
“Loh Teo kamu mau kemana? Malam-malam begini sudah rapi begitu?” tanya Mamahnya yang tengah duduk di sofa, menatap Teo yang kini tengah berjalan menuruni anak tangga.
“Mau keluar Mah, cari angin,” jawab Teo sambil tersenyum tipis.
“Kurang kerjaan banget, angin kok di cari. Di tanya sama orang tua itu jawab yang bener apa!”
“Hehe,” Teo terkekeh pelan, lalu menghampirinya sang Mamah. “Aku mau keluar Mah, jalan-jalan sama Tiara,” lanjutnya.
“Wih kok gak bilang-bilang sih! Ya sudah sana pergi, tapi hati-hati oke! Eh tapi mana Tiara?”
“Masih di kamarnya kali, aku lihat dulu deh!” Teo beranjak dari hadapan Mamahnya itu.
“Awas jangan macam-macam kamu Teo, ingat Tiara masih calon, bukan istrimu!” teriak Nyonya Henzy.
Teo tak menyahut, lelaki itu kembali berjalan menaiki anak tangga. Heran, padahal kamarnya melewati kamar Tiara, kenapa tadi tidak di ketuk saja dulu saja kamar Tiara, biar tahu apa Tiara sudah siap atau belum. Teo-Teo, definisi mempersulit hidup.
“Kalau ada yang sulit kenapa cari yang gampang, iya gak?”
Terserah kau lah Teo, author ngikut aja. Oke lanjut!
Teo yang kini sudah sampai di depan pintu kamar Tiara pun, lelaki itu mengetik pintu kamar tersebut.
Tok tok tok!
Tidak ada sahutan dari dalam sana, Teo kembali mengetuknya. Akan tetapi masih sama.
Lalu Teo pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar tersebut, perlahan tangannya mulai terulur kearah kenop pintu kamar tersebut.
Dan, Ceklek!
Pintu terbuka, Teo membukanya sedikit, lalu mendongkrak kepalanya ke dalam, akan tetapi kamar itu terlihat kosong, di mana sang penghuninya?
“Kemana calon istriku? Apa dia kabur? Awas saja kalau dia kabur, jangan sampai ceritaku jadi berantakan dan lama happy ending-nya, kalau Tiara sampai kabur! Awas saja Thor kalau kamu bikin semua rencanaku berantakan!”
Dengan ragu Teo pun masuk ke dalam kamar Tiara, perlahan ia melangkah kakinya, matanya menatap ke sekeliling kamar tersebut, bahkan Teo sampai ke balkon di depan kamar tersebut, tapi di sana tidak ada siapa-siapa.
“Apa dia di kamar mandi ya? Bukannya beberapa jam yang lalu dia bilang mau mandi, masa belum beres juga, apa wanita selalu lama kalau mandi? Sebenernya apa yang selalu wanita lakukan di kamar mandi, sampai-sampai mandinya lama sekali? Bernyanyi satu album full kah?” gumam Teo.
Teo langsung berjalan ke arah kamar mandi, pintu kamar mandi memang tertutup, tapi tidak ada tanda-tanda orang di dalam sana, jika Tiara masih mandi, so pasti akan ada bunyi air atau apa gitu, kan?
“Sebenernya kemana dia? Apa dia sudah menunggu di bawah, di depan rumah?” Lagi-lagi Teo bermonolog dengan dirinya sendiri.
Ia pun memutuskan untuk keluar dari kamar Tiara, saat hendak membuka pintu tiba-tiba saja pintu terbuka dari luar terlebih dahulu.
__ADS_1
“Astaga! Tuan Muda, anda ngapain di kamar saya?” ucap Tiara terkejut yang melihat Teo sudah berada di dalam kamarnya.
“Harus berapa kali aku bilang! jangan panggil Tuan Muda, calon istriku, panggil aku Sayang oke, atau enggak panggil aku calon suami, biar enak di denger gitu!” Bukannya menjawab pertanyaan Tiara, Teo malah protes tentang sebutan Tiara padanya.
“Nanti saya usahakan,” jawab Tiara.
“Nanti saya usahakan?” Teo mengulang ucapan Tiara, “kamu pikir saya lagi nagih hutang, apa! Saya ke sini nyariin kamu, lihat ini sudah jam berapa? Sudah jam 7 lewat 5 detik, apa kamu lupa dengan janji kita, kalau malam ini kita mau jalan!” lanjutnya.
Ya Tuhan, lagi-lagi kenapa Teo selalu membuat kesal Tiara, baru juga jam 7 lewat 5 detik, itu detik loh, bukan menit atau pun berjam-jam. Lagian siapa juga yang membuat janji, Tiara saja mau pergi di paska olehnya.
“Barusan saya melihat kondisi Zellata dulu, ternyata dia sedang tidur, saya ke sini mau ngambil tas, tas saya ketinggalan.” Lebih baik Tiara menjelaskannya secara rinci saja, biar Teo paham dan tidak bicara yang di luar nalar.
“Oh ... ” sahut Teo hanya ber‘oh ria saja.
Tiara yang terlihat mencibirnya.
“Anda keluar dulu, saya mau ambil tas,” pinta Tiara.
“Kenapa harus keluar? Ngambil tas doangkan? Apa harus saya keluar?” tanya Teo.
Ya ampun bukan begitu maksud Tiara, tapi maksudnya Teo tunggu saja di luar, Tiara mau ambil tasnya dulu, bener-bener ya si Teo ini, gemas yang nulisnya juga.
Tak ingin berdebat lebih dalam lagi, Tiara pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar lalu mengambil tasnya.
“Sudah calon suamiku, kan calon istrimu ini sudah bilang, kalau mau ambil tas doang, suruh nunggu diluar makanya tadi,” ucap Tiara sambil menahan kekesalannya, Tiara mencoba menutupinya dengan senyuman.
“Nah gitu dong, kan enak di dengarnya, ayo kita jalan calon istriku,” ajak Teo, senyuman lebar terlihat jelas dari pria itu.
Tiara hanya mengangguk, lalu ia berjalan terlebih dahulu keluar dari kamarnya itu.
‘Benar-benar menyebalkan sekali dia, huh,’ gerutu Tiara.
Teo pun mengikuti Tiara, keluar dari kamar tersebut.
“Jalannya pelan-pelan dong calon istri, nanti kamu tersandung sayang,” ucap Teo lembut penuh perhatian.
Tiara saat ini memang menggunakan sepatu heels, itu semua atas permintaan Zalleta, tadi saat Teo mengatakan akan mengajaknya jalan, Tiara bercerita pada Zalleta. Adiknya itu terlihat sangat senang, bahkan meminta Tiara untuk memakai gaun dan sepatu Heels miliknya. Awalnya Tiara menolak, akan tetapi jurus rayuan maut Zalleta, lagi-lagi membuat Tiara mau tidak mau menurutinya.
Sebenernya Tiara merasa tidak nyaman, merasa tidak percaya diri juga, mana belahan bagian dadanya cukup rendah, membuat belahan dada milik Tiara sedikit terlihat, makanya tadi selesai bersiap-siap ia ingin menemui Zalleta, bermaksud ingin memprotes karena sang adik memberikan gaun seperti itu, tapi sayangnya Zellata sudah tidur, saat Tiara kembali ke kamar, ia juga berniat ingin menganti gaunnya, eh Tuan muda si calon suaminya ada di sana.
Maka dengan itu pula Tiara berjalan terlebih dahulu karena ingin menghindari Teo, takut pria itu melihat dengan jelas penampilannya.
“Ini juga sud,” belum saja Tiara menyelesaikan ucapannya, ia tersandung. Untung saja dengan capat Teo menangkap tubuh Tiara.
__ADS_1
“Tuh kan, apa aku bilang,” ucap Teo.
Tiara yang terkejut hanya bisa terdiam, menatap Teo yang kini tersenyum sambil menatapnya juga.
Pesona seorang Teo sepertinya tidak bisa di tolak oleh Tiara, begitu sempurna di mata kaum hawa.
Namun beberapa saat kemudian senyuman di wajah pria itu memudar, Teo langsung mengalihkan pandangannya dari Tiara.
‘Kenapa dia berpakaian seperti ini, mau menggodaku, dasar calon istri nakal!’ ucap Teo dalam hatinya.
Tentu saja Teo pria normal, belalai di bawah sana menjadi resah saat melihat Tiara berpakaian yang menurut Teo itu sexy membahana.
“Maaf,” ucap Tiara, ia segara beranjak dari pelukan Teo.
“Ya, ganti dulu pakaianmu, jangan memakai gaun seperti itu, pakai gaun yang lebih sopan, atau tidak pakailah seusai fashion kamu. Untung belum keluar dan hanya aku yang melihatnya, kalau laki-laki lain gimana? Cepat ganti sama!” pinta Teo, nada suara terdengar sangat tegas dengan raut wajah datar mendominan.
Tiara membulatkan matanya, inilah yang ia takutkan dengan cepat Tiara pun kembali ke kamarnya, segara ia berganti pakaian, masalah Zalleta nanti saja.
“Apa-apaan dia, awas saja kalau sampai mengulanginya lagi, apa lagi kalau nanti sudah manjadi istriku, aku tidak rela seujung kuku pun lelaki melihat bagian indah tubuhmu Tiara, hanya boleh aku saja!” ucap Teo.
Tak lama kemudian, Tiara pun kembali, ia sudah berganti pakaian, memakai celana Jeans dan atasan bermodel blus berwarna abu-abu.
“Nah begitu dong itu baru cantik,” puji Teo, senyuman kembali menghiasi wajahnya.
“Maaf, jadi membuat kamu menunggu lama,” ujar Tiara.
“Lebih baik aku menunggu lama, dari pada aku harus melihat kamu berpakaian seperti itu. Baiklah ayo kita pergi," ajaknya. Teo langsung meraih tangan Tiara.
Tiara sedikit terkejut, tapi dalam hati ia merasa berbunga-bunga.
“Pokoknya jangan berpakaian terbuka seperti itu, itu bukan dirimu Tiara. Pasti ini kerjaan Zelleta kan? Lain kali, jangan terlalu di penuhi keinginan dia, kalau kamu merasa tidak cocok dan tidak mau tolak saja," ucap Teo.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil.
“Berarti saya bisa menolak untuk tidak menikah dengan Anda dong? Bukankah itu juga salah satu keinginan Zellata?”
Bersambung...
KomenMu semangatKu, ayo ramaikan geas.
Like sama vote juga ya.
Tararengkuy...
__ADS_1