Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[7] Berusaha untuk tidak peduli


__ADS_3

Kemudian aisyah memasuki rumah, baru sampai ia di ruang tamu. Terdengar suami nya keluar dari kamar.


"Baru pulang Heh ??? " ucap dimas


Aisyah memandang sinis mas dimas dan berlalu memasuki kamar nya.


...****************...


...****************...


Hingga Keesokan harinya,...


Pov Author


Aisyah sedang menyantap sarapannya seorang diri di meja makan seperti biasa. Hanya perbedaan nya, makanannya kini tersaji di meja makan 1 porsi untuk dirinya sendiri. Hari ini dia ada janji dengan teman nya.


Ketika dia ingin bangkit dan menaruh piring kotor di wastafel,


Sesosok laki-laki tampan keluar dari kamar dan terburu-buru. Kelihatan sekali kalau dia sudah terlambat.


"Aisyah kenapa kamu tidak membangunkan aku?" teriaknya kasar ketika melihat wanita itu sudah rapih.


Aisyah hanya melengos dan tidak menanggapi. Dia mencuci piring kotor bekas makanannya.


"Aisyah !!" teriaknya lagi.


Aisyah tidak merespon dan asyik dengan kegiatan nya.


'Ada Apa dengan istri Robot nya ? ' Batin dimas bertanya-tanya tidak seperti biasa. Walaupun mereka emang jarang berkomunikasi, tetapi aisyah selalu mempersiapkan segala keperluan dimas suaminya.


"Aisyah, Kamu dengar aku memanggilmu?" teriaknya sambil menarik tangan perempuan itu.


Praaannnnggg


"Gelas yang sedang di cuci pun terjatuh ke lantai.


Aisyah menghentikan aktivitasnya dan mencuci tangan nya dan berusaha beranjak pergi, tapi di tahan oleh lengan kekar dimas.


Aisyah masih tetap diam,


Dimas menatap meja makan menyadari tidak ada apa-apa lagi di sana kecuali kotak tisu.

__ADS_1


"Sarapan ku mana, Aisyah?" tanya dimas kepada aisyah.


Aisyah tetap bungkam dam menepis tangan dimas. Dia bergegas untuk pergi.


"Mau kemana kamu aisyah? Jawab jangan diam saja" pekik dimas.


"Urus saja urusan mu sendiri mulai sekarang!" kata-kata aisyah lembut tetapi tekanan nya tajam.


"Apa maksudmu? memenuhi segala kebutuhan suami adalah tugas istri" Ujar dimas dengan wajah memerah.


Mendengar itu aisyah sungguh muak, lelaki itu mudah sekali memutar kata-kata. Bukan nya dia yang berkata untuk mengurus urusan nya masing-masing, tapi perihal aisyah tidak menyiapkan sarapan saja dimas sudah protes. Apakah di pikiran nya aisyah itu pembantu?.


Aisyah membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah dimas.


Rupanya istrinya itu sedang dalam mode marah. Ia baru sadar dan ingat ketika dia di telepon maira dan tidak pulang berhari-hari.


Dimas mengira aisyah tidak akan terpengaruhi dengan kejadian tempo hari, istri yang di nikahi nya karena perjodohan dan rencana busuk dari keluarga besarnya.


Aisyah pasti marah,


"Istri???, kamu menganggapku istri, mas? Bukankah kamu tidak pernah mengharapkan pernikahan ini? Untuk apa aku melayani suami tetapi dia tidak menghargai istri nya. Bahkan dengan sengaja mengucap kata *sayang* untuk orang lain di hadapan istrinya sendiri. Lebih baik kita berpisah mas" penjelasan aisyah membuat dimas mati kutu.


'Jangan sampai aku dan aisyah bercerai, mamah pasti marah. usaha untuk mendapatkan harta aisyah akan sia-sia' pikir dimas


"Aku tidak akan menceraikanmu, Aisyah" Tolak dimas


"Untuk apa kamu mempertahankan aku mas? kamu kan punya wanita idaman lainnya. lagi pula aku juga tidak mencintai mu mas. aku hanya melakukan atas permintaan ayahku. Aku ikhlas kamu menceraikanku."


"TIDAK, Aku tetap tidak akan menceraikan mu" dimas tetap bersikeras untuk tidak menceraikan aisyah.


"Kenapa mas?? Apa kamu punya maksud lain untuk keluargaku? tidak cukup kah kamu menghancurkan aku sebagai istrimu saja, lalu kamu mau menghancurkan keluarga ku juga?


Degh


"Siapa yang menghancurkan siapa? aku tidak mengerti maksudmu...." Elak dimas


"Sudah lah mas, selama 1 tahun ini aku diam saja. Tapi tidak untuk ke depannya." Jawab aisyah pada dimas.


Aisyah berlalu pergi meninggalkan dimas yang diam mematung atas perkataan aisyah tadi.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


Pov Aisyah


Sepertinya itu bukan aku yang sebenarnya, namun ia harus bersikap masa bodoh menghadapi mas dimas itu.


Aku tak peduli dianggap istri durhaka karena tidak menyiapkan keperluan suami, Suami yang bahkan tidak pernah menghargai perhatian nya selama ini, bahkan semua yang suami nya miliki itu berkat ia menikah dengan dirinya.


Semenjak ayahku meninggal, mas dimas lah yang mengurus perusahaan ayah, karena aku tidak pernah terjun langsung ke perusahaan itu. Aku selalu disibukan dengan Butik Fashion muslim milikku.


...----------------...


Hari ini aku akan mengunjungi sahabat lama ku Adel. Aku, Maira dan Adel adalah sahabat karib sejak kecil. Sempat lost kontak dengan adel, karena adel di boyong suami nya setelah menikah. Namun saat ini dia sudah berpisah dengan suaminya dan kembali ke rumah orang tuanya.


Getaran ponsel yang berada di saku, menyadarkanku dari lamunan ternyata adel menelepon.


"Halo Assalamualaikum, aisyah kamu sedang di mana sekarang, aku udah nungguin loh dari tadi." Sahut adel.


"Waaaikumsalam, iyah del, aku ini udah ada di depan nih, kamu cepetan keluar dong"


"Oke... Siap aisyah, aku keluar sekarang"


Panggilan di matikan.


Pov Author


"Aisyah"


Terdengar teriakan adel yang melengking keluar dari rumah dan berlari menghampiri aisyah.


Sontak aisyah kaget, hampir ia akan jatuh karena tidak siap dengan terjangan adel.


Mereka saling berpelukan, melepas kerinduan yang sudah sejak lama mereka tidak bertemu.


" Aisyah, Apa kabar? di mana Maira? " tanya adel


Aisyah diam bingung bagaimana menjawab pertanyaan adel.


"Aisyah? Are you Okey?" tanya adel sekali lagi. " Ayo kita masuk dulu." ajak adel kemudian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2