
Sementara itu seorang wanita dan terlihat tengah duduk di kursi yang berada di salah satu Restoran ternama yang ada di kota tersebut. Wanita itu terlihat duduk gelisah menunggu seseorang yang sampai saat ini tidak kunjung datang, padahal sudah 1 jam ia berada di Restoran tersebut.
“Rey kemana sih kok belum datang juga?” gumam Lian kesal bercampur cemas.
Hingga setengah jam kemudian, akhirnya laki-laki yang ditunggu oleh wanita itu pun datang.
Lian tersenyum menyambut kedatangan Reyhan, sementara yang disambut terlihat acuh.
“Ada apa?” tanya Rey singkat, raut wajah menampakkan ketidak sukaannya pada wanita itu. Rey menarik kursi yang ada dihadapan Lian lalu duduk.
“Kenapa kamu lama sekali Rey? Lihat sudah jam berapa ini, kamu membuat aku menunggu selama satu setengah jam!” tanya Lian terlihat kesal.
“Jangan membuang waktuku Lian, cepat apa yang ingin kamu bicarakan? Ini hari weekend, aku ingin beristirahat dan kau mengacaukan semuanya!” jawab Rey ketus.
“Aku hanya bertanya, kenapa kamu ketus begitu. Bisakan kamu ngomong dengan nada bicara biasa saja, aku heran kenapa kamu belakang ini seperti membenciku?” tanya Lian, ia menatap nanar laki-laki yang ada dihadapannya itu.
__ADS_1
“Aku tidak membencimu, aku hanya tidak suka padamu, karena kamu sudah membuat aku dan Tiara berpisah! wajar bukan jika aku bersikap seperti ini padamu, jika saja Mamah tidak selalu membela kamu, aku sudah memecat kamu sebagai sekertaris ku!” pekik Reyhan.
“Kau jahat Rey!” Mata Lian terlihat berkaca-kaca, ucapan Reyhan tentu saja sangat terasa pedas baginya.
“Terserah! cepat katakan ada apa? Jangan membuang-buang waktuku Lian!” desak Reyhan.
Wanita itu terlihat meraih tasnya, lalu mengambil sesuatu dari dalam tas dan memberikannya kepada Reyhan.
“Ini.”
“Aku hamil, Rey,” ucap Lian, suaranya terdengar pelan. Tentu saja Lian tidak mau gegabah ia takut ada orang yang mendengar dan mengetahui semua itu. Mau di simpan dimana wajah Lian jika orang-orang tahu jika dirinya hamil diluar nikah.
“Lalu?” Reyhan terlihat biasa saja menanggapinya, tidak ada reaksi terkejut atau apa, dia terlihat begitu santai.
“Lalu?” Lian mengulang ucapan Reyhan. Ia benar-benar tidak habis pikir, kenapa Reyhan malah bicara seperti itu, dia juga terlihat santai, benar-benar diluar ekspektasinya.
__ADS_1
“Sesantai itu kamu menanggapinya Rey, aku hamil Rey, aku hamil!” tegas Dara.
“Iya lalu aku harus bagaimana? Aku senang begitu? Aku bukan suami kamu, jadi mau kamu hamil atau tidak itu bukan urusan Lian, dan kenapa kau mesti mengadu padaku!” Reyhan tersenyum sinis pada wanita itu.
“Kamu gila Rey! tentu saja aku mengadu padamu, kerena anak ini adalah anakmu, aku hamil anak kamu Reyhan!” ucap Lian penuh amarah.
“Hahaha...” Reyhan tertawa renyah, “kamu pikir aku percaya? Aku memang pernah meniduri kamu Lian, tapi aku juga bukan laki-laki bodoh! kau sudah tidak perawan saat aku melakukannya dengan kamu. Jadi itu artinya kamu sudah sering melakukannya dengan laki-laki lain, kalau kamu hamil belum tentu anak yang ada dikandung kamu itu anakku!” jawab Reyhan sinis.
Lian pikir Reyhan bisa ditipu, tidak semudah itu. Dia tahu dan bisa merasakan bagaimana wanita yang masih segal dan sudah blong!
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Reyhan.
“Keterlaluan kamu Rey, ini anak kamu, aku tidak pernah melakukan hubungan dengan laki-laki lain selain dengan kamu! pokoknya aku tidak mau tahu kamu harus bertanggung jawab, kamu harus menikahi aku!” pekik Lian.
__ADS_1
Bersambung....