Di Atas Ranjang Suster Tiara

Di Atas Ranjang Suster Tiara
Bab. 34 : Jangan bermimpi


__ADS_3

Reyhan langsung menatap tajam Lian, tangannya memegangi pipinya yang terasa panas dan ngilu akibat tamparan dari wanita yang ada dihadapannya itu.


“Jangan bermimpi Lian, aku tidak sudi menikahi kamu, kerena aku yakin anak itu bukan darah dagingku! dasar wanita tidak punya malu, tidak tahu diri. Harusnya kamu berterima kasih padaku kerena saat itu aku menolongmu, jika tidak aku pastikan kau akan gila kerena obat jahanam itu!” tolak Rey dengan tegas.


Tentu saja ia tidak mau menikah dengan Lian, dia sama sekali tidak mencintai wanita itu, dan kejadian pada saat itu, memang murni semua itu tidak disengaja, Reyhan hanya membantu Lian saja. Tapi kini wanita itu malah menuntut pertanggungjawaban darinya, memang wanita gila, pikirnya.


“Tapi kamu jiga menikmatinya Reyhan!”


“Ya tentu saja aku menikmatinya kerena aku juga laki-laki normal.”


“Kau memang licik Reyhan!”

__ADS_1


“Apa kamu bilang? Licik? Harusnya aku yang berkata seperti itu padamu! kau yang licik. Bahkan kau bilang akan membantu menjelaskan semuanya pada Tiara, tapi mana? kau malah memanfaatkan situasi ini, jadi siapa yang licik sekarang hah?” Reyhan tersulit emosi, ia benar kehabisan kesabaran menghadapi wanita bermuka dua seperti Lian itu.


“Terserah kamu mau bilang apa, yang pasti aku ingin kamu menikahi aku Rey. Aku tidak mau anakku lahir tanpa seorang Ayah!” keukeh Lian.


Rey langsung tersenyum sinis. “Terserah, aku pun tidak perduli, kerena sampai kapan pun aku tidak akan menikah kamu Lian, kerena aku yakin jika anak yang ada dikandung kamu itu bukan anakku!” tegas Reyhan.


“Baiklah kita lihat, aku yakin kamu tidak akan bisa lari dari tanggung jawab kamu ini Reyhan, aku akan mengatakan semua ini pada Tante Sarah dan aku yakin Mamah kamu itu akan mengabulkan keinginan aku, kamu akan menikahi aku Reyhan dan mempertanggung jawabkan perbuatan kamu ini!” ancam Lian.


“Silahkan, aku tidak takut. Walau pun Mamah memaksa aku, aku tidak Sudi menikahi kamu. Aku tidak mencintai kamu, aku hanya mencintai Tiara, jadi jangan berharap aku akan menikah kamu, apa lagi bertanggung jawab yang seharusnya bukan jadi tanggung jawabku!”


Lian sendiri memang tidak yakin jika anak yang ada dikandungnya itu anak Reyhan, tapi ia sejak dulu sudah jatuh hati pada Reyhan, dan ia pikir inilah kesempatannya untuk memiliki Reyhan, persetan dengan cara kotor, yang penting bagi Lian apa pun yang dia inginkan harus ia dapatkan, salah satunya ia bisa menikah dengan Reyhan, Lian sudah berhasil menyingkirkan Tiara, dan kini tinggal satu langkah lagi, Lian akan mengadu pada Tante Sarah—Mamahnya Reyhan jika dirinya hamil anak Reyhan.

__ADS_1


Dan tentu saja Tante Sarah akan lebih percaya padanya.


“Baiklah Reyhan, kita lihat saja. Apa kau bisa lari dari cengkeraman aku? Aku pastikan kamu akan bertekuk lutut dihadapanku!” ucap Lian penuh percaya diri.


Lian langsung menyerka air matanya, setalah itu ia pun berlalu meninggalkan Restoran tersebut.


Sementara itu Reyhan kini tengah mengemudikan mobilnya untuk pulang.


“Bedebah! wanita sialan kau Lian, kau pasti sengaja menjebakku. Ah sial, harus bagaimana aku sekarang? Mamah pasti akan lebih mempercayai wanita ular itu dari pada aku!”


“Tidak aku tidak boleh kalah, aku tidak mau menikah dengan wanita itu. Sudah cukup selama ini aku diam, sekarang saatnya aku meraih kebahagiaanku,” ucap Reyhan bermonolog dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


“Tiara, aku harus mencari Tiara. Aku harus meminta maaf padanya, aku harus kembali pada Tiara, aku yakin Tiara pasti masih mencintai aku, jika Tiara bisa kembali padaku, aku yakin Lain akan mundur, dia tidak akan mau jadi istri kedua,” lanjutnya.


Bersambung....


__ADS_2