Di Atas Ranjang Suster Tiara

Di Atas Ranjang Suster Tiara
Bab 59. Calon istriku!


__ADS_3

Teo dan Tiara kini sudah sampai di Perusahaan milik Teo, semua orang terlihat sudah berkumpul di lobi kantor tersebut.


Teo memang sengaja melakukan hal tersebut, ia meminta Ken untuk mengumpulkan semua karyawan-nya.


Hampir semua orang terdengar berbisik-bisik, saat melihat kedatang Teo dan Tiara.


“Ya ampun sudah lama sekali bukan Bos besar kita tidak ke sini, akhirnya dia kembali juga, Bos besar yang sangat bijaksana itu,” ucap salah satu karyawan.


“Iya benar ... ”


“Lihatlah dia semakin tampan saja!”


“Eh tapi lihat juga dia bersama seorang wanita, apa mungkin dia calon istrinya, aku mendengar dari Pak Ken, katanya Bos Teo kesini bersama calon istrinya.”


“Benarkah, waaaah mereka sangat cocok sekali, lihatlah wanita itu terlihat sangat berkelas. Ah aku iri sekali dengan kecantikannya ... ”


“ .... ”


Dan masih banyak lagi hal yang mereka perbincangkan mengenai Teo dan Tiara, rata-rata mereka sangat kagum. Tiara dan Teo seperti akan di nobatkan sebagai couple terkece.


Mereka semua langsung terdiam saat Teo dan Tiara masuk ke dalam lobi. Tatapan semua orang langsung tertuju pada mereka.


“Selamat pagi semuanya, dan selamat datang kembali untuk Bos besar kita Pak Mateozy Smith,” ujar Ken.


Langsung mendapat tepukan dari semua karyawan di sana.


“Terima kasih semuanya, untuk penyambut yang sangat luar biasa ini bagi saya, semoga perusahan MZ-Jaya semakin maju dan berkembang dengan baik. Mohon kerjasamanya, mari kita sukses bersama,” ujar Teo.


Lagi-lagi para karyawan itu bertepuk tangan.


“Baiklah, untuk merayakan semuanya, nanti malam kita rayakan bersama, oke. Semua karyawan di sini bisa menikmati party, Pak Ken nanti akan menginformasikan tempat dan waktunya.”


“Horeee .... Party cuy ... ” seru semua orang, mereka terlihat begitu antusias.


“Ck, aku lagi-lagi, inikah tidak ada diagendakan, dasar bos sialan! Terus aja cerca si robot hidup ini!” Gerutu Ken dalam hatinya.


“Bagaimana Pak Ken?” tanya Teo pada Ken.


Ken menampakan senyuman keterpaksaannya, ya gimana lagi? Nolak pastinya tidak mungkin.


“Baik, Pak Teo,” jawab Ken.


“Dan satu lagi, saya ingin memperkenalkan kalian semua pada seseorang, orang yang ada di samping saya, dia adalah Tiara, calon istrinya saja, Nyonya Mateozy Smith,” ucap Teo.


Tiara terlihat tersenyum, demi apapun ia merasa malu dan gugup. Tapi sebisa mungkin Tiara menyembunyikan semua itu.

__ADS_1


“Hallo semuanya, saya Tiara.” Tiara memperkenalkan diri dengan ramah.


Para karyawan terlihat menyambut hangat dan membalas senyuman Tiara dengan ramah.


“Baiklah, kalau begitu kembali ke perkerjaan kalian masing-masing,” titah Teo.


Karyawan itu pun bubur, meraka langsung ke tempat mereka masing-masing dan mengerjakan pekerjaannya masing.


Begitu juga dengan Teo, Tiara dan Ken, mereka langsung menaiki lift menuju lantai 10, dimana di sanalah ruangan mereka.


“Akhirnya, aku bisa bernapas lega,” ucap Tiara saat dalam lift.


Sontak Teo dan Ken pun langsung menatap kearah wanita itu.


“Memangnya sejak tadi kamu tidak bisa bernapas calon istri?” tanya Teo.


Ken terkekeh geli, rasanya dia menyesal juga sudah satu lift bersama mereka, berasa menjadi nyamuk.


“Bukan begitu, calon suami, lihatlah kau mengumpulkan orang-orang mu sangat banyak, mereka mengambil oksigenku," jawab Tiara asal-asalan.


“Emangnya bisa begitu ya? Aku perasaan biasa saja, Ken apa kau juga merasakan seperti itu?”


Aduh emang dasar Si bayi gede, bener-bener kagak paham lagi ya!


Teo terlihat mendengkus kesal, sementara Tiara terlihat menahan tawanya.


“Dasar bucin,” gumam Ken.


“Apa-apa kamu bilang, Ken?" tanya Teo, ia mendengar ucapan Ken tapi samar-samar alias tidak jelas!


“Enggak, ini lift kok lama benget ya,” kilah Ken.


“Ya sabar dong Ken, baru lantai 7 juga!”


"Bener-bener sinting! Emang bucin bikin orang smart jadi stupid!" Ken memilih berujar dalam hatinya.


Hingga tak lama kemudian lift pun berhenti, mereka pun langsung keluar dari lift tersebut.


“Sabar ya Tuan Ken," bisik Tiara pada Kendra.


Tiara yakin Ken pasti sedang kesal saat ini.


“Yayaya ... " jawab Ken memalas.


Hingga mereka pun masuk ke ruangan milik Teo, Ken juga ikut kerana ada hal penting yang akan dia bicarakan.

__ADS_1


“Calon istri, kamu duduk saja bersantai di sofa, kalau kamu bosan bisa nonton televisi, atau mau tidur boleh, masuklah ke sana itu ruangan privat aku,” ujar Teo pada Tiara, sambil menunjuk kearah pintu yang ada dekat sana.


“Ya calon suamiku, aku langsung ke ruangan itu saja ya, selamat berkerja calon suamiku, cari uang yang banyak, Oke," sahut Tiara seraya menyemangati Teo.


Sudahlah, Tiara kini sudah sadar dia sudah jatuh cinta, udah bucin juga. Tapi entah sejak kapan, yang satu dekat Teo ia merasa nyaman dan bahagia.


“Baiklah Sayang.”


Setalah itu Taira pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, jujur saja ia masih mengantuk, sepertinya tidur lagi enak, dari pada melihat orang lagi kerja, itu hal yang paling membosankan rasanya.


“Aku sangat geli melihat tingkah kalian, sumpah demi apapun," ujar Ken sambil menggubriskan bahunya.


“Hahaha ... " Eh Teo malah tertawa.


“Jatuh cinta itu Indah, Ken. Apa lagi jatuh cinta sama orang yang tepat, persetan dengan geli, bucin sama orang yang kita cintai, apa salahnya?" sambungan Teo.


“Yayaya, terserah kau saja. Oh iya aku ada kabar penting, hari ini Perusahaan Reyhan meminta bertemu dengan kamu dan Papa, seperti dia sangat keberatan dengan keputusan sepihak kita," ujar Ken.


“Sudah aku duga, untuk apa? Memohon? Jangan harap belas kasian dariku! Sebenernya aku sudah malas berurusan dengan dia, lagian bukankah kita sudah membayar finalty yang besar juga? Tapi, seperti ini sangat seru! Baiklah, suruh saja dia ke sini,” titah Teo.


“Baiklah, okelah kalau begitu, aku keluar dulu," pamit Ken.


“Eh-eh tunggu, apa kamu sudah bilang sama Papa? Apa Papa tahu semua ini?”


“Tentu saja, Papa sangat setuju, tapi dia tidak mau menemuinya, dia malah menyuruhku," jawab Ken.


“Ya sudah, bukankah itu lebih enak?”


“Iya kau benar.”


Setalah itu Ken pun berlalu dari sana. Setalah kepergian Ken, Teo pun mulai duduk di kursi kebersamaan, sudah lama sekali dia tidak ke sini, semuanya masih sama.


“Baiklah, kita mulai lagi!" seru Teo mulai membuka leptopnya.


Namun baru saja beberapa detik, Teo baru teringat, dia belum sarapan, Tiara juga belum.


Teo pun memilih untuk memesan makanan melat aplikasi online. Setalah itu Teo beranjak dari kursinya, ia berjalan menuju ruangan dimana Tiara berada.


Teo tersenyum saat melihat Tiara yang sudah terlelap.


“Pasti dia kurang tidur, bangun tadi masih subuh, ya sudah nanti saja aku bangunkan kalau makanan sudah datang," gumam Teo.


Bersambung ...


Komen yang banyak kalau mau lanjut up malam ini, gaskeun geas!

__ADS_1


__ADS_2