
“Apa maksud Tuan?” tanya Tiara, suaranya terdengar sangat kesal. Bagaimana ia tidak kesal permintaan Tuan Mudanya itu sungguh di luar logika Tiara, bisa-bisa dia meminta Tiara untuk menemaninya tidur, lagian ini hari masih pagi, dia pikir Tiara wanita apa, walau pun statusnya seorang Janda, tapi bukan berarti ia bisa tidur dengan siapa saja. Pantang bagi dirinya untuk melanggar norma!
“Apa saya harus mengulang permintaan saya lagi?” tanya balik Teo. Ia tersenyum samar pada wanita yang ada dihadapannya itu.
“Tidak Tuan! tapi permintaan anda itu sungguh tidak sopan! Anda pikir saya ini wanita apa hah? Walaupun saya hanya seorang suster tapi saya masih punya harga diri, dan satu lagi kalau pun status saya ini janda, bukan berarti anda ingin berbuat semena-mena sama saya!” tegas Tiara, ia menatap tajam pada Tuan Mudanya itu.
‘WHAT? Jadi dia seorang janda? Apa benar dia seorang jadi, masih muda begini udah jadi janda kasian sekali,’ batin Teo.
“Makan sarapannya! Kalau tidak ada keperluan lagi, saya permisi!” lanjut Tiara, ia mendorong tubuh Teo, “minggir!” Setelah itu Tiara pun langsung bergegas keluar dari kamar tersebut.
Teo terdiam sambil memandangi Suster Tiara yang kini sudah hilang di balik pintu tersebut.
“Lah, kok malah galakan dia? Kan di sini aku Bos-nya! bener-bener ya itu Suster menyebalkan!” gerutu Teo.
__ADS_1
Setalah itu Teo pun langsung menyantap sarapannya. Heran, kenapa di depan Tiara ia terlihat seperti orang bodoh! baru kali ini Teo diperlukan seperti ini oleh seorang Suster, benar-benar menyebalkan!
“Oh iya kenapa belakang ini aku gak pernah liat si Ken ya? Apa dia sudah pensiun jadi ajudannya Papa?” gumam Teo.
Ia baru sadar semenjak Tiara berkerja merawatnya, ia tidak pernah melihat batang hidung si Kendra. Apa dia sibuk? Tapi, sesibuk apa pun dia, pasti setiap hari selalu menyempatkan diri menemui Teo.
“Apa karena belakangan ini aku sudah mulai waras ya, jadi si Ken gak pernah ke sini lagi? Ck! kenapa aku berkata seperti itu, aku kan dari dulu juga waras! Ah sial kenapa aku jadi kaya orang bodoh begini sih!” Teo bermonolog dengan dirinya sendiri.
Teo akan menelepon Ken, akan tetapi ia baru teringat, tidak ada orang yang tahu kalau dirinya sekarang sudah bisa bicara, yang tahu hanya Suster Tiara saja. Untuk saja Toe langsung ingat, kalau tidak? Tamatlah riwayatnya.
Sebenernya Teo tidak mau menutupi ini semua, hanya saja ia belum siapa berinteraksi dengan orang-orang lain. Teo pun memutuskan untuk mengirim pesan pada Ken, menanyakan dimana pria itu.
Setelah mengirim pesan, tak lama kemudian Ken membalas pesan dirinya.
__ADS_1
“Aku baru pulang dari luar negeri.”
Teo membaca balasan pesan dari Ken. Ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan tidak berniat lagi untuk membalas pesan dari Ken. Ken bilang dia baru pulang dari luar negeri. Biasanya jika keluar Negeri, paling Ken mengurus urusan perusahaan di sana.
“Apa kamu tidak bertanya untuk apa keluar negeri?”
Pesan dari Ken masuk kembali, dan Teo langsung membacanya. “Apa-apaan dia, untuk apa aku keppo urusanmu, aku sudah tau kali jawabannya!” ucap Teo sambil tersenyum geli membaca pesan dari teman rasa saudara itu.
Lalu pesan kembali masuk ke ponsel Teo. Lagi-lagi pesan itu dari Ken.
“Kau pasti akan terkejut Tuan Muda.” Isi pesan dari Ken.
Bersambung....
__ADS_1