Di Atas Ranjang Suster Tiara

Di Atas Ranjang Suster Tiara
Bab 49. Memohon


__ADS_3

Tuan Smith tersenyum pada Tiara, jujur Tiara merasa heran. Ia bertanya mengapa Tuan Smith tidak menjawab pertanyaan dan malah tersenyum.


“Maaf Tuan, sebenernya apa yang ingin Tuan bicarakan?” tanya Tiara lagi, suaranya terdengar menekan.


“Baiklah, saya in...” Belum saja Tuan Smith menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja terdengar suara gedoran pintu dari luar sana, hingga beberapa detik kemudian pintu terbuka, nampak Nyonya Henzy muncul dari sana.


“Pa, Zalleta Pa,” teriaknya.


Sontak semua orang langsung menatap kearah wanita parubaya tersebut.


“Zalleta kenapa Mah?”


“Zalleta pingsan, dia gak sadarkan diri,” jawab Nyonya Henzy panik.


“Bagaimana bisa Mah, bukannya tadi Zalleta baik-baik saja?” tanya Teo.


Sementara Tiara, ia terlihat langsung beranjak keluar dari ruangan tersebut. Tiara sangat mengkhawatirkan Zalleta, segara ia mencari keberadaan gadis itu, ternyata Zalleta kini sudah berbaring di sofa ruang tengah di temani oleh Ken.


Terlihat Ken sangat mengkhawatirkan Zalleta.


“Tuan Ken, apa yang terjadi?” tanya Zalleta yang kini sudah di samping Zalleta.


“Tidak tahu, tadi kita lagi jalan-jalan di sekitar rumah, lalu Nona Zalleta pingsan,” jawab Ken tanpa menatap lawan bicaranya, tatapannya fokus mantap Zalleta.


Sementara itu Tuan Smith, Nyonya Henzy serta Toe, mereka ikut menyusul Zalleta.


“Teo kamu telepon Dokter,” pinta Tuan Smith pada Toe, dan langsung mendapat anggukan kepalanya dari putranya itu.


“Dan kamu Ken, bawa Zalleta ke kamar,” pinta Tuan Smith pada Ken.


Ken langsung mengangkat tubuh gadis itu, membawa Zalleta ke kamar, diikuti oleh Tuan Smith, Nyonya Henzy dan Tiara.


Mereka semua terlihat begitu panik, sengaja Tuan Smith tidak membawa Zalleta langsung ke rumah sakit, kerena semua yang dibutuhkan untuk perawatan Zalleta kini sudah tersedia di sana, di kamar Zalleta sudah di sulap sebelumnya seperti kamar VIP yang ada di Rumah Sakit.


“Dek, bangun Dek, bangun,” lirih Tiara sambil mengelus kepala Zellata yang kini sudah berbaring di atas ranjang.


Air mata terlihat sudah membasahi pipinya wanita itu, begitu juga dengan Nyonya Henzy yang berada di samping Tiara, wanita yang sudah melahirkan Zalleta itu terlihat menangis lirih sambil menggenggam tangan putrinya itu.


Mereka semua terlihat sangat panik, mengkhawatirkan kondisi Zalleta. Hingga beberapa saat kemudian Teo terlihat menghampiri mereka.


“Sudah aku telepon Pa, 15 menit lagi Dokter sampai,” ucap Teo pada Papa-nya.


Tuan Smith langsung mengangguk kepalanya.


“Zalleta bangun sayang, kenapa kamu Nak, tadi kamu baik-baik saja, bangun Zalleta, bangun sayang,” lirih Nyonya Henzy.


“Tuan, Nyonya, apa sebaiknya kita bawa saja Zalleta ke rumah sakit, saya takut,” ucap Tiara pada mereka.


“Tidak! perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu 30 menitan, Dokter sebentar lagi sampai! Kenapa kamu tidak sabaran, jangan cari masalah Suster Tiara!” Bukannya Tuan Smith atau Nyonya Henzy yang menyahut ucapan Tiara, melainkan Teo.

__ADS_1


“Tapikan bisa ngebut, kasian Zalleta!” kekeh Tiara.


“Kenapa kamu yang ngatur hah? Memangnya kamu siapa, Zalleta itu adikku!” pekik Teo.


“Iya dia memang adikmu, tapi aku juga menyayangi Zalleta, dia sudah seperti adikku juga, harusnya jika kamu mengaku jika Zalleta adalah Adikmu, bawa dia sekarang ke rumah sakit, sakit yang di derita Zellata itu bukan penyakit main-main!” balas Tiara sengit.


“Sudah-sudah, kenapa harus ribut sih. Diam!” pungkas Tuan Smith.


“Keadaan sedang panik seperti ini, bisa-bisa kalian malah ribut! Suster Tiara sebenernya bisa saja kami membawa Zalleta ke Rumah Sakit, tapi kami sudah berjanji pada Zalleta, atas keinginannya Zellata tidak mau lagi masuk ke rumah sakit, tenang saja, sebaiknya kita berdoa semoga Zellata baik-baik saja, tidak perlu khawatir juga walaupun di rawat di sini, semua pasilitas medes sudah saya lengkapi di sini,” papar Tuan Smith.


“Tuh dengar, jangan jadi Dewi kesiangan deh!" sinis Teo pada Tiara.


“Diam kamu juga Teo! Wajar jika Tiara seperti itu, selama ini yang merawat Zellata itu Tiara!” bentak Tuan Smith pada Teo.


Hingga akhirnya terlihat Dokter datang memasuki kamar tersebut.


“Dokter, syukurlah anda sudah datang,” ujar Nyonya Henzy.


Nyonya Henzy dan Tiara pun menjauh sedikit memberi ruang untuk sang Dokter memeriksa Zalleta.


Semua orang terlihat mencemaskan gadis itu, saat Dokter mulai memeriksanya.


Dokter tersebut terlihat mengerutkan keningnya saat memeriksa Zalleta.


'Aduh jangan sampai ketahuan, aku harus pikirkan cara agar Dokter gak curiga, atau bisa diajak kerja sama,' batin Zalleta.


Ken terlihat mengambil ponselnya, lalu ia jarinya terlihat bergerak lincah mengetik sesuatu.


Ting!


Ponsel sang Dokter terdengar berbunyi, Ken dengan cepat menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celananya.


Ting!


Ponsel Dokter yang memeriksa Zellata kembali berbunyi, bahkan bunyinya sangat ramai. Seperti Ken mengirim spam chat pada ponselnya.


“Dok, apa sebaiknya tidak di lihat dulu, itu bunyi terus ponselnya,” ucap Ken, sengaja memang.


Dokter tersebut terlihat menghentikan aktifitasnya yang memeriksa Zellata, lalu ia mengalihkan pandangan pada Tuan Smith.


Seperti tengah minta izin, Tuan Smith terlihat mengangguk kepalanya, mengerti.


“Sebentar,” ucap Dokter tersebut. Lalu mengambil ponselnya.


Saat membaca pesan tersebut, sang Dokter terlihat memancingkan matanya kearah Ken, Ken memberi isyarat padanya. Dokter itu pun mengangguk pelan.


Lalu kembali memeriksa Zalleta, hingga beberapa saat kemudian selesai.


“Bagaimana kondisi Zellata, Dok?” tanya Nyonya Henzy dan Tiara bersamaan.

__ADS_1


“Hanya kelelahan saja, daya tahan tubuhnya memang rentang jadi usahakan tidak terlalu banyak beraktifitas, dan jangan sampai Nona Zellata banyak pikiran, jadi jangan buat dia tertekan,” jelas sang Dokter.


Semua orang terlihat langsung menganggukkan kepalanya, setalah itu Dokter pun berpamitan pulang.


Usai Dokter tersebut pergi, terlihat Zellata membuka matanya perlahan.


“Sayang...” ucap Nyonya Henzy.


“Syukurlah Dek, kamu sudah sadar,” ucap Tiara, ia langsung memeluk Zalleta.


“Kamu banyak-banyak istirahat Dek, jangan banyak pikiran juga, jangan sampai kamu seperti ini lagi, jangan membuat Kakak, dan semua yang ada di sini cemas,” lirih Tiara yang masih memeluk Zalleta.


“Bagaimana aku tidak banyak pikiran, Kak. Kakak yang membuat aku seperti ini," sahut Zellata.


Sontak Tiara pun langsung melepaskan pelukannya, lalu menatap Zalleta.


Semua orang yanga ada di sana terlihat terkejut saat Zalleta mengatakan hal tersebut, terkecuali Ken, pria itu tersenyum tipis.


‘Gadis cerdas!' batin Ken.


'Huhu, maafkan aku Kak, semua ini aku lakukan agar Kakak mau menerima pinangan Kak Teo,' batin Zalleta.


“Ma-maksud kamu apa, Dek?” tanya Tiara terbata-bata, sungguh ia tidak mengerti dengan ucapan Zalleta.


“Kak, jika Kakak sayang sama aku, aku mohon, turuti permintaan aku, aku mau Kakak tetap ada di sini, biar aku gak banyak pikiran, dan cepat sembuh,” jawab Zalleta.


“Kakak akan tetap ada di samping kamu, Dek, Kakak akan selalu menemani kamu.” Tiara menatap lekat wajah Zellata.


Tentu saja Tiara sampai kapan pun tidak akan meninggalkan Zellata, ia memang berniat pergi dari rumah itu, tapi bukan berarti ia akan meninggalkan Zellata, Tiara sangat menyayanginya.


“Bukan itu, Kak!”


“Lalu apa Dek, katakan, apa pun akan Kakak lakukan, percaya sama Kakak, Kakak tidak akan meninggalkan kamu.”


“Menikahlah dengan Kak Teo, aku tahu Kakak memang tidak akan pernah meninggalkan aku, tapi aku juga tidak mau Kakak meninggalkan rumah ini, aku mau kita menjadi saudara yang sesungguhnya, hanya itu permintaan aku Kak, aku ingin Kakak menikah dengan Kak Teo, maafkan aku jika aku memaksa Kakak, tapi jika Kakak tidak mau, maka jangan pernah anggap aku Adik lagi Kak. Bukankah Kakak sayang sama aku, aku hanya meminta hal itu. Hanya itu, Kak. Aku gak mau Kakak pergi dari sini, jika Kakak pergi lebih baik aku mati!”


Bersambung...


eaaa .... gimana tuh Tiara udah kena ulti sama Zalleta?


Like dulu, komen jangan lupa ya, vote kalau ada, bunga juga tidak masalah, wkwk


BACA KARYA AKU YANG BARU JUGA YA.


LOVE IN REGRET sama ISTRI TAK TERSENTUH


(ISTRI BALAS BUDI judulnya ganti jadi ISTRI TAK TERSENTUH)


Terima kasih semua, salam sayang.

__ADS_1


__ADS_2