
Mata Tiara terlihat berkaca-kaca, ia sungguh terharu, ia merasa menjadi wanita yang sangat berharga. Mengingat, baru pertama kalinya seorang pria yang memperlakukan ia seperti ini, walaupun Teo pria kedua yang mengisi hatinya, sungguh sangat berbeda dengan pria pertama yang pernah singgah dihatinya.
“Yes, I do,” jawab Tiara.
Teo tersenyum lalu ia memasangkan cincin berlian itu ke jari manis Tiara. Tiara menatap cincin yang kini sudah melingkar dijari manisnya itu.
Teo berdiri, lalu meraih tangan Tiara, digenggamnya erat tangan calon istrinya itu.
“Apa kamu suka?” tanya Teo.
“Terima kasih.” Tiara langsung memeluk pria itu.
Dengan senang hati Teo membalas pelukan Tiara.
“Terima kasih sudah membuatku merasa menjadi wanita yang berharga, Mateozy Smith aku mencintaimu,” ucap Tiara tulus.
“Aku juga mencintaimu Tiara,” balas Teo.
Sesaat keduanya saling menikmati pelukan tersebut, kembang api terlihat bertaburan di udara, membentuk sketsa love di sana.
Mereka pun melepaskan pelukannya, lalu menatap kembang api tersebut.
__ADS_1
“Ini sangat indah,” seru Tiara, senyuman merekah terlihat dari bibir wanita itu.
Teo hanya tersenyum menanggapinya, ia mengelus bahu Tiara dengan lembut.
“Apakah kamu yang merencanakan semua ini sayang?” tanya Tiara pada Teo, kini Tiara sudah yakin dengan sebutan Sayangnya itu pada Teo, tidak ada keraguan lagi dengan sebutan sayang itu, kerena Tiara kini benar-benar menyayanginya.
“Ya semua ini untuk kamu calon istriku, maaf tadi aku membuatmu kesal, aku tahu kamu tadi cemburu pada wanita yang di Butik itu, percayalah tidak ada siapapun di hati ini, hanya kamu seorang yang bertahta di sini,” Teo meraih tangan Tiara, lalu meletakan tangan Tiara di dadanya.
“Aku berjanji akan selalu membuat kamu bahagia, bagaimana pun caranya. Maaf atas sikapku selama ini yang selalu membuatmu kesal, tapi percayalah itu salah satu bentu kasih dan cintaku sama kamu,” sambung Teo.
Wajah Tiara terlihat merah merona, ia tidak tahu harus berkata-kata apa. Yang pasti Tiara saat ini sangat bahagia.
“Jadi ini lamaran resmi kamu ke aku gitu?” cibir Tiara.
“Suka sih, tapi ini terlalu berlebihan untuk aku yang berstatus seorang yang janda,” kekeh Tiara.
Jujur saat ini mulai muncul rasa insecure di diri Tiara tentang statusnya itu, di hanyalah seorang Janda, apakah pantas bersanding dengan Teo?
“Memang apa salahnya? Dengar aku tidak perduli dengan status itu, bagiku kamu wanita yang sangat berarti, wanita yang sangat aku cintai Tiara, jangan pernah membahas tentang status itu, di dunia ini tidak ada wanita yang ingin menjadi janda, gagal dalam rumah tangga, jangan pernah merisaukan pandang dunia terhadapmu, kerena mereka tidak tahu cerita yang sebenernya. Dan satu lagi, aku yakin kamu adalah Janda terhormat, jadi hargailah dirimu sendiri, jangan merasa rendah dengan status itu, lihatlah diluar sana banyak yang seperti kamu, tapi mereka tidak seberuntung kamu, Tiara. Apa pun yang sudah terjadi, bersyukurlah atas takdir yang Tuhan gariskan,” papar Teo penuh pengertian.
Tiara tediam mencerna semua ucapan yang keluar dari bibir pria itu. Benar kata Teo.
__ADS_1
“Terima kasih sudah menerima aku, aku beruntung memiliki kamu,” ujar Tiara.
“Aku yang beruntung memiliki kamu Tiara, nanti kalau sudah menikah aku akan lebih banyak belajar sama kamu, kamu sudah berpengalaman bukan, apa lagi masalah ranjang,” bisik Teo sambil terkekeh.
“Ck! dusta, emangnya kamu belum berpengalaman, aku gak percaya kalau kamu masih perjaka!” cibir Tiara.
“Haha ... ” Teo tertawa.
“Jadi benar kamu bukan perjaka?”
“Gaklah, aku masih perjaka kok, seribu persen gak pernah celup si Joni sama lubang surgawi, kamu yang nanti akan merenggut keperjakaanku,” jawab Teo.
“Yakin? Aku gak percaya, masa sih kamu masih perjaka?”
“Yakin dong, ya terkecuali sabun mandi yang pernah merenggutnya,” ucap Teo tersenyum kikuk.
Asli kok Teo tidak pernah melakukan hubungan badan dengan wanita lain. Walaupun ia pernah tinggal di luar negeri, tapi Teo tidak pernah melakukan hal itu, pantang baginya. Dia diajarkan untuk tidak merusak seorang wanita oleh kedua orang tuanya.
Ia masih perjaka, tidak pernah celup sana sini, ya itu kecuali sama sabun mandi.
“Hahaha ... ” Kini Tiara yang tertawa.
__ADS_1
Bersambung ....