
Hari-hari pun terus berlalu, Teo dan Tiara semakin bucin membara, sampai-sampai membuat orang-orang disekitarnya iri terhadap hubungan mereka.
Dan hari ini adalah hari yang dinanti Tiara dan Teo, dimana hari ini mereka akan meramaikan status mereka menjadi sepasang suami istri.
Di sebuah hotel berbintang lima, terlihat sudah dilakukan persiapan, dekorasi mewah dengan tema serba putih, menggambarkan bertapa sakralnya acara tersebut.
Terlihat di depan sana sebuah pelaminan mewah, kursi besar pelaminan berwarna putih berteger di sana, bunga-bunga segar terlihat tersusun indah di bentuk sedemikian rupa.
Semuanya sudah seratus persen sempurna, dari mulai dekorasi, acara hiburan, suovenir, konsumsi semuanya sudah tersedia, para tamu undangan dari berbagai kota dan luar negeri pun berdatangan keacara tersebut. Memang sengaja Tuan Smith mengundang semua kerabat dan rekan bisnis ke acara pernikahan putra tercintanya itu.
Sementara itu Tiara kini terlihat sudah anggun dan cantik, gaun berwarna putih terlihat melekat membalut tubuhnya dengan indah, polesan make-up ala pengantin membuat wajah wanita itu semakin cantik. Tak lupa sebuah mahkota berteger dikepalanya, rambutnya terlihat di sanggup rapi.
“Kak, acaranya udah mau digelar, ayo kita ke depan," ajak Zalleta.
Gadis itu terlihat sangat cantik juga, dengan gaun yang digunakannya, Zalleta juga memakai wig untuk menutupi kepalanya yang memang tidak ada rambutnya itu.
“Iya ayo sayang,” timpal Mamahnya.
Tiara mengangguk, lalu ia pun berjalan diampit oleh kedua wanita itu. Semua mata tertuju pada ketiga wanita itu saat memasuki tempat acara. Mereka memandang takjub apa lagi pada Tiara.
Begitu pula dengan Teo yang kini sudah berada di sana, matanya tak lepas menatap Tiara yang kini berjalan kearahnya.
Suasana terasa sangat hikmat saat kedua calon pengantin itu mengucapkan janji suci mereka. Hingga akhirnya Teo dan Tiara pun kini resmi menjadi sepasangan suami istri.
Suasana penuh kebahagiaan pun berlanjut sesuai dengan rencana. Para tamu undangan memberikan selamat pada kedua pengantin baru tersebut.
“Selamat ya sayang, kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri, semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan pada kalian berdua,” ucap Nyonya Henzy memeluk anak dan menantunya itu.
“Terima kasih Mah,” sahut Teo dan Tiara kompak.
Kini giliran Tuan Smith yang mengucapkan selamat pada mereka.
“Selamat untuk kalian berdua, doa terbaik dari Papa menyertai kalian,” ucapnya.
“Cie Kakak aku soul out juga,” ucap Zalleta, yang berdiri di depan Kakak-Kakaknya itu.
“Makasih ya Dek,” ucap Tiara, Tiara memeluk adik tercintanya itu.
Ia tidak menyangka akhirnya Adik angkatnya itu, kini menjadi adik yang sesungguhnya, yaitu adik iparnya.
Tiara merasa dunia ini sangat sempit, tapi dibalik kesempitan itu ternyata ia mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.
“Ini semua berkat kamu Dek, lihatlah Kakak-Kakak kamu jadi bersatu,” timpal Teo sambil terkekeh.
“Iya dong, Zalleta gitu loh. Kakak harus memberikan aku hadiah yang spesial loh, karena aku sudah membuat Kak Tiara jadi istri Kakak,” canda Zalleta.
“Tentu saja, nanti Kakak pasti akan memberikan kamu banyak keponakan yang lucu-lucu, iya kan sayang?” Teo menatap kearah Tiara.
__ADS_1
Tiara mencubit perut Teo, bisa-bisa pria yang saat ini sudah berstatus suaminya itu berbicara seperti itu di depan banyak orang, kan Tiara jadi malu.
“Awww ... sakit sayang,” rengek Teo.
“Rasain tuh,” ketus Tiara.
Terlihat yang menyaksikan tertawa dengan sikap mereka. Sumpah Tiara benar-benar merasa malu, ah suaminya itu, awas saja nanti Tiara akan memberinya pelajaran.
“Selamat Tuan muda dan Nona Tiara, akhirnya kalian resmi menikah juga,” ucap Ken memberikan selamat pada mereka.
“Terima kasih Tuan Ken,” balas Tiara.
“Sayang kamu jangan panggil Ken dengan Tuan, dia itu bawahan kita,” timpal Teo bercanda.
Tiara terkekeh pelan, begitu juga dengan Tuan Smith dan istrinya serta Zalleta juga.
“Ya benar, Kakak ipar, panggil saja saya Kendra Mahesa. Tapi ingat saya bukan bawahan kalian saya akan menjadi adik ipar kalian,” ujar Ken penuh percaya diri.
“Wah benarkah begitu? Kamu dan Zalleta akan menyusul kami juga?” cerca Tiara.
Zalleta terlihat malu-malu sambil menganggukkan kepalanya.
“Doakan saja mereka ya,” ujar Nyonya Henzy.
“Ken belum melawati ujian dari Papa,” timpal Tuan Smith.
Acara pun berlangsung dengan sangat meriah. Semua orang terlihat sangat bahagia.
Hingga akhirnya acara pun selesai telat jam 10 malam. Para tamu undangan sudah meninggal tempat tersebut, keluarga Smith pun beristirahat di kamar mereka masing-masing.
Begitu juga dengan sepasang pengantin baru, Tiara dan Teo terlihat sudah berada di sebuah kamar, yang dihiasi oleh bunga-bunga segar dan wangi.
Tiara merasa canggung berdua di kamar dengan suaminya itu, walaupun ini bukan yang pertama kalinya, tapi Tiara merasa gugup luar biasa.
Tiara masih duduk di depan meja rias, ia menghapus make-up dan membuka aksesoris yang ada di kepalanya itu.
“Sayang,” panggil Teo, Teo terlihat sudah berada dibelakang Tiara. Pria itu terlihat baru saja selesai mandi, handuk kimono terlihat masih melekat di tubuhnya.
“Iya, kenapa?” Tiara menatap suaminya itu lewat pantulan cermin yang ada di depannya.
Teo tersenyum, ia memeluk Tiara dari belakang. Tiara merasakan detak jantungnya terasa bergetar tak karuan.
“Mandi dulu gih,” bisik Teo.
Tiara mengangguk, Teo pun melepaskan pelukannya. Lalu Tiara berdiri.
“Sini aku bantu lepaskan gaunnya,” ucap Teo.
__ADS_1
“Eh-eh, gak usah ... ” belum saja Tiara menyelesaikan ucapannya, Teo terlihat sudah membuka resleting gaun Tiara.
Teo langsung menelan silivanya saat melihat punggung Tiara yang putih mulus itu terpanggang nyata di depannya.
Beberapa saat Teo menikmati pemandangan indah tersebut, sialnya baru saja melihat punggung istrinya itu, benda pusaka dibawah sana sudah menegang sempurna di sana.
“A-aku mandi dulu,” ucap Tiara ia terlihat berjalan cepat menuju kamar mandi.
‘Ya ampun kenapa aku gugup sekali, ayolah Tiara dia suami kamu, untuk apa kamu gugup begini,’ batin Tiara.
Ia pun langsung melakukan ritual mandinya.
Setengah jam berlalu, akhirnya Tiara pun selesai. Dengan balutan handuk kimono Tiara pun perlahan membuka pintu kamar mandi tersebut, lalu melangkah keluar.
Di lihatnya Teo sudah berbaring di atas ranjang, suaminya itu terlihat sudah tertidur.
“Apa aku lama ya di kamar mandi?” gumam Tiara.
Tiara pun langsung naik keatas ranjang, membaringkan tubuhnya di samping suaminya, menghadap kearah Teo yang tengah tertidur itu.
Tiara mengusap wajah Teo yang terlelap itu, senyuman terlihat mengambang di bibir Tiara.
“Kamu pasti lelah suamiku, tidurlah,” bisik Tiara.
Tiar tidak ingin mengganggu tidur suaminya itu, kerena seperti Teo kelelahan, Tiara pun memutuskan untuk turun dari ranjang berniat ingin berganti pakaian.
Akan tetapi sesuatu menahan Tiara, terlihat Teo menarik tangannya. Tiara terkejut ia pun langsung menoleh kearah Teo. Suaminya itu terlihat sudah membuka matanya.
‘Kamu pikir kamu bisa lolos malam ini sayangku,’ batin Teo.
“Maaf, kamu jadi terbangun,” ucap Tiara. Ia merasa tidak enak hati, merasa sudah mengganggu tidur suaminya itu.
Teo tidak menyahut ucapan Tiara, ia malah menarik tangan Tiara lagi, membuat Tiara langsung kehilangan keseimbangannya dan terjatuh di atas tubuh Teo.
Tiara membulatkan matanya terkejut, sementara suaminya malah tersenyum penuh arti, “mari kita lakukan ritual malam pertama kita sayang,” bisik Teo.
Membuat Tiara malu dan langsung membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
Skip woi, author masih polos, wkwkwkwk
Malam itu pun menjadi malam yang paling memabukkan dan malam yang panjang bagi kedua pengantin baru tersebut. Membuat keduanya terbang ke nirwana, menikmati surga dunia yang sangat indah membahana katulistiwa.
Bersambung ...
Like, komen dan votenya jangan lupa.
Silahkan berimajinasi MP Tiara dan Teo, wkwkwkwk
__ADS_1
Ya ampun dasar author sesat Yee, wkwkwkwk