Dermaga Cinta Aisyah

Dermaga Cinta Aisyah
Kepercayaan


__ADS_3

Via mengusap kedua pipinya yang memerah dan terasa kebas, sorot matanya jelas memperlihatkan kemarahan yang amat besar kepada wanita di hadapannya.


"Apa yang kau lakukan, hah?" bentak Via tidak terima.


"Tamparan pertama adalah peringatan agar sebagai wanita kamu bisa lebih menjaga kehormatanmu, dan tamparan kedua sebagai peringatanku secara pribadi agar kamu tidak lagi mengusik rumah tanggaku," tegas Aisyah meski dengan suara yang tetap tenang.


"Aku hanya ingin meminta tanggung jawab Akmal, dia yang ...."


"Berhenti memfitnah suamiku, bagaimana pun keadaannya dia tidak akan melakukan hal keji itu," elak Aisyah memotong perkataan Via.


"Bukankah lebih baik jika Akmal memiliki anak dariku, toh kamu nggak akan bisa memberinya keturunan karena kamu MANDUL." Via menekan katanya agar hati Aisyah sakit.


"Siapa yang mengatakan itu?" tanya Aisyah.


"Tentu saja suami kamu itu, dari mana lagi?" jawabnya sembari tersenyum devil.


Aisyah kembali tersenyum mendengar penuturan Via. "Terserah kamu ingin berkata apa Via, asal kamu tahu, semenjak kamu membohongiku dengan permintaan maaf palsumu, aku tidak akan lagi percaya padamu," jelas Aisyah.


"Oh iya, aku mandul atau tidak jelas bukan urusanmu, kalau pun aku harus mencari istri yang akan melahirkan anak Akmal, aku tidak akan memilihmu."


"Dan satu lagi, jika ingin menipu, tolong cerdas lah sedikit, bagaimana bisa kamu mengatakan kalau kamu melakukannya dengan Akmal dua bulan lalu sementara hasil USG itu mengatakan usia kandunganmu sudah menginjak dua bulan saat SATU BULAN YANG LALU, artinya kandunganmu saat ini sudah 3 bulan, terlihat jelas dari perutmu." Aisyah menghentikan perkataannya saat melihat raut wajah Via yang langsung berubah pias.


"Jadi jika ingin meminta tanggung jawab, mintalah pada ayah biologisnya, jangan ke suami orang, kamu yang akan malu sendiri jika ketahuan," tukas Aisyah lalu pergi meninggalkan Via yang masih mencerna perkataannya.


Dengan cepat Via memeriksa foto itu dan mencari tahu dari mana Aisyah mengetahui waktu USG yang sesungguhnya. Dan seketika ia menepuk jidatnya saat melihat tanggal USG di foto itu, meski kecil tapi sangat jelas.


"Jika aku tidak bisa memiliki Akmal, maka kau juga tidak boleh memiliki Akmal, mungkin kau tidak percaya dengan tipuanku, tapi Akmal belum tentu," gumamnya sembari mengepalkan tangannya merem4s foto USG itu.


--


Aisyah tiba di rumahnya agak molor dari waktu seharusnya karena harus berhadapan dengan Via. Wanita itu masuk ke dalam rumah dan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


Aisyah memang bicara sangat tenang saat bersama Via, tapi jantungnya kian bertalu-talu dengan cepat karena menahan gejolak amarah yang kian memanas saat suaminya kembali di fitnah oleh wanita itu.


"Ya Allah, jangan biarkan setan menghasut pikiran kami agar saling berpaling, sebaliknya kuatkan hati kami agar senantiasa saling percaya dan saling setia dalam menjalani rumah tangga ini."


Usai berdoa, Aisyah mengirimkan pesan kepada sang suami, jika saja nanti kapalnya sandar untuk mengambil muatan, ia bisa melihat pesannya.


Untuk: Zauji


Assalamu 'alaikum, Mas.


Gimana kabar kamu? Semoga Mas sehat dan selalu dalam lindungan Allah. Hari ini jantungku hampir copot karena ulah Via, bisa-bisanya dia menuduhmu telah menghamilinya, na'udzubillah.


Aku hanya ingin kamu tahu kalau aku mempercayai kamu, tolong percaya juga padaku jika nanti ada saja kabar buruk tentangku. Mungkin Allah sedang menguji kesetiaan kita, semoga kita bisa lulus dari ujianNya.


Aku mencintaimu, Mas, cepatlah pulang karena aku sangat merindukanmu.


⚓⚓⚓


"Kamu kenapa, Vi?" tanya seorang pria yang tidak lain adalah teman Via sekaligus pemilik klub malam itu.


"Aku pusing, Za. Semua usahaku untuk memisahkan Aisyah dan Akmal nggak ada yang mempan, malah semua akibatnya kembali padaku, bodoh banget yah aku."


Teman Via yang bernama Reza itu hanya diam mendengar cerita temannya.


"Aku memang bodoh, Za. Dari awal aku memang bodoh, tergiur akan uang hingga mengkhianati Akmal dengan si tua bangka itu, aku menyesal, Za." Via mulai terisak.


"Andai saja dulu aku memilih setia demi alasan apa pun, pasti aku sudah menikah dengan Akmal, hiks."


Reza yang merasa simpati dengan Via akhirnya membawa wanita itu ke dalam pelukannya.


"Menangislah, Vi. Keluarkan semua kekesalan yang mengganjal di hati kamu," ujar Reza sembari menepuk pundak Via dengan pelan.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara anak ini, hidupku jadi hancur." Via melepas pelukan Reza dan memukuli perutnya berkali-kali.


Reza dengan cepat menahan tangan Via. "Apa maksudmu dengan anak ini, Vi? tanya pria itu.


"Aku hamil, Za, hiks. Aku hamil anak si tua bangka itu, dan dia tidak ingin menikahiku, hiks, lebih baik anak ini mati saja daripada lahir tanpa ayah dan malah menjadi cibiran banyak orang kelak, hiks." Via hendak kembali memukul perutnya tapi berhasil dicegah oleh Reza.


"Dia nggak salah, Via, hentikan omong kosongmu. Dengarkan aku, anak ini tidak salah, dia hadir karena kesalahan orang tuanya, andai dia bisa memilih ingin lahir dari rahim siapa, tentu dia tidak akan memilih rahim wanita yang ingin membunuhnya. Cukup sekali saja kamu berbuat kesalahan hingga membuatnya hadir dalam rahimmu, jangan lagi kamu tambah dosamu dengan membunuhnya."


Via terdiam, apa yang dikatakan Reza memang benar tapi sungguh ia tidak siap memiliki anak dari pria uang tidak ingin menikahinya itu.


"Tapi, Za. Aku nggak siap menanggung malu atas kelahiran anak ini, kalau aku nggak bisa dapatkan Akmal, lebih baik aku gugurin aja anak ini," ujar Via.


"Kamu gila, Via. Kamu nggak bisa kayak gini, ingat Vi, kami itu cewek, masa sih kamu tega hancurin rumah tangga cewek lain demi obsesimu itu? Ayolah, Vi. Cukup kemarin aku bantuin kamu nyari informasi tentang Aisyah, sekarang hentikan semuanya, Vi. Kamu bisa hancur jika kamu terus maksain kehendakmu seperti itu," jelas Reza.


"Aku nggak peduli, lebih baik aku hancur dari pada aku menanggung malu," ujar Via keras kepala. Kali ini Reza memilih diam, percuma menasehati wanita yang sudah gila karena obsesinya itu.


⚓⚓⚓


Beberapa hari kemudian, kapal tugboat yang menjadi tempat Akmal bekerja kini sandar untuk mengisi muatan batu bara. Sembari menunggu muatan terisi full, Akmal menyempatkan diri untuk memeriksa ponselnya.


Pria itu tersenyum saat mendapati pesan dari sang istri yang cukup menyejukkan hatinya di samping rasa kesal karena ulah Via yang lagi-lagi memfitnahnya. Tapi ia sangat bersyukur karena Aisyah benar-benar mempercayainya sebagai suami.


Akmal hendak menghubungi Aisyah, tapi sebuah pesan dari Via tiba-tiba membuatnya merasa penasaran. Alis tebalnya seketika bertautan saat melihat foto yang dikirim oleh wanita itu.


"Astaga, wanita ini benar-benar gila," gumamnya, lalu meneruskan foto itu ke nomor teman dekatnya.


Untuk: Billy


Billy, tolong periksa keaslian foto ini, aku yakin foto ini palsu, tapi aku butuh bukti untuk membuat malu pengirim fotonya.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2