Di Atas Ranjang Suster Tiara

Di Atas Ranjang Suster Tiara
Bab. 13 : laki-laki sinting!


__ADS_3

Bab 13


"Ikut saya!" Tanpa menunggu persetujuan dari Tiara, Sarah langsung menarik tangan menantunya.


Tiara hanya pasrah, ia mengikuti langkah Mamah mertua tersebut, hingga mereka pun sampai di taman yang berada di belakang Rumah Sakit.


"Kamu itu apa-apaan hah? Kalau kamu sakit hati sama Rey dan Lian bukan seperti ini caranya!" bentak Sarah, seraya menatap tajam Tiara.


"Lepaskan Mah, sakit..." Tiara meringis karena Sarah mencengkeram tangannya dengan kuat.


"Kamu ini bener-bener ya Tiara, gak tau di untung!" Sarah kembali memekik lalu menghempaskan tangan Tiara dengan kasar.


Membuat Tiara hampir saja terjungkal, tapi untung saja ia bisa menyeimbangkan tubuhnya itu.


"Apa maksud Mamah? Kenapa Mamah datang ke sini dan memarahi aku?" tanya Tiara. Ia benar-benar tidak mengerti apa maksud Mamah mertua itu.


"Ck, jangan berkilah kamu, jangan pura-pura tidak tau. Kalau kamu sudah tidak mau sama Rey, kenapa kamu tidak minta pisah saja sama dia! Bukan malah membuat nama baik Rey tercoreng. Kamu ini benar-benar tidak tau di untung ya. Kamu itu sama sekali tidak ada rasa terima kasihnya sama sekali. Rey selama ini kurang baik gimana sama kamu hah? Dia dengan suka rela mengurus Adikmu itu si Tari, yang penyakitan, bahkan dia jadi kurang ajar sama saya, saya yang sudah melahirkan dia. Tapi dia lebih menurut sama kamu." Sarah berbicara dengan nafas yang memburu, bisa dilihat jika wanita parubaya itu kini tengah bergejolak amarah.


"Tiara tidak pernah meminta Mas Rey untuk membantu aku dan Tari, Mah. Mas Rey yang memaksa Tiara. Dan Mamah tenang saja, Mas Rey akan kembali pada Mamah, karena aku akan segara berpisah dengannya!" tegas Tiara. Selama ini Tiara sudah cukup sabar menghadapi Mamah mertua itu, karena ia sangat menghormati wanita yang sudah melahirkan Rey—suaminya. Tapi rasanya saat ini, kesabaran itu sudah habis. Apa lagi Tiara kini mengerti apa yang dikatakan oleh Mamah Sarah, wanita itu menunduk jika ia yang menyebarkan Poto tak senonoh putranya itu dan Lian ke sosial media.


"Baguslah kalau kamu tau diri! Seharusnya kamu dari dulu tinggalkan anak saya! Karena kamu itu cuman beban untuk Rey, saya juga aneh kenapa Rey mau menjadikan kamu istri, bahkan memaksa saya dulu untuk merestui kalian. Apa jangan-jangan kamu pakai pelet? Hingga Rey sangat tergila-gila sama kamu!" Sarah menatap sinis pada Tiara.


"Jaga bicara anda Ibu Sarah! Jika saya bisa memelet orang, saya tidak akan memelet Putra anda, saya akan memelet laki-laki yang lebih dari Reyhan." geram Tiara, sekarang rasa hormatnya pada wanita itu hilang seketika. Ia benar-benar tidak bisa terus diam saja, saat wanita yang masih berstatus mertua itu merendahkannya. Bahkan memfitnahnya memelet Reyhan. Sungguh tidak bisa di biarkan. Bahkan Tiara menyebut Sarah tanpa sebutan Mamah lagi. Rasanya ia tidak Sudi menganggap wanita itu sebagai mertuanya. Mertua yang selama ini selalu mendzoliminya, semena-mena padanya.


"Lancang kamu!" Sarah melayangkan tangannya kearah Tiara, namun seseorang terlihat menahannya.


"Cukup Mah!" teriak Rey. Yang kini sudah berdiri di samping Mamah Sarah, sambil mencekal tangan wanita yang sudah melahirkannya itu.


Tiara yang menutupi wajahnya, karena ia tahu jika Mamah Sarah akan menamparnya itu, akhirnya ia pun menurunkan tangannya, saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


"Mas Rey?" Tiara terkejut saat melihat Rey yang sudah berada di sana.


"Lepaskan Rey, Mamah ingin memberi pelajaran pada wanita yang tidak tau di untung ini!" teriak Mamah Sarah, mencoba melepaskan tangannya itu dari Reyhan.

__ADS_1


"Cukup Mah, jangan pake kekerasan, sebaik Mamah pulang, ini biar jadi urusan Rey, Mamah jangan ikut campur!" tegas Reyhan, lalu ia pun melepaskan tangan Mamahnya itu.


"Tapi Rey..." Mamah Sarah terlihat enggan menuruti permintaan putranya itu.


"Mamah please, jangan memperkeruh keadaan. Mengertilah posisi aku Mah." Kini Rey berbicara dengan suara yang lemas.


Dengan terpaksa Mamah Sarah pun meninggalkan tempat tersebut, umpatan masih terdengar dari wanita yang berusia kepala empat itu.


Tiara pun memutuskan untuk berlalu dari sana, sungguh ia malas sekali bertemu dengan Reyhan. Namun baru saja beberapa langkah, Reyhan menahan tangan Tiara.


"Aku mau bicara sama kamu," ucap Rey.


"Lepaskan!" Tiara menepis tangan Reyhan. Lalu ia menatap laki-laki yang kini masih berstatus suaminya itu dengan tatapan penuh amarah serta kekecewaan.


"Mau bicara apa hah? Mau menuduhku seperti yang dilakukan Mamah mu itu hah? Menuduh jika aku yang sudah menyebarkan Poto menjijkkan kamu dengan Sekertaris mu itu! Jangan bodoh Reyhan, aku tidak sekonyol itu, aku memang sakit hati oleh kamu, tapi aku tidak akan melakukan hal sepicik itu. Aku masih punya hati, tidak seperti kamu!" Kata Tiara penuh amarah.


"Tidak, Tiara.."


"Apa kamu yakin?" Rey memberikan senyuman seperti tengah merendahkan Tiara.


"Ya aku sangat yakin." Tiara melipat kedua tangannya, ia membalas senyuman sinis sama seperti yang dilakukan oleh Rey.


"Baiklah, aku akan menghentikan semua biaya untuk Tari sekarang juga. Bersiap-siaplah untuk melihat adik kesayangannya kamu itu mati!"


"Mati itu urusan Tuhan! Bukan urusanmu, jadi jangan berbicara seenaknya!"


"Hahaha..." Rey tertawa mendengar ucapan yang dilontarkan oleh wanita yang masih berstatus istrinya itu.


"Ya memang mati itu urusan Tuhan, tapi kamu juga harus ingat, tanpa aku Tari mungkin sudah tidak di dunia ini. Jangan lupakan hal itu Tiara, aku sangat berjasa padamu. Baiklah jika kamu ingin bercerai dengan aku, tapi aku minta uang yang selama aku pakai untuk pengobatan Adikmu itu."


Tiara membulatkan matanya, ia tidak percaya jika Rey akan berbicara seperti itu, ia pikir selama ini Rey tulus, tapi ternyata ia salah, salah besar. 'Benar-benar tidak nyangka. Baiklah Reyhan, aku tidak mau lagi berurusan denganmu. Setidaknya aku masih punya tabungan, aku rasa cukup untuk menganti uang yang dikeluarkan Rey selama ini, jika kurang, aku masih ada beberapa perhiasan peninggalan Ibu, mungkin akan aku jual,' lanjut Tiara berucap dalam hatinya. Tak apalah semua harta bendanya habis, asalkan ia tidak berurusan dengan Reyhan lagi, Tiara muak bertemu dengan laki-laki itu.


"Katakan berapa aku harus menggantinya? Aku akan bayar semuanya!"

__ADS_1


"Apa kamu yakin sanggup membayar semuanya Tiara?" Rey kembali meremehkan wanita itu.


"Katakan Reyhan!" bentak Tiara, menghadapi orang seperti Reyhan, rasanya Tiara tidak bisa sabar lagi.


"1 milyar, aku minta 1 milyar," jawab Reyhan terdengar sangat enteng. Rey sengaja meminta nominal yang tidak wajar, tentu saja untuk mempersulit Tiara. 'Aku yakin dia tidak akan sanggup, haha... Aku memang pintar. Jangankan 1 M, seratus juta saja aku rasa Tiara tidak akan punya.'


'Sial, dia pasti sengaja. 1 M, apa dia tidak waras. Uang yang selama ini dia keluarkan tidak sebanyak itu, hanya kisaran satu sampai dua ratus juga saja. Kau memang licik Reyhan!' batin Tiara.


"Bagiamana? Pasti kamu tidak akan sanggupkan Tiara. Sudahlah jangan sok-sok ingin bercerai denganku, kenyataan kamu masih membutuhkan aku," ucap Reyhan, menatap sinis pada Tiara.


"Ck! Lebih baik aku keluar uang 1 M itu dari pada harus tetap hidup sama laki-laki seperti kamu!"


"Hahaha, baiklah. Aku akan tunggu uang itu, aku berikan kamu waktu satu bulan untuk mengambil uang itu padaku! Ingat kau harus membayarnya dengan utuh, tidak ada acara cicil menyicil!" ucap Rey, setalah itu Rey pun berlalu meninggalkan Tiara.


'Kita lihat apa kamu sanggup Tiara. Aku pastikan kamu akan mengemis di kakiku,' batin Reyhan.


"Dasar laki-laki sinting! Ah sial, dari mana aku harus mendapatkan uang itu dalam waktu satu bulan? Tabunganku saja hanya tidak ada setengahnya, bahkan jika menjual semua perhiasan peninggalan Ibu saja, kurangnya masih banyak, hanya ada seperempat saja. Ah sial, kamu sangat licik Reyhan!" gerutu Tiara.


Ia benar-benar bingung, harus bagaimana sekarang, dari mana ia akan mendapat uang itu?


"Aku tidak boleh menyerah, apa pun caranya aku harus bisa mendapatkan uang itu. Ayo Tiara berpikir...."


Bersambung....


Ada yang mau nyumbang buat Tiara, wkwkwk... Boleh sini titip sama otor, hahaha


Jangan lupa like, komen dan votenya ya


Kata Tiara, kalau mau bantu Tiara, kasih saja tips buat otor lewat gift atau nonton Iklan. Wkwkwkkw


Terima kasih sudah membaca, I Love You...


Babay...

__ADS_1


__ADS_2