juga tidak ingin terlihat lemah karena masalahnya saat itu.
Usai menyelesaikan sarapannya, Akmal pun akhirnya berpamitan dengan Aisyah lalu melajukan mobilnya meninggalkan sang istri di rumah.
-
Zafran baru saja tiba di rumahnya, dan langsung pamit untuk pergi ke ruang kerja di rumah itu. Tak berselang lama, Akmal pun tiba dan langsung menyusul Zaftan di ruang kerjanya.
"Maaf, Bang, sebenarnya Via adalah mantan tunanganku yang pernah aku ceritakan padamu, dan pria paruh baya yang bersamanya malam itu adalah Pak Andreas." Akmal terdiam sejenak untuk mengambil napas.
"Sampai saat ini Via berusaha kembali padaku, bahkan ia hampir membuat rumah tanggaku dan Aisyah retak, jika saja Aisyah tidak mempercayaiku saat itu, mungkin kami sudah berpisah."
"Dan kau tahu apa yang membuatku semakin geram dengannya? Dia bahkan memberikan obat per****ng ke dalam minuman Aisyah dalam dosis tinggi saat kami menghadiri acara anniversary Pak Andreas. Untung saja malam itu dia pingsan tepat di belakangku, jika tidak, sungguh aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya." Akmal berbicara dengan suara bergetar.
"Oleh karena itu, dua hari lalu aku melaporkannya ke polisi, tapi sepertinya dia masih berhubungan dengan Pak Andreas sehingga dia begitu mudah untuk bebas dan inilah yang terjadi sekarang. Maafkan aku, Bang." Akmal tertunduk merasa tidak enak hati kepada kakak sepupunya itu.
"Astaghfirullah, maaf, aku tidak tahu dia adalah mantan kekasihmu. Jika aku di posisimu, aku pasti sudah melakukan hal yang sama, Mal. Mengenai perusahaan ini, kita serahkan saja semuanya kepada Allah." Zafran menepuk pelan pundak Akmal yang terlihat begitu khawatir.
"Tenanglah, pagi ini kita akan melakukan pertemuan dengan Pak Andreas, semoga saja ada jalan keluarnya," ucap Zafran kembali menenangkan Akmal.
⚓⚓⚓
Sesuai kesepakatan yang mereka buat, pagi ini Akmal, Zafran dan dewan direksi pemegang saham melakukan pertemuan dengan delegasi dari Gemilang Group yang menjadi investor terbesar di perusahaan Zafran yaitu PT. ZK.
Pembicaraan demi pembicaraan kini mulai dilakukan termasuk penyampaian keputusan pencabutan investasi dari pihak Gemilang Group.
__ADS_1
"Tapi Pak Andreas, kita sudah terikat kontrak, bukankah itu artinya Bapak melanggar kontrak kerjasama kita?" Zafran mulai angkat bicara.
"Benar Pak Zafran, dan di surat kontrak kerjasama kita mengatakan bahwa jika pihak pertama merasa di rugikan dari kerjasama dengan pihak kedua, maka pihak pertama berhak mengajukan pencabutan investasi," jelas Pak Andreas.
"Iya betul, tapi dari segi apa Bapak dirugikan? Bukankah kerja sama kita ini telah saling menguntungkan?" tanya Zafran.
"Karena beberapa alasan yang tidak bisa saya sebutkan di sini, saya merasa dirugikan," jawab Pak Andreas.
"Tapi Pak ...."
"Keputusan kami sudah bulat," tegas Pak Andreas yang tidak ingin lagi disanggah.
Zafran dan Akmal saling memandang lalu membuang napas kasar.
"Tapi saya punya sedikit saran jika kalian ingin perusahaan kalian tidak goyah setelah ini? ujar Pak Andreas.
" Apa itu?" tanya Zafran.
"Saya akan membeli 70% saham perusahaan ini dan mengakuisisinya. Bagaimana?" Bukankah itu ide yang bagus dan aman untuk perusahaan kalian? Kalian bisa tetap melakukan produksi barang tanpa terkendala apa pun, bahkan jangkauan pemasaran produk kalian bisa semakin luas," tawar Pak Andreas.
Kini semua dewan direksi mula saling berdiskusi, termasuk Zafran dan Akmal. Hingga didapatkan hasil persetujuan dari pihak Zafran.
"Baiklah, kami setuju," ucap Zafran.
-
Setelah rapat itu selesai, dilakukan beberapa posedur selama beberapa hari termasuk rapat kembali terkait pengambilalihan saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Hingga resmi sudah hari ini Gemilang Group mengakuisisi PT. ZK.
"Akmal, sepertinya rapat nanti akan ada perombakan jabatan, dan jabatan kita hari ini akan diturunkan," ujar Zafran lesu saat mereka baru saja tiba di lobby kantor.
"Rapat? Kenapa aku tidak tahu? kapan pemberitahuannya?" tanya Akmal heran.
"Tadi malam di group chat kantor baru," jawab Zafran.
Akmal langsung menghentikan langkah kakinya. "Aku tidak memiliki group chat baru di ponselku, apa jangan-jangan ...." Akmal menatap Zafran menerka apa yang akan menimpanya sesaat lagi.
Seolah mengerti arti tatapan Akmal, Zafran langsung ikut melangkah cepat masuk ke dalam ruangan Akmal. Dan benar saja, di meja Akmal saat ini sudah ada sebuah surat di dalam amplop. Di bukanya amplop itu dan di baca seksama tiap kata yang tertulis.
"Aku dipecat, Bang."
__ADS_1
-Bersambung-