
“Zalleta masih hidup?” gumam Teo.
Setalah itu Teo langsung berlari menuju kamarnya, ia mengambil sesuatu dari dalam lemari, setalah mendapatkan benda tersebut, ia pun kembali ke bawah menghampirinya kedua orang tuanya, Ken serta Suster Tiara.
Semua orang yang berada di sana langsung menatap kearah Teo. Teo tak memperdulikan tatapan mereka, pria itu langsung merebut liontin yang ada di tangan sang Mamah, lalu Teo mengeluarkan benda yang tadi ia ambil dari kamarnya itu, yang tak lain benda tersebut adalah sebuah kunci kecil.
Jika kunci itu pas dan bisa membuka liontin tersebut, sudah dipastikan jika liontin tersebut memang milik Zalleta.
Teo terkejut, begitu juga dengan semua orang yang berada di sana, kunci itu memang pas dan bisa membuka liontin tersebut, di mana di dalam liontin tersebut, ada ukuran nama Zalleta dan Teo.
Suasana seketika menjadi hening, mereka larut dengan pemikiran mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Tiara, menyimpulkan dari perkataan Nyonya Henzy tadi, berarti Tari adiknya itu ternyata nama aslinya Zalleta dan Nyonya Henzy serta Tuan Smith adalah orang tua kandungnya, itu berarti Tuan Muda Teo adalah Kakak kandungnya Tari.
“Di mana sekarang Zalleta?” tanya Teo berteriak.
“Tu—an Muda bisa bicara?” Ken terkejut saat mendengar Teo membuka suaranya itu.
Sementara Nyonya Henzy dan Tuan Smith, ia tidak terkejut, kerena memang mereka sudah mengetahui hal itu, hanya saja memang sengaja mereka selama ini pura-pura tidak tahu, semua berubah Teo semuanya sudah mereka ketahui lewat CCTV yang diam-diam Tuan Smith pasang di kamar putranya itu selama ini.
Sementara Tiara ia terlihat langsung menunduk kepalanya, ia takut Nyonya Henzy dan Tuan Smith marah, kerena Tiara selama ini menyembunyikan tentang Teo yang sudah bisa bicara.
“Ini bukan waktunya membahas semuanya Ken, dimana sekarang Zalleta, aku ingin bertemu dengan adikku!” bentak Teo.
__ADS_1
“Ya benar, sebaiknya kita harus menemui Zalleta sekarang,” timpal Nyonya Henzy.
Ken dan Tuan Smith terlihat mengangguk kepalanya.
“Ken siapkan penerbangan sekarang juga!” titah Tuan Smith pada Ken.
“Baiklah ayo kita siap-siap,” sambungnya.
Tuan Smith serta Nyonya Henzy langsung beranjak dari sana, begitu juga dengan Teo.
Ken kini tengah sibuk dengan ponselnya untuk meminta orang-orang kepercayaannya untuk menyiapkan Zet pribadi milik keluarga Tuan Smith.
Sementara Tiara ia terdiam, ada rasa bahagia di hatinya kerena Tari akan bertemu dengan keluarga kandungnya.
“Emm, memangnya aku harus ikut?” tanya Tiara.
“Tentu saja,” jawab Ken.
“Emm, tapi maaf Tuan Ken, aku seperti tidak akan ikut, tolong telepon saya jika nanti anda sudah sampai di sana, saya ingin mendengar dan melihat wajah Tari, eh maaf maksud saya Zalleta.”
“Yakin Nona Tiara tidak mau ikut?”
Tiara tersenyum tipis lalu ia menganggukkan kepalanya, sebenernya Tiara ingin sekali ikut, ia juga ingin melihat Tari alias Zalleta itu, kerena ia juga sangat merindukan adiknya yang selama ini selalu menemaninya.
__ADS_1
“Baiklah, nanti saya akan menghubungi Nona Tiara jika sudah sampai di sana.” ujar Ken, tersenyum pada Tiara.
Tiara cukup terkejut melihat Ken yang tersenyum tulus padanya itu, setalah sekian lama, ini untuk yang pertama kalinya ia melihat seorang Kendra tersenyum.
“Te—terima kasih sebelumnya Tuan Ken, kalau begitu saya permisi kebelakang dulu,” pamit Tiara.
Ken langsung menganggukkan kepalanya, setalah itu Tiara pun beranjak dari sana.
Tiara langsung berjalan menuju halaman belakang.
Tiara duduk di bangku yang ada di teras halaman belakang tersebut.
“Akhirnya kamu bisa bertemu dengan keluarga kamu Dek, Kakak tidak menyangka jika ternyata keluarga kamulah yang sudah menolong kita, Dek. Setidaknya perjuangan Kakak tidak sia-sia, Tari. Kamu pasti sangat bahagia, semoga setalah kamu bertemu dengan keluarga kandung kamu, kamu bisa cepat sembuh Dek, maafkan Kakak tidak bisa menemui kamu. Kakak belum siapa, Dek,” gumam Tiara.
Tak terasa butiran bening menetes dari pelupuk matanya, Tiara memang bahagia akhirnya Tari bisa bertemu dengan keluarga kandungnya, tapi di sisi lain Tiara juga merasa sedih, jika Tari alias Zalleta itu sudah bertemu dengan keluarganya, itu tandanya adiknya itu akan tinggal bersama mereka.
Tiara meras dirinya kini benar-benar hidup sendirian di alam semesta ini, Tuan Muda Teo sudah sembuh, jadi kemungkinan Tiara tidak akan lagi merawatnya.
Inilah alasan mengapa Tiara tidak mau ikut bersama mereka menemui Tari di sana. Terlebih Tiara sadar diri, siapa dirinya saat ini.
“Kamu bahagia Kakak juga ikut bahagia, Dek,” gumam Tiara lagi.
Bersambung....
__ADS_1