Di Atas Ranjang Suster Tiara

Di Atas Ranjang Suster Tiara
Bab 40. Dapat dari mana?


__ADS_3

Nyonya Henzy mengamati liontin tersebut, kenapa ia merasa tidak asing?


Tunggu! kenapa liontin itu sangat persis seperti milik mendiang putrinya—Zalleta.


Apa ada orang lain yang memiliki liontin seperti ini? Dulu dirinya memesan itu khusus dan dijamin jika tidak orang yang memilikinya selain Zalleta bahkan liontin itu tidak akan bisa dibuka oleh sembarang orang, karena kuncinya ada di Teo, yang hanya bisa membuka liontin tersebut hanya Teo.


“Da—dari mana kamu mendapatkan ini Ken?” tanya Nyonya Henzy, matanya masih fokus memandangi liontin tersebut.


Ken tak menjawab, ia juga bingung harus menjelaskan semuanya, akan tetapi Ken yakin jika Nyonya Henzy sepertinya menyadari sesuatu saat melihat liontin tersebut.


“Itu liontin Tari, Nyonya,” sahut Tiara menjawab pertanyaannya.


“Tari?” Nyonya Henzy mengalihkan pandangannya pada Tiara. Tiara langsung menganggukkan, dalam hati ia merasa bingung, kenapa ekspresi wajah Nyonya Henzy terlihat ada sesuatu yang aneh?


“Apa kamu bisa membuka liontin ini?”


“Tidak Nyonya, saya tidak punya kuncinya. Saya pun pernah meminta tukang kunci untuk membuatkannya, tadi tidak ada yang bisa, mereka bilang itu harus dibuka dengan kunci yang asli, kerena kunci itu dibuat khusus,” jelas Tiara.


“Tunggu! dari mana Adik kamu mendapatkan liontin ini?”


“Emm...” Tiara menghentikan ucapannya. Harus bagaimana Tiara menjelaskannya? Apa Tiar jujur saja kalau Tari bukanlah Adik kandungnya. Ya siapa tahu Nyonya Henzy bisa membantunya menemukan siapa sebenernya Tari.


Nyonya Henzy sendiri memang tidak tahu jika Tari bukanlah adik kandung Tiara, yang mengetahui semua itu hanya Ken dan Tuan Smith.


Sementara Tuan Smith sendiri, ia terlihat bergeming, seperti tengah berpikir.


“Suster Tiara, saya bertanya padamu, dari mana Adik kamu mempunyai liontin ini?” tanya Nyonya Henzy lagi, suara kini terdengar memekik. Entah mengapa ia sangat yakin jika liontin itu milik mendiang putrinya—Zalleta, ada hubungan apa Tiara dengan mendiang putrinya?


“Mah sabar, jangan bentak Suster Tiara, sebaiknya Mamah duduk dulu,” ujar Tuan Smith. Ia mengiring sang istri untuk duduk di sofa.


Sementara Tiara, ia benar-benar bingung dan juga terkejut, kenapa Nyonya Henzy membentaknya. Sebenernya ada apa ini?

__ADS_1


“Nyonya biar saja jelaskan,” sela Ken.


Tiara melirik kearah Ken, sorot mata wanita itu seperti meminta penjelasan apa yang sebenernya terjadi.


“Coba jelaskan, kenapa liontin milik Zalleta ada apa Suster Tiara?” pinta Nyonya Henzy dengan tegas.


“Tunggu! maaf maksud Nyonya apa ya? Zalleta siapa?” pungkas Tiara.


“Nona Tiara, sebaiknya Anda diam dulu, biar saya yang menjelaskan semuanya. Nanti Nona Tiara pasti akan mengerti,” sahut Ken menjawab pertanyaan Tiara.


Tiara hanya mengangguk pasrah. Sambil terus berpikir, siapa itu Zalleta? Tiara baru pertama kalinya mendengar nama itu.


“Jadi begini Nyonya, liontin ini memang milik Tari, adik dari Nona Tiara. Nona Tiara dan Nona Tari memang bukan saudara kandung, Nona Tiara dan keluarganya menemukan Nona Tari di tepi sungai pada saat itu,”


“Penjelasan kamu sangat rumit Ken, coba Suster Tiara, kamu ceritakan semuanya,” sela Tuan Smith memotong ucapan Kendra.


Tiara pun mengangguk, lalu menceritakan semuanya.


Sejenak ia menjeda ucapannya untuk mengambil oksigen. Tuan Smith, Nyonya Henzy serta Ken, terlihat menyimak cerita Tiara dengan serius.


“Kami sudah mencoba melapor ke pihak yang berwajib, untuk mencari informasi tentang identitas Tari, hanya saja setalah itu kamu tidak mendapatkan informasi lagi dari pihak berwajib, tak sampai di situ kami juga bertanya-tanya pada orang-orang, tapi tidak ada yang tahu, siapa Tari sebenernya. Dan mulai saat itu kami putus asa, lalu memutuskan untuk merawat Tari, kami memberi nama Tari, kerena pada saat itu saya sendiri bertanya siapa namanya, dia hanya mengucapkan inisal T, mungkin namanya di awali dengan huruf itu. Tapi tak selang lama Tari mengalami kanker otak, saya tidak tahu jelas apa yang dialami Tari, tapi sepertinya ada luka yang mungkin akibat kecelakaan hingga membuat ia mengidap kanker otak, sampai sekarang saja saya tidak tahu siapa sebenernya Tari, dan keluarganya,” lanjut Tiara, suara kini terdengar lirih. Ada kesedihan yang mendalam terlihat dari wajah Tiara, mengingat kondisi sang adik saat ini.


Tuan Smith terlihat terkejut saat mendengar cerita dari Tiara itu, sementara Ken, ia sudah yakin jika Tari adalah Zalleta, mendengar cerita Tiara yang mengatakan jika Tari pernah menyebut inisial T, Ken yakin jika Tari teringat pada Teo—Kakaknya.


Sementara Nyonya Henzy, matanya terlihat berkaca-kaca. “Apa boleh saya lihat Poto adik kamu?”


Tiara langsung menganggukkan kepalanya, lalu ia mengeluarkan ponselnya, setalah itu Tiara memberikan Poto dirinya yang bersama Tari.


Dengan ragu Nyonya Henzy mengambil ponsel tersebut dari sang pemiliknya, matanya Nyonya Henzy langsung membulat sempurna.


Melihat reaksi tersebut Tiara semakin tidak mengerti.

__ADS_1


“Pa, lihat!” seru Nyonya Henzy pada Tuan Smith.


Tuan Smith pun langsung ikut melihat Poto yang terpampang di layar ponsel milik Tiara tersebut, Tiara memang memberikan Poto dirinya dan Tari bukan Poto yang sekarang, melainkan Poto beberapa tahun yang lalu, saat belum lama Tari menjadi bagian dari keluarganya. Otomatis Nyonya Henzy dan Tuan Smith mengenali siapa orang yang bersama Tiara di Poto tersebut.


“Ini Zalleta, Pa. Zalleta masih hidup!” teriak Nyonya Henzy, rasa tak percaya dan juga bahagia bercampur menjadi satu dihatinya.


Tuan Smith hanya mengangguk lalu menarik sang istri ke pelukannya.


“Ya benar, dia memang Zalleta Nyonya, bahkan saya sudah melakukan tes DNA, hasilnya memang positif jika Tari adalah anak kandung Tuan dan Nyonya, Tari adalah Zalleta,” timpal Ken.


Deg!


Tiara langsung membulat matanya, ia langsung menatap kepada Ken dengan tatapan penuh tanya.


“Nanti saya akan jelaskan semuanya,” ucap Ken pada Tiara, seperti Ken sangat peka apa yang diinginkan oleh wanita itu.


Sementara itu sedari tadi satu pasang mata dan telinga mendengar percakapan mereka semua. Ya Teo, saat ini ia terlihat berdiri mematung saat mendengar perkataan mereka semua.


“Zalleta masih hidup?” gumam Teo.


Bersambung...


Huhuhu, maaf baru up. Biasa lagi banyak tugas negara aku, wkwkwk


Oh iya ada yang mau gabung grup WA? Buat silaturahmi gitu, kalau ada yang mau. Silakan lihat ke grup aku ya, linknya sudah aku shere di sana, dan yang belum gabung grup boleh gabung dulu ya, terus join grup WA nya.


Jangan lupa like, komen dan votenya juga.


Oh iya selain untuk silaturahmi grup WA juga akan aku jadikan sebagai info dari aku, akan bakalan bikin give away buat kalian.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2