
Beberapa hari sejak Dimas di tangkap polisi, dan sejak Aisyah meminta Rina menjadi assisten nya kemarin. Hari ini Aisyah akan bersiap untuk mengurus perceraian nya dengan Dimas, Dia akan menggugat Dimas dengan bukti perselingkuhan yang ada.
Sudah lama ia tidak berkunjung ke Butik, tetapi dia harus segera mengurus perceraian supaya dia benar-benar terlepas dari Dimas.
"Sayang kamu sudah siap? Apa mau Bunda antar" tanya Sonya.
"Tidak usah bunda, aku sendiri aja. Nanti Adel yang akan menemaniku ke pengacara. Bunda istirahat aja di rumah, yah" jelas Aisyah menolak tawaran Sonya.
"Ya sudah kamu hati-hati yah, Nak" ucap Sonya. Lalu Aisyah menyalami punggung tangan bunda nya. Sonya berdoa untuk kebahagiaan anaknya.
Saat Aisyah akan melangkahkan kaki nya menuju arah pintu depan. Sontak Aisyah dikejutkan dengan kedatangan Ayah mertuanya, Edmund.
"Ayah" ucap Aisyah menghampiri Ayah Edmund yang sudah berada di depan pintu.
Ayah datang bersama seorang suster yang merawatnya. Selama ini, Edmund hanya bisa duduk di kursi roda sejak kecelakaan yang menimpanya. Dia mengalami patah tulang di kaki dan itu cukup parah sehingga ia tidak bisa berjalan seperti sedia kala. Di tambah riwayat penyakit diabetes yang diderita nya hanya bisa mengandalkan seorang suster untuk merawatnya karena mamah Ruri terlalu sibuk dengan geng sosialitanya tanpa mempedulikan suaminya.
"Aisyah, Maaf kan Ayah, Nak" lirih Edmund
"Kenapa Ayah minta maaf. Bukan Ayah yang salah, ayah tidak salah apa-apa" ucap Aisyah yang bersimpuh di kaki Edmund.
Aisyah sangat menghormati Edmund, Beliau sangat baik dan perhatian pada Aisyah bahkan jika Dimas melakukan kesalahan dia pasti akan memarahi Dimas habis-habisan. Tapi kini kesalahan putra nya sangat fatal, bukan hanya selingkuh tapi Dimas juga melakukan tindakan kdrt. Itu membuat Edmund merasa gagal menjadi seorang ayah. Maka dari itu ia meminta suster Renata yang merawatnya untuk menemui Aisyah.
Dan di sini lah Edmund berada.
"Ayah bersalah karena Ayah tidak bisa mendidik Dimas menjadi imam yang baik untukmu, Ayah merasa bersalah kepada mendiang papamu. Dia pasti sedih melihat putri cantiknya di sakiti oleh anak ku" tangis Edmund pecah melihat luka di pipi Aisyah yang masih terlihat bekasnya.
Selama ini yang Aisyah inginkan adalah pernikahan sekali seumur hidup walaupun berawal dari keterpaksaan tapi Aisyah berusaha menumbuhkan cinta di antara mereka. Namun manusia hanya bisa berharap tapi Tuhan yang menentukan segala nya. Dimas tidak pernah mencintai nya dan tidak pernah berusaha mencintainya. Aisyah merelakan suaminya untuk sahabat nya.
"Sudah lah Ayah, Ayah tidak bersalah, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kami" jelas Aisyah. Aisyah menghapus air mata di pipinya, kemudian menunjukkan senyum terbaik yang dia punya. Agar ayah mertua nya tidak bersedih lagi.
"Tapi apakah kamu tidak bisa memberikan kesempatan ke dua untuk Dimas?"
__ADS_1
Sonya yang tidak menerima atas ucapan Edmund lalu berteriak dan menunjuk- nunjuk wajah pria paruh baya itu, "Hei, Edmund. Putramu itu memukul anak ku. Aku sebagai ibunya tidak terima Aisyah di perlakukan seperti ini. Dia yang kurawat dengan penuh kasih sayang tanpa kekurangan apapun. Lalu ketika menikah bukannya di jadikan ratu di rumah nya tapi malah di selingkuhi lagi".
Aisyah berlari menuju Bunda nya, "Cukup Bun, jangan seperti ini"
Edmund yang mendengar amarah Sonya hanya bisa menunduk dan menangis.
Apa yang di katakan Sonya benar, dia sebagai seorang Ibu pasti sakit hati, melihat putri cantiknya di perlakukan buruk oleh suaminya.
"Tidak ada kesempatan kedua untuk pelaku kdrt, bisa saja Dimas melakukan hal yang sama nanti pada Aisyah. Aku tidak terima Aisyah kembali pada Dimas, lebih baik Aisyah menjadi janda dari pada harus jadi istri Dimas".
"Maaf kan Aku Sonya aku tidak bermaksud, aku hanya menyanyangi Aisyah seperti anak kandungku sendiri". Sonya mendengus mendengar perkataan Edmund.
Aisyah menghampiri kembali ayah mertuannya lalu memegang punggung tangan Edmund, "Ayah, anggaplah Aisyah seperti anak kandungmu juga walaupun Aku dan Mas Dimas tidak menjadi sepasang suami istri lagi,
Aku sudah tidak punya papah lagi di dunia ini, jadi aku juga akan menganggap Ayah Edmund seperti ayah kandungku juga". ungkap Aisyah tulus pada Edmund.
Ungkapan tulus Aisyah membuat Edmund terenyuh, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengucapkan banyak terima kasih kepada Aisyah. Dia tidak akan memaksa Aisyah untuk kembali kepada Dimas, Aisyah berhak bahagia bersama pilihannya walaupun pilihannya bukan bersama anaknya Dimas.
Dia menangis meratapi nasib Aisyah yang sudah ia anggap seperti putri kandungnya sendiri, bahkan kasih sayang nya melebihi kasih sayangnya kepada putrinya Sindy.
Edmund meminta suster Renata mengantar nya ke rumah Aisyah saat itu juga, tapi kesehatan nya mendadak drop dan ia di larikan ke rumah sakit. Baru hari ini dia bisa datang kemari.
"Ayah, sudahlah jangan cemas kan Aisyah, Aisyah sudah tidak apa-apa" ucap Aisyah. Edmund hanya bisa mengangguk.
Aisyah dan Edmund sibuk mencurahkan hati mereka, sedangkan Sonya hanya berdiri mematung memperhatikan mereka.
.
.
.
__ADS_1
"Ternyata kamu di sini mas?" Ucap seseorang yang baru saja datang.
Aisyah dan Edmund mengalihkan perhatiannya ke arah pintu, begitu juga dengan Sonya. Ternyata itu Ruli dan Sindy, untuk apa mereka datang?.
Aisyah lalu berdiri dan mengusap air mata di pipinya dengan punggung tangan nya.
Sonya mendekati anaknya dengan tangan bersidekap di dada. Dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Aisyah.
"Untuk apa mamah datang kemari" tanya Aisyah.
"Mamah ingin kamu mencabut tuntutan kamu kepada Dimas!" ucap Ruli angkuh.
"Jangan harap!. Anakmu pantas di penjara, biarkan dia membusuk di sana Aisyah!" seru Sonya dengan menggebu-gebu.
"Hei jaga ucapanmu yah!". teriak Ruli tidak terima dengan ucapan Sonya. Lalu ia berjalan melangkah mendekati Sonya hendak menjambak rambut panjang Sonya namun di tahan oleh Aisyah yang berada di dekatnya.
"Cukup Ruli, Di sini Dimas yang bersalah dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, kamu jangan terus membela anak itu!" tegas Edmund memarahi Ruli.
"Kamu memang selalu membela perempuan itu, Dimas itu masih suami kamu Aisyah. Emang kamu mau punya suami narapidana?" seru Ruli pada Aisyah
"Aku akan menggugat cerai mas Dimas dan merelakan dia bersama sahabatku eh bukan sahabat tapi Mantan sahabat. Lagian bukannya mamah yang menginginkan menantu seperti Maira" Jawab Aisyah tenang.
Ruli menahan emosi yang sudah naik ke ubun-ubun.
"Hei Aisyah, Jangan sombong kamu yah. Emang kamu pikir enak jadi janda. Dasar perempuan bodoh, mandul lagi."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1