Di Tikung Sahabat Sendiri

Di Tikung Sahabat Sendiri
[48] Kesialan Maira


__ADS_3

"Itu hanya pukulan ringan untuk Maira, aku hanya sedikit memberi dia pelajaran. Aku hanya meminta kembali apa yang sudah aku berikan. Aku tidak ikhlas dia memakai mobil permberianku sebagai hadiah ulang tahunnya. Aku rela membakar mobil itu dari pada melihat ia mengendarainya." Aisyah berbicara begitu mantap dan santai seolah membakar mobil seperti membakar jagung.


Aditya mengangukkan kepalanya dua kali, seperti anak ayam yang mematuk beras. Lalu memilih untuk diam, dan fokus menyetir. Mobil pun terus melaju meninggalkan hutan.


***


Keesokan paginya, Maira terbangun, kepala nya terasa sakit sekali. Dia masih belum pulih sepenuhnya. Ingatannya masih samar-samar. Ingatannya tadi saat ia berniat menemui Ruli ke rumahnya. Di tengah perjalanan dia tersadar bahwa ada mobil yang mengikuti nya dari tadi. Akhirnya dia menepi dengan perasaan terbukti benar. Mobil itu segera menghampirinya dan memaksanya untuk keluar. Sontak, karena geram salah satu laki-laki bertopeng itu memecahkan kaca mobil.


Maira terperanjat dan kemudian berhenti melawan. Tak lama kemudian, Salah satu komplotan itu menutup hidungnya dengan sapu tangan. Dia pun merasa lemas dan tak sadarkan diri.


Matahari bersinar ke arah wajah nya, membuat Maira mau tidak mau membuka matanya. Suara burung terus berkicau, seolah mereka sedang mengejek keberadaan Maira di sana.


Ketika membuka mata, Maira terbelalak melihat sekitar. Di sana tidak ada manusia, yang ada kanan dan kirinya pohon. Dan pandangan nya tertuju pada rongsokan yang tak jauh dari posisi dia duduk. Dia kaget melihat mobilnya sudah hancur dan terbakar.


Spontan dia berteriak, "Tidak!"


Mendengar teriakan tersebut burung-burung yang hinggap di atas pohon pun terkejut lalu berterbangan ke udara.


***


Sementara itu di tempat lain, Aisyah sedang menyesap teh hijau yang ia campur dengan daun mint. Sensasi nya sangat menyegarkan.


Dengan malas dia merogoh ponselnya dan mendapat pesan dari seseorang yang ia bayar untuk mengikuti Maira. Segera ia buka dan membacanya.


"Sent pict"


Pesan seseorang yang mengiriminya foto tersebut seketika menaikkan mood Aisyah.


Aisyah tidak bisa menahan tawanya membanyangkan Maira yang harus berjalan jauh tanpa uang tunai dan ponsel yang rusak. Membanyangkannya saja dia sudah bahagia. Ya Aisyah sekarang memang tidak punya empati sama sekali pada Maira.


Lalu dia beranjak dari kursinya, Dia akan mengunjungi Lady's palace butiknya yang sudah beberapa bulan ini tidak pernah dikunjunginya.

__ADS_1


Setibanya Aisyah di butik, beberapa pegawai menyambutnya dengan ramah. Mereka senang bisa bertemu dengan bosnya.


Nindy pegawai kepercayaan Aisyah menghampirinya, lalu mereka berkeliling butik. Sepanjang berkeliling Nindy banyak bercerita tentang keadaan butiknya. Aisyah bersyukur karena kerja keras nya selama ini membuat butik Lady Palace menjadi incaran kaum hawa dan memiliki banyak cabang di seluruh negeri.


Seteleh menyelesaikan urusan nya di butik, Aisyah pamit untuk pulang. Dia sempat melambaikan tangan pada pegawainya. Tak lupa menyapa security dan tukang parkir yang sedang bekerja.


***


Matahari mulai meninggi, sinar nya sudah menembus beberapa dahan pohon dan daun-daun di hutan, hingga saat ini Maira tidak tahu keberadaannya sekarang. Ponsel nya sudah rusak dan uang tunai di tas nya raib entah kemana. Sungguh dia sangat kebingungan sekarang.


Maira terus berjalan di tengah hutan, beruntung masih ada bekas ban mobil di jalanan hingga dia bisa mengikuti nya untuk keluar dari hutan.


Dia tidak menyangka akan nasib sialnya hari ini, dia berpikir siapa yang menjebaknya. Dia tidak menemukan satu pun petunjuk tentang siapa yang menjebaknya di hutan dan membakar mobilnya. Terlalu banyak pihak yang di singgung.


Maira sempat berpikir apakah ini semua ulah Aisyah, kalau benar dia tidak akan tinggal diam.


Dia akhirnya keluar dari hutan dengan mengikuti jejak ban mobil yang masih tercetak di tanah. Sekarang dia sudah berada di jalan besar. Dia tidak ada ide tentang wilayah dimana ia sekarang berada. Dia melihat sekeliling tidak ada kendaraan yang lewat.


Maira mendongak seberapa jauh buah mangga yang bisa digapainya. Dia berusaha mencari dahan atau ranting pohon, tetapi tidak ada yang cukup tinggi untuk menggapai buah mangga tersebut. Dia hanya menghela nafas berat . Tidak ada pilihan selain memanjat.


Ketika dia memutuskan untuk turun, segerombol monyet tiba-tiba datang dan menyerang Maira. Kumpulan monyet tersebut nampak marah karena Maira mencuri makanan mereka. Maira pun terjatuh ke tanah dengan luka cakar di wajahnya, dia tak sadar kan diri.


.


.


.


"Bagaimana keadaan pasien, Dok?" tanya seorang perawat kepada Dokter yang menangani Maira.


"Dia lemas dan tak bertenaga. Ini di infus dulu biar tenaganya pulih," ucap perempuan yang mengenakan jas putih dengan stestoskop bertengger di bahu nya. "Keadaannya cukup stabil hanya luka bekas cakar monyet di wajahnya akan sulit di hilangkan. Dia harus operasi untuk menyembuhkannya. Kasihan sekali. Sepertinya dia memiliki wajah yang cantik sebelumnya", Dokter itu melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


Perawat menganguk apa yang di katakan Dokter. Dia menyetujuinya.


Sore itu di klinik itu dihebohkan okeh sekelompok buruh tani dan mandornya yang menemukan seorang wanita tergeletak dengan luka bekas cakar monyet.


.


.


.


Di tempat lain di Apartement Maira,


Seseorang terlihat sedang kebingungan karena setiba nya ia di Apartement Maira, penghuninya sudah tidak ada di sana dan sekarang dia berusaha menghubungi wanita itu tapi tidak bisa di hubungi.


Bastian khawatir sekaligus kesal pada Maira, karena wanita itu pergi tanpa ijin darinya. Sàat ini ia sedang berusaha supaya karir Maira sebagai artis tidak hancur, tapi wanita itu seakan tidak peduli pada perjuangannya.


Bastian menyugar rambutnya, dia sudah sangat bersabar menghadapi Maira. Sejak menjalin hubungan dengan Dimas, dia sudah sering mengingatkannya. Tapi Maira sendiri tidak mau mendengarkan.


Bahkan sejak kemarin dia sibuk menutup pemberitaan buruk tentang skandalnya bersama Dimas. Media terus saja memberitakan skandal itu sebelum Maira membuat klarifikasi permintaan maaf kepada Aisyah selaku pihak yang ia sakiti.


" Bagaimana kamu sudah menemukan petunjuk?"


"Sudah Tuan, saya akan kirim lokasi nya." jawab seseorang di sebrang sana,


Bastian menutup teleponnya. Lalu melihat pesan lokasi yang dikirimkan oleh anak buah nya untuk mencari Maira.


Menurut anak buah Bastian yang sudah berada di lokasi tempat Maira berada. Mereka mengatakan bahwa Maira menderita luka cukup serius. Hal ini membuat hati Bastian di landa kekhawatiran. Tanpa menunggu lama Bastian bersiap untuk menjemput Maira.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2