
"Ternyata Papah di sini, Mamah dari tadi nyariin Papah tau!" ucap Nyonya Henzy, suaranya terdengar merajuk.
"Papah lagi ngapain sih?" Nyonya Henzy langsung menghampiri suaminya itu. Melihat sang suami tidak menyahutnya, malah fokus dengan ponselnya.
"Itu siapa Pah? Selingkuhan Papah ya?" tanya Nyonya Henzy yang kini sudah di samping suaminya itu, wanita itu langsung merebut ponsel milik suaminya itu.
"Mamah ini bicara apa sih! Mana mungkin Papah selingkuh sama wanita muda seperti itu. Lagian mana bisa Papah selingkuh dari Mamah! Itu Tiara sama adiknya Mah. Mamah ingatkan tempo hari Papah sudah kasih tau Mamah jika Tiara yang akan membantu Mamah merawat Teo," jelas Tuan Smith, seraya terkekeh pelan.
"Tiara yang mana Pah?"
"Itu yang sebelah kanan yang rambutnya di ikat, yang sebelahnya lagi itu adiknya, adiknya yang sakit Kanker otak itu Mah, kasihankan? Padahal dia masih muda, umurnya sama dengan Zalleta kalau putri kita masih ada."
Nyonya Henzy terlihat masih mengamati Poto dua wanita muda itu.
"Pah, Mamah kok ngerasa gak asing ya sama Adiknya Tiara?"
"Gak asing gimana maksud Mamah? Emang Mamah pernah bertemu dengan adiknya Tiara? Sama Tiara aja Mamah pernah ketemu. Mamah ini lucu benget sih," sahut Tuan Smith.
'Apa istriku juga merasakan hal yang sama dengan ku? Bahkan saat pertama kali aku lihat gadis itu, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda padanya, bahkan aku ingin melihat dia sehat kembali, sembuh dari penyakit yang di deritanya. Kenapa Tari mirip sekali sama Zalleta, tidak mungkin dia Zalleta 'kan? Jelas-jelas Zalleta sudah meninggal bahkan aku sendiri ikut menguburkan putriku,' lanjut Tuan Smith dalam hatinya.
"Ya emang sih Pah, Mamah gak pernah ketemu sama mereka. Tapi---" Nyonya Henzy menggantungkan ucapnya.
"Tapi apa hmm?"
"Ah tidak Pah. Mungkin ini hanya perasaan Mamah saja," jawab Nyonya Henzy.
'Kenapa dia mirip sekali dengan Zellita, matanya bentuk wajahnya, hanya saja dia terlihat lebih kurus dan pucat. Ah tidak! Mungkin ini hanya anggap ku semata saja, karena aku yang terlalu merindukan putriku," lanjut Nyonya Henzy dalam hatinya.
"Oh iya, terus kapan Tiara akan mulai berkerja, Pah?"
"Besok, kalau tidak ada halangan besok Ken akan menjemput dia ke sini. Mamah suruh Bi Maya saja menyiapkan kamar untuk Tiara, kalau bisa kamar yang dekat dengan kamar Teo, biar lebih gampang dia memantaunya."
__ADS_1
"Ah baiklah Pah. Tapi, apa Papah yakin dia akan sanggup mengurus Teo, Papah tau sendirikan selama ini banyak orang yang kita sudah pekerjaan tapi mereka angkat tangan."
"Semoga saja dia bisa Mah. Entah mengapa Papah kerasa dia pasti bisa, Tiara wanita yang kuat Mah, dia anak yatim piatu, dan selama ini dia mengurus adiknya yang kena Kanker otak itu."
"Ya ampun kasian sekali dia Pah. Apa Tiara sudah menikah?"
"Sudah, tapi dia akan bercerai dengan suaminya. Mamah pernah lihat gak ada Poto viral gak lama ini?"
"Oh yang itu, iya Mamah tau Pah. Itu pemilik perusahaan Start jaya kan? Papah bukannya kerja sama dengan perusahaan itu?"
"Iya benar."
"Lebih baik Papah batalkan saja deh kerja sama sama perusahaan itu, pemimpinnya aja kaya gitu!"
"Eh-eh, tunggu! Terus hubungan sama Tiara apa?"
"Dia itu suaminya Tiara, sayang."
"Iya makanya Papah mau bantu dia, Mamah gak keberatan 'kan?"
"Kalau masalah itu, terserah Papah aja deh. Mamah ikut aja. Mamah juga kasian liat kondisi adiknya Tiara itu. Jadi kapan Papah akan membawa dia berobat ke luar negeri?"
"Besok, Mah. Rencananya besok, Mamah doakan saja semoga semuanya lancar ya."
"Amin, Pah. Udah malem kita tidur yuk Pah."
"Ayo, mau sekalian buatin Adik buat Teo lagi Mah," goda Tuan Smith pada istrinya itu.
"Hus, ingat umur. Kalau Teo dengar, nanti Teo bakalan sebut Papah, Tua Bangka budak cinta."
"Hahaha," Tuan Smith tertawa.
__ADS_1
"Kapan ya kita dengar suara Teo lagi Pah?"
"Secepatnya Mah, doakan saja agar Teo bisa kembali seperti dulu."
Nyonya Henzy hanya mengangguk lemah. Setalah itu mereka pun berlalu menuju kamar.
*
*
*
Keesokan harinya...
Tiara baru saja terbangun, perlahan ia turun dari ranjang, karena takut Tari—sang adik terbangun.
Lalu ia mengambil ponselnya, untuk melihat jam berapa saat ini. Namun saat Tiara membuka ponselnya itu.
Di sana terlihat ada satu notifikasi pesan masuk.
Tiara langsung membulatkan matanya.
"A—apa aku bermimpi?" gumam Tiara.
Bersambung....
Jangan lupa like, komen dan votenya ya temen-temen.
Terima kasih.
Seperti biasa, Tiara up lagi nanti malam ya.
__ADS_1