Di Atas Ranjang Suster Tiara

Di Atas Ranjang Suster Tiara
Bab 38. Lawan saja, oke!


__ADS_3

Setalah meninggal kamar Tuan Mudanya itu, Tiara bergegas menuju halaman belakang, ia benar-benar butuh udara segar rasanya.


Kelakuan Tuan Mudanya itu benar-benar membuatnya naik darah. Lama-lama mungkin Tiara bisa mati berdiri!


“Dia sangat menyebalkan, rasanya aku ingin pergi saja dari sini, kalau Tari bukan alasannya, sejak dulu aku sudah minggat dari sini. Kalau aku tidak ingat kebaikan Tuan Smith aku sudah mengunyeng-unyenh itu Tuan Muda,” gumam Tiara, saking kesalnya ia menjadi gemas sendiri.


“Suster Tiara, di panggil sama Tuan dan Nyonya,” panggil Bu Maya pada Tiara yang tengah duduk di bangku yang berada di halaman belakang tersebut.


Tiara terkejut saat mendengar suara Bu Maya, ia pun menoleh kearah wanita parubaya itu.


“Ada apa ya Bu, kok Tuan sama Nyonya manggil saya?” tanya Tiara.


“Ibu juga gak tau, Ra. Coba kamu temui saja dulu, mungkin Tuan dan Nyonya mau memberikan kamu bonus,” jawab Bu Maya sambil tersenyum.


“Bonus apaan, Bu?” Tiara benar-benar tidak mengerti, yang ada ia merasa cemas karena dipanggil oleh Tuan Smith dan Nyonya Henzy.


Apa dia melakukan kesalahan? Tiara pikir, tidak. Ia merasa selama ini ia menjali perkerjaan dengan baik, kecuali tentang, ‘apa jangan-jangan ini masalah Tuan Muda Teo yang sudah bicara? Apa mungkin Tuan Smith dan Nyonya Henzy mengetahuinya,’ batin Tiara.

__ADS_1


“Mungkin sejumlah nominal, Ra. Biasa kalau kamu tidak melakukan kesalahan, terus dipanggil sama Tuan dan Nyonya, mereka akan memberikan apresiasi sama kamu. Ibu lihat selama kamu kerja di sini Tuan Muda Teo tidak pernah mengamuk lagi kaya dulu, Ra,” jelas Bu Maya.


Tiara hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, ada-ada saja ucapan Bu Maya itu. Kerja hanya sebagi perawatan bayi besar memang bisa mendapatkan apresiasi, huh.


“Kalau gitu aku ke sana dulu ya, Bu,” pamit Tiara, langsung diangguki oleh Bu Maya.


Tiara pun bergegas menemui Tuan Smith dan Nyonya Henzy, mereka terlihat tengah duduk di sofa yang berada di ruangan tengah, Tiara pun menghampiri mereka.


“Suster Tiara, kemari duduklah,” pinta Nyonya Henzy saat melihat Tiara.


Tiara pun mengangguk, lalu ia duduk di sofa tunggal yang ada di sebrang sofa yang Tuan Smith dan Nyonya Henzy duduki.


“Tidak, Nyonya,” jawab Tiara sambil menggelengkan kepalanya.


“Oh begitu, mungkin dia tidak sempat. Oh iya semalam Ken menghubungkan kami, dia bilang hari ini dia akan pulang, dan kondisi Adik kamu sudah ada kemajuan,” jelas Nyonya Henzy.


Mata Tiara langsung berbinar bahagia, ia sangat bersyukur, kabar ini sungguh membuat Tiara membuat hatinya berbunga.

__ADS_1


“Apa Tari tidak menghubungi kamu?” Kini Tuan Smith yang bertanya.


“Beberapa hari ini Tari tidak menghubungi saya, Tuan. Saya mencoba menghubunginya pun tidak bisa, tapi terakhir kami bertukar kabar, Tari mengatakan jika untuk beberapa hari ke depan ia akan melakukan pengobatan, saya pikir itulah alasan kenapa dia tidak menggunakan saya,” jawab Tiara.


“Iya Ken juga mengatakan hal seperti itu, dan seperti Adik kamu itu begitu bersemangat untuk sembuh, nanti kamu bisa tanyakan lebih detailnya pada Ken tentang kondisi Tari, hari ini Ken pulang,” ujar Nyonya Henzy.


“Baik Nyonya, terima kasih. Tapi, maaf Nyonya, jika Tuan Ken pulang yang menjaga Tari siapa?”


“Tenang saja kamu tidak usah khawatir, kita sudah menyiapkan orang untuk merawat dan menyiapkan kebutuhan Tari di sana,” jawab Nyonya Henzy.


Tiara bernapas lega, syukurlah. Ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa pada Tuan Smith dan Nyonya Henzy, ia juga tidak tahu harus membalas Budi seperti apa pada keduanya.


“Oh iya, bagaimana Teo, dia tidak merepotkan kamu 'kan? Pokoknya kalau dia macam-macam kamu lawan saja, oke!” lanjut Nyonya Henzy.


Tiara hanya tersenyum tipis, apa ia bilang saja ya kalau sebenarnya Tuan Mudanya itu sudah bisa bicara. Rasanya Tiara tidak bisa membohongi Tuan Smith dan Nyonya Henzy mereka sangat baik pada Tiara dan Tari.


“Nyonya, ada yang ingin saya sempaikan sama Nyonya dan Tuan, emm... ini mengenai kondisi Tuan Muda,” ucap Tiara. Ia memberanikan diri untuk berkata yang sebenernya pada Majikannya itu.

__ADS_1


Tuan Smith dan Nyonya Henzy saling mengalihkan pandangan, saling menatap satu sama lain, setalah itu mereka bersamaan menatap Tiara, dengan tatapan penuh tanya.


“Kenapa?”


__ADS_2