
Tiara merasa bergetar tak karuan, saat Teo kini sudah berada tepat di hadapannya dengan jarak beberapa senti saja. Teo menatap Tiara dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ma—maaf Tuan Muda, ada yang bisa saya bantu lagi?" Dengan bibir yang bergetar Tiara mencoba bertanya apa Tuan Mudanya itu. Sebisa mungkin Tiara berusaha bersikap tenang dan menyembunyikan ketakutannya itu.
Sulit di mengerti oleh Tiara, apa maksud dan tujuannya Tuan mudanya itu. Ia benar-benar bingung, terlebih komunikasi dengan Tuan Muda Teo sulit, kerena laki-laki itu bisu.
'Sial kenapa dia terlihat sangat tenang, bahkan tidak ada takut-takutnya, apa dia sedang berakthing saja? Tapi selama ini Suster-suster yang pernah aku perlakukan seperti ini pasti akan langsung lari ketakutan!' gumam Teo dalam hatinya. Tiara sungguh membuat dirinya merasa tertangtang. Merasa berbeda dari yang lain, dan sialnya kenapa Teo saat menatap Tiara jantungnya berdetak tak karuan.
Teo langsung mengalihkan pandangan dari wanita yang ada dihadapan itu, ia memberi isyarat pada Tiara untuk minggir. Tiara menganggukkan, lalu ia berpindah dari posisinya itu.
Teo langsung duduk di sofa yang ada di sana. Pandangan kini tertuju pada makanan yang dibawakan oleh Tiara tadi.
'Sup ikan?' batin Teo. Ia merasa terkejut baru kali ini ada seseorang yang memasarkan sup ikan untuknya. Setelah beberapa tahun terakhir ini, tidak ada yang pernah memasak menu makanan itu lagi, jika dulu menu tersebut tidak pernah absen setiap hari, selalu tersaji di meja makan.
Sup ikan memang makanan favorit keluarga Smith, namun setalah kepergian Zalleta—adik bungsungnya itu. Menu tersebut tidak pernah tersaji lagi, kerena setiap mereka melihat atau memakan menu tersebut, hatinya terasa perih teringat pada Zalleta.
Seperti yang saat ini Teo rasakan, melihat makanan tersebut, ia teringat pada mending adiknya itu.
Tiba-tiba saja raut wajah Teo berubah, terlihat memerah, rahangnya terlihat mengeras, terlihat urat-urat tengang kemarahan di sana, kedua tangannya pun terlihat mengepal kuat. Dan...
Brak!
Teo langsung melemparkan mangkuk yang berisikan sup ikan buatan Tiara itu ke atas lantai, membuat mangkuk tersebut pecah dan sup ikan tersebut berceceran di sana.
Tiara terkejut sambil membulatkan matanya. Tiara langsung menghampiri Teo.
"Ma—maaf Tuan kenapa makanannya di lempar? Apa Tuan muda tidak suka? Maaf saya benar-benar tidak tau apa makanan kesukaan Tuan Muda, kerena Nyonya Henzy tidak memberitahu saya, dan di rumah tidak ada siapa-siapa, maafkan saya Tuan muda," ucap Tiara, ia terkejut lebih ke panik, bukan takut.
__ADS_1
Teo bergeming, ia sama sekali tidak merespon Tiara, laki-laki itu kini langsung memegangi kepalanya yang terasa berat.
"Tu—tuan kenapa? Ada yang sakit?" tanya Tiara lagi, ia semakin merasa panik.
'Ya ampun bagaimana ini? Apa yang salah? Apa kerena makanan itu? Tapi dia belum memakannya sama sekali bukan?' batin Tiara bertanya-tanya. Ia benar-benar bingung harus bagaimana, apa lagi bertanya pada Teo si Tuan mudanya itu tidak menjawab.
'Ah sial ini lebih pusing dari mengurus orang sakit jiwa, orang gila masih bisa diajak bicara, walau gak nyambung. Sedangkan Tuan muda?'
'Ah Tiara tidak waktu untuk memikirkan hal itu, ayo pikirkan bagaimana caranya kamu menenangkan dia!' Tiara bermonolog dalam hatinya.
"Tuan tenang dulu, ya tarik nafas pelan-pelan..." ujar Tiara dengan lembut, ia berusaha harus tetap tenang. Tiara membantu Tuan Mudanya itu untuk duduk bersandar.
"Tarik nafas pelan-pelan Tuan Muda, tenangkan diri anda, ayo Tuan Muda," titah Tiara lagi.
Entah dapat dorongan dari mana, Teo sendiri mengikuti apa yang diperintahkan oleh susternya itu.
Entahlah mengapa usapan lembut tangan Tiara membuat Teo merasa sedikit tenang. Lalu Teo menunjukkan salah satu laci yang ada di dekat ranjangnya.
Tiara beranjak dari sana, ia segara menghampiri laci tersebut. Teo memberi isyarat untuk Tiara membuka laci tersebut, setidaknya Tiara cukup mengerti bahasa isyarat, ia pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuan mudanya itu.
Saat Tiara membuka laci tersebut, terlihat di dalam sana ada sebuah toples kecil yang berisikan obat. Ya, Tiara mengerti, Tuan muda Teo seperti meminta dirinya untuk mengambil obatnya itu.
"Ini Tuan muda?" tanya Tiara sambil memperlihatkan toples kecil yang berisikan obat tersebut.
Teo menganggukkan kepalanya, setalah itu Tiara pun kembali membawa obat tersebut, lalu memberikan obat dan segelas air putih pada majikannya itu.
Teo langsung mengambil obat dan minuman tersebut, dengan cepat Teo meminum obat tersebut.
__ADS_1
Setelah suasana berubah menjadi hening, Tiara hanya memperhatikan Tuan mudanya itu, beberapa menit kemudian Teo terlihat memejamkan matanya, sepertinya obat itu sudah beraksi, perlahan Teo terlihat memejamkan matanya, lalu bersandar di pundak Tiara yang duduk di sampingnya itu.
Tiara terkejut, namun sayangnya ia tidak bisa apa-apa, tidak mungkin ia menyingkirkan kepala Tuan mudanya itu. Kalau terbangun gimana?
"Sebenarnya penyakit apa yang di derita Tuan Muda Teo? Kenapa dia seperti orang traumatis. Terlihat tertekan dan ketakutan?" gumam Tiara bertanya-tanya.
Sementara itu Tuan Smith yang berada di bawah, ia mengecek CCTV yang terpasang di kamar Teo, ya tanpa sepengetahuan siapa pun, bahkan yang empunya kamar, jika di kamar tersebut sudah di pasang CCTV. Siapa pun pasti tidak akan menyadari kerena Tuan Smith memasang CCTV yang berbeda dari yang lain, CCTV di kamar Teo sangat kecil, bahkan sekecil lalat, tapi bisa memantau dengan jelas apa saja yang terjadi di dalam kamar tersebut.
Tuan Smith memandangi layar monitor yang ada di hadapannya itu, ia terkejut sekali-gus terheran, saat melihat Teo yang kini terlihat tertidur bersandar di bahu Tiara, susternya itu terlihat diam, namun ekspresi wajahnya tidak bisa di bohongi jika Tiara nampak tidak nyaman.
Lalu Tuan Smith meng—replay CCTV beberapa menit yang lalu, ia melihat semuanya apa saja yang terjadi antara Teo dan Tiara tadi.
"Aneh, kenapa bisa seperti ini? Kenapa Tiara sangat mudah menenangkan Teo? Dan makanan itu, kenapa Tiara bisa memasak sup ikan?" gumam Tuan Smith.
Selain bisa mendapatkan rekaman gambar, CCTV yang ia pasang di kamar Teo tersebut, bisa merekam semua suara yang ada di kamar tersebut.
"Ini sungguh tidak bisa di mengerti oleh logika!" gumam Tuan Smith.
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan votenya ya temen-temen.
Maaf baru sempat update, mulai hari ini aku update rutin lagi kok.
Alhamdulillah aku sudah sehat, kemarin istirahat dulu, badanku drop.
Salam sayang dari author.
__ADS_1
Terima kasih.